Sejauh Mata Memandang, Lindungi Hutan Lewat Kain Sandang
- Sejauh Mata Memandang resmi meraih sertifikasi B Corp dan berhasil membuktikan komitmen tinggi pada ESG dan slow fashion. Brand ini memimpin gerakan mode berkelanjutan di Indonesia, didukung penerapan Canopy Policy dan prinsip circularity.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Saat ini, brand fesyen lokal berhasil menciptakan konsep bisnis berkelanjutan yang dikemas secara modern. Bisnis ini dikelola dengan menjaga ekosistem lingkungan, menghargai jasa para pekerja, dan menjunjung tinggi nilai sosial.
Salah satu brand lokal yang menjunjung tinggi konsep keberlanjutan adalah Sejauh Mata Memandang. Brand tersebut didirikan oleh Chitra Subyakto, dan merupakan sebuah label fesyen lokal yang dikenal dengan pendekatan slow fashion. Hal tersebut menjadi sorotan baru dunia mode berkelanjutan, setelah resmi mendapatkan sertifikasi B Corporation.
Sertifikasi ini menegaskan posisi brand sebagai perusahaan yang tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga membawa dampak positif nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melansir dari B Lab Global Site pada Kamis, 11 Desember 2025, Sertifikasi B Corp diberikan kepada perusahaan yang memenuhi standar tinggi dalam hal kinerja sosial dan lingkungan, transparansi, serta akuntabilitas hukum.
Sejauh Mata Memandang berhasil mencatat skor keseluruhan 87.8 pada B Impact Assessment. Skor tersebut jauh di atas skor rata-rata bisnis biasa, sehingga menunjukkan komitmennya pada aspek governance, community engagement, environmental practices, dan customer stewardship.
Hal ini menempatkan brand tersebut tidak hanya sebagai pelopor fesyen berkelanjutan di Indonesia, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan global untuk mendorong bisnis yang bertanggung jawab secara etis dan ekologis.
Selain sertifikasi B Corp, Sejauh Mata Memandang juga menerapkan Canopy Policy, yaitu sebuah kebijakan yang dirancang untuk melindungi hutan kuno dan terancam punah di seluruh dunia melalui pilihan bahan baku, kertas, dan kemasan yang digunakan dalam produk mereka.
Melalui kebijakan tersebut, brand ini berkomitmen untuk:
1. Menghindari penggunaan bahan yang berasal dari hutan kuno dan habitat spesies terancam punah dalam pembuatan kemasan, kertas, dan kain.
2. Berkolaborasi dengan Canopy dan rantai pasok untuk mengubah sumber serat tekstil serta packaging menuju bahan yang lebih ramah lingkungan.
3. Meningkatkan penggunaan konten daur ulang dan alternatif serat nabati untuk mengurangi tekanan terhadap hutan alam.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana perusahaan tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga perlindungan lingkungan dan kesejahteraan komunitas.
Prinsip Berkelanjutan dalam Desain & Produksi
Brand ini menerapkan prinsip circularity dalam proses desain dan produksi, yaitu merancang produk agar dapat digunakan lama, diperbaiki, didaur ulang, atau diurai kembali secara ramah lingkungan. Mereka juga berupaya transparan terhadap asal bahan, proses produksi, dampak ekologis, serta siapa saja yang terlibat dalam setiap tahapan pembuatan produk.
Keberhasilan Sejauh Mata Memandang memperoleh sertifikasi B Corp dan menerapkan kebijakan seperti Canopy Policy menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan mode lokal dapat berperan aktif dalam menghadirkan solusi kerangka ESG yang nyata. Pencapaian ini juga menginspirasi pelaku industri kreatif lain untuk menempatkan konsep keberlanjutan dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi bisnis.
Sebagai brand yang lahir dari Indonesia dan beroperasi dengan nilai-nilai global, langkah ini menjadi bukti bahwa fesyen tidak harus merusak, tetapi justru dapat memperbaiki bumi serta memberdayakan komunitas lokal.

Chrisna Chanis Cara
Editor
