Tren Pasar

Tsunami Emas Datang: Saatnya Borong Saham MDKA, ANTM, dan Obligasi Ini?

  • Harga emas dunia cetak rekor US$3.595 per troy ounce. Saham MDKA dan ANTM disebut analis Indo Premier sebagai pilihan utama di tengah reli ini.
<p>Nampak antrian pembelian logam mulia ANTAM di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Tangerang Selatan, Sabtu 19 Juni 2021. Anjloknya harga emas selama sepekan membuat masyarakat berlomba untuk membeli. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia</p>

Nampak antrian pembelian logam mulia ANTAM di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Tangerang Selatan, Sabtu 19 Juni 2021. Anjloknya harga emas selama sepekan membuat masyarakat berlomba untuk membeli. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Tsunami emas tengah melanda pasar global. Harga emas dunia berhasil mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masanya di level US$3.595 per troy ounce, memicu gelombang optimisme yang menular hingga ke Bursa Efek Indonesia. Di tengah sentimen ini, para analis melihat adanya peluang emas di sejumlah saham dan instrumen investasi lainnya.

Riset terbaru dari Indo Premier Sekuritas pada Senin, 8 September 2025, secara spesifik memberikan rekomendasi strategi untuk menunggangi gelombang ini. Mereka menyoroti saham-saham berbasis emas sebagai fokus utama, dengan booster dari saham telekomunikasi dan obligasi pemerintah.

Lantas, apa sebenarnya pemicu di balik tsunami emas ini, dan saham mana saja yang dinilai paling prospektif? Mari kita bedah tuntas rekomendasi dari para ahli.

1. Pemicu di Balik Reli Gila Harga Emas

Menurut Indo Premier Sekuritas, penguatan harga emas didorong oleh kombinasi sempurna dari berbagai faktor. Pemicu utamanya adalah melemahnya data ketenagakerjaan di Amerika Serikat, yang secara signifikan meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Selain itu, ada juga faktor risiko kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump dan isu mengenai independensi The Fed yang membuat para investor global ramai-ramai beralih ke aset aman atau safe haven, dengan emas sebagai pilihan utamanya.

2. Efek Domino ke Pasar Saham Indonesia

Tsunami emas ini ternyata memberikan efek domino yang positif bagi pasar saham di negara berkembang, termasuk Indonesia. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed membuka ruang bagi aliran modal asing (capital inflow) untuk kembali masuk ke pasar domestik.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi, memproyeksikan IHSG pekan ini akan bergerak cenderung menguat dengan rentang support di 7.680 dan resistance di 8.000. “Katalis utama datang dari ekspektasi pelonggaran moneter The Fed, ditopang inflasi domestik yang terkendali dan momentum perbaikan sektor manufaktur,” kata Imam dikutip pada Senin, 8 September 2025. 

3. Skuad Saham Pilihan Indo Premier

Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan strategi yang fokus pada saham-saham yang diuntungkan dari reli emas dan penurunan suku bunga. Berikut adalah skuad pilihan mereka:

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rekomendasi buy on breakout di level Rp2.680, dengan target harga Rp2.950 dan stop loss di bawah Rp2.570.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rekomendasi buy on breakout di level Rp3.480, dengan target harga Rp3.720 dan stop loss di bawah Rp3.360.
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rekomendasi buy di level Rp3.150, dengan target harga Rp3.350 dan stop loss di bawah Rp3.050.

4. Jangan Lupakan Peluang di Pasar Obligasi

Selain saham, Indo Premier juga melihat adanya peluang yang sangat menarik di pasar obligasi pemerintah. Prospek penurunan suku bunga The Fed dan stabilitas inflasi domestik adalah kombinasi yang sangat positif bagi pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Penurunan suku bunga secara umum akan menaikkan harga obligasi, memberikan potensi keuntungan modal (capital gain) bagi para pemegangnya. Oleh karena itu, mereka secara spesifik merekomendasikan investor untuk membeli obligasi pemerintah seri FR0100 dan FR0091 yang dinilai memiliki imbal hasil (yield) yang atraktif.

5. Apa Artinya Ini Bagi Investor?

Bagi investor, riset ini memberikan sebuah peta jalan atau roadmap investasi yang sangat jelas untuk pekan ini. Fokus utamanya adalah pada saham-saham berbasis emas yang mendapatkan keuntungan ganda: dari kenaikan harga komoditasnya dan dari potensi aliran dana asing.

Saham telekomunikasi seperti TLKM menjadi pilihan diversifikasi yang menarik karena diuntungkan oleh sentimen penurunan suku bunga. Sementara itu, obligasi pemerintah menawarkan alternatif yang lebih defensif namun tetap prospektif di tengah tren pelonggaran moneter.