Tren Leisure

Super Kaya, Indonesia Kuasai 17 Persen Spesies Global

  • Dari mamalia hingga terumbu karang, Indonesia diakui ilmuwan dunia sebagai pusat biodiversitas global
bekantan.jpeg
Bekantan hewan endemik Kalimatan (Dok/KLHK)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Indonesia kembali merupakan negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Berdasarkan berbagai sumber ilmiah internasional, Indonesia diperkirakan menjadi rumah bagi sekitar 17% spesies makhluk hidup dunia, meski angka pastinya sulit ditentukan karena masih banyak spesies yang belum teridentifikasi secara ilmiah.

Dikutip laman Convention on Biological Diversity, Senin, 29 Desember 2025, para peneliti menilai kekayaan hayati Indonesia mencakup hampir seluruh kelompok utama makhluk hidup, mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibi, ikan, hingga tumbuhan berbunga.

Kombinasi bentang alam darat dan laut, iklim tropis, serta ribuan pulau menjadikan Indonesia sebagai pusat evolusi dan endemisme global.

Mamalia dan Burung Terbanyak di Dunia

Indonesia tercatat memiliki sekitar 515 spesies mamalia, atau sekitar 12% dari total mamalia dunia, menempatkannya di peringkat satu atau dua global, bersaing dengan Brasil. Spesies ikonik seperti orangutan, harimau Sumatra, dan badak Jawa menjadi simbol kekayaan sekaligus tantangan konservasi di Tanah Air.

Untuk kelompok burung, Indonesia menyumbang sekitar 17% dari total spesies burung dunia, dengan jumlah antara 1.592 hingga lebih dari 1.800 spesies. Indonesia berada di peringkat keempat dunia, sekaligus memiliki lebih dari 500 spesies burung endemik, yang tidak ditemukan di negara lain.

Baca juga : Temuan Audit BPK di KAEF: Soal Dividen hingga Izin Usaha

Reptil, Amfibi, dan Ikan Kuasai Peringkat Global

Pada kelompok reptil dan amfibi, Indonesia diperkirakan menyimpan sekitar 15-16% dari total spesies dunia, dengan posisi empat besar global untuk reptil. Banyak spesies di kelompok ini masih terus ditemukan, terutama di wilayah Papua dan pulau-pulau terpencil.

Keunggulan paling mencolok terlihat pada sektor perikanan. Indonesia menampung sekitar 25% spesies ikan dunia, termasuk 39% spesies ikan karang global, menjadikannya peringkat kedua dunia. Wilayah Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) yang meliputi perairan Indonesia diakui sebagai pusat biodiversitas laut tertinggi di planet ini.

Tumbuhan Berbunga dan Endemisme Tinggi

Di sektor flora, Indonesia memiliki sekitar 25.000-29.000 spesies tumbuhan berbunga, atau sekitar 10% dari total dunia, dengan sekitar 55% di antaranya bersifat endemik. Kekayaan ini menempatkan Indonesia di peringkat keempat global untuk keanekaragaman tumbuhan berbunga.

Hutan hujan tropis Indonesia berperan vital sebagai penyimpan karbon, penopang iklim global, sekaligus habitat bagi ribuan spesies yang belum sepenuhnya terdata.

Baca juga : Transformasi Arab Saudi: Dari Konservatif ke Liberal

Negara Megadiverse dengan Status Strategis Global

Terlepas dari variasi angka, komunitas ilmiah sepakat bahwa Indonesia adalah negara megadiverse, yakni kelompok kecil negara yang menyimpan sebagian besar keanekaragaman hayati dunia. Indonesia secara konsisten menempati dua besar indeks keanekaragaman hayati global, sering kali bersaing dengan Brasil.

Indonesia juga menjadi rumah bagi dua dari 25 hotspot keanekaragaman hayati dunia, kawasan dengan tingkat endemisme tinggi namun terancam kerusakan. Bahkan, jika menggabungkan biodiversitas darat dan laut, sejumlah studi menempatkan Indonesia sebagai peringkat pertama dunia.

Meski kaya, Indonesia menghadapi tantangan besar. Deforestasi, alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya alam menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan biodiversitas nasional. Para ahli menekankan bahwa tingginya kekayaan hayati harus diimbangi dengan kebijakan konservasi yang kuat dan berkelanjutan.