Raih Kontrak PLTS Tobelo, Saham KEEN Salah Harga?
- KEEN meraih kontrak PLTS Tobelo 20 tahun dengan laba Rp165,8 miliar atau 3,5 kali lipat ARKO. Valuasi saham ini masih terdiskon jauh di bawah industri sejenis.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Lanskap industri Energi Baru Terbarukan di Bursa Efek Indonesia kembali menghangat setelah PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) mengamankan posisi strategisnya. Langkah ini tidak hanya memperluas portofolio hijau perseroan, tetapi juga menyoroti fenomena anomali valuasi yang tajam jika dibandingkan dengan kompetitor sejenis.
Dalam riset publikasi terbarunya tertanggal 20 Januari 2026, Phintraco Sekuritas menyoroti keberhasilan KEEN memperoleh kontrak untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tobelo. Proyek strategis ini berlokasi di wilayah Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, yang memiliki potensi energi besar.
Bukan sekadar pembangkit surya biasa, Phintraco mencatat bahwa fasilitas berkapasitas 10 MW ini dilengkapi dengan teknologi penyimpanan energi baterai sebesar 8.4 MWh. Keberadaan baterai merupakan nilai tambah krusial dalam mengatasi isu intermitensi pasokan listrik, sekaligus menegaskan kesiapan teknologi KEEN dibandingkan pemain lain.
Suntikan Arus Kas Jangka Panjang
Phintraco Sekuritas merinci bahwa konstruksi proyek ini direncanakan dimulai pada tahun 2026 dengan target operasi komersial penuh pada kuartal pertama 2027. Durasi kontrak panjang yang mencapai 20 tahun memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang yang sangat stabil dan aman bagi para pemegang saham.
Secara finansial, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak ganda bagi keuangan perusahaan mulai tahun depan. Phintraco mengestimasi adanya potensi pendapatan konstruksi sekitar US$1,8 juta yang akan membukukan pendapatan jangka pendek selama masa pembangunan, memberikan suntikan arus kas yang segar bagi operasional perseroan.
Selanjutnya, pasca-beroperasi penuh nanti, proyek ini diperkirakan menghasilkan pendapatan berulang sekitar US$1,6 juta per tahun dari penjualan listrik ke PLN. Kontrak jangka panjang dengan PLN sebagai pembeli berisiko rendah menjadi katalis positif bagi keberlanjutan usaha serta mendukung perbaikan persepsi valuasi.
Dominasi Kinerja di Atas Kertas
Narasi salah harga yang diangkat Phintraco menemukan pembuktiannya ketika data tersebut disandingkan secara langsung dengan kompetitor terdekatnya, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). Berdasarkan data yang dihimpun TrenAsia.id dari Laporan Keuangan Kuartal III-2025, terdapat jurang kinerja fundamental yang cukup lebar antara kedua emiten ini.
Fakta di atas kertas menunjukkan bahwa KEEN unggul mutlak, baik dari sisi kemampuan mencetak pendapatan maupun laba bersih. Dari sisi pendapatan usaha, Data TrenAsia.id mencatat realisasi pendapatan KEEN telah menembus angka Rp431 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 yang sangat impresif.
Keunggulan ini semakin mencolok ketika membedah profitabilitas perusahaan secara lebih mendalam pada periode tersebut. Per Kuartal III-2025, KEEN sukses membukukan laba bersih sebesar Rp165,8 miliar. Angka ini secara nominal 3,5 kali lipat lebih besar dibandingkan laba bersih ARKO yang tercatat Rp47,7 miliar.
Data ini juga mengungkap tingkat efisiensi operasional yang superior dibanding pesaingnya. KEEN mampu mencatatkan margin laba bersih di level 38,4%, sebuah angka margin yang sangat tebal. Sebaliknya, margin laba bersih ARKO berada di level 19,3% pada periode pelaporan yang sama.
Ironi Pergerakan Harga Saham
Meski fundamentalnya kokoh, valuasi pasar KEEN masih tertinggal. Phintraco mencatat KEEN diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba 17,08 kali, jauh di bawah rata-rata industri 47,01 kali. Sebaliknya, ARKO diperdagangkan premium dengan valuasi harga terhadap laba di atas 90 kali dan rasio buku 9 kali.
Dari sisi harga saham, KEEN saat ini Jumat, 23 Januari 2026, diperdagangkan di level Rp1.125 per lembar saham. Kendati mengalami pelemahan harian 6,64%, kinerja saham KEEN secara akumulasi satu tahun terakhir tercatat telah berhasil terdongkrak cukup signifikan sebesar 72,52%.
Sementara itu, saham ARKO yang baru dibuka suspensi dan masuk dalam Papan Pemantauan Khusus berhasil ARA 10% di level Rp11.825 per saham. Adapun dalam kurun waktu satu tahun terakhir, pergerakan harga saham kompetitor ini telah bergerak melesat tajam 1.082%.
Oleh karena itu, perpaduan antara sentimen positif kontrak baru PLTS Tobelo yang diulas Phintraco Sekuritas, serta fakta keunggulan profitabilitas, mengindikasikan peluang investasi. Pasar tampaknya belum sepenuhnya menyadari bahwa KEEN menawarkan kombinasi kapasitas dan profitabilitas tinggi dengan harga yang jauh lebih masuk akal.

Alvin Bagaskara
Editor
