Prospek BBNI 2026: Laba Bidik Rp20,7 T, Target Harga Naik
- Target saham BBNI direvisi naik ke Rp5.300! Samuel Sekuritas proyeksi laba 2026 tembus Rp20,74 triliun. Kualitas aset makin sehat, cek ulasannya.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Samuel Sekuritas Indonesia resmi merevisi naik target harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI menjadi Rp5.300 per lembar. Kenaikan target ini mencerminkan optimisme analis terhadap prospek pemulihan kinerja perseroan yang dinilai sudah berada pada jalur yang tepat.
Revisi positif tersebut mempertimbangkan keberhasilan eksekusi strategi digitalisasi serta pendanaan yang semakin efisien yang dilakukan oleh manajemen bank pelat merah ini. Selain itu disiplin pengelolaan risiko yang konsisten menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas neraca keuangan di tengah tantangan ekonomi.
Analis juga menyoroti peluang kenaikan laba bersih BBNI yang diproyeksikan mampu menembus angka Rp20,74 triliun pada akhir tahun 2026 nanti. Angka ini mengalami pertumbuhan yang cukup menjanjikan jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih tahun lalu yang tercatat sebesar Rp20,04 triliun.
1. Dasar Rekomendasi Beli
Analis Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi dalam laporan risetnya yang dipublikasikan pada Jumat, 6 Februari 2026 memberikan pandangan positif. Mereka menuliskan, "Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang solid, akselerasi digital, likuiditas yang terkelola, serta kualitas aset yang resilien."
Mereka melanjutkan rekomendasi tersebut dengan kalimat tegas yang menegaskan posisi bullish terhadap saham bank pelat merah ini untuk jangka panjang. "Kami merevisi naik target harga saham BBNI menjadi Rp5.300 dengan rekomendasi beli," tegas riset tersebut kepada para investor pasar modal.
Keyakinan ini diperkuat dengan kualitas aset yang membaik signifikan di mana rasio Loan at Risk turun menjadi 8,5% dari 10,4%. Selain itu bank juga memiliki benteng pertahanan kuat dengan rasio pencadangan NPL yang sangat tinggi di level 205,5%.
2. Target Laba Rp20,7 Triliun
Target harga baru di level Rp5.300 tersebut didasarkan pada valuasi rasio harga terhadap nilai buku atau Price to Book Value sebesar 1,1 kali. Valuasi ini dinilai wajar mengingat potensi pertumbuhan bisnis bank yang solid serta perbaikan fundamental yang terus berlanjut.
Kenaikan target harga ini juga sejalan dengan estimasi pertumbuhan laba bersih perseroan yang ditargetkan mencapai Rp20,74 triliun sepanjang tahun 2026 ini. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp20,04 triliun di laporan keuangan.
Analis menilai bahwa BBNI memiliki ruang pertumbuhan yang cukup lebar dari sisi profitabilitas dibandingkan dengan bank besar lainnya saat ini. Dukungan ekosistem digital dan efisiensi operasional menjadi katalis utama yang akan mendongkrak kinerja keuangan bank BUMN tersebut tahun ini.
3. Proyeksi Bisnis 2026
Manajemen BBNI sendiri telah menetapkan panduan kinerja atau guidance yang cukup optimis untuk tahun buku 2026 dengan target pertumbuhan kredit 8% hingga 10%. Target ini dinilai realistis mengingat permintaan kredit korporasi dan konsumer yang mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Dari sisi profitabilitas marjin manajemen menargetkan Net Interest Margin atau NIM dapat dijaga pada rentang sehat antara 3,5% hingga 3,8%. Strategi repricing aset dan efisiensi biaya dana atau Cost of Fund diharapkan mampu menopang pencapaian target marjin bunga bersih tersebut.
Sementara itu biaya kredit atau Cost of Credit diproyeksikan dapat ditekan berada di kisaran 1,0% hingga 1,2% sepanjang tahun ini. Penurunan biaya kredit ini mengindikasikan bahwa kualitas portofolio kredit BBNI semakin membaik dan risiko pemburukan aset dapat dimitigasi dengan baik.
4. Estimasi Kinerja Kuartal I
Untuk jangka pendek Samuel Sekuritas memperkirakan laba bersih BBNI pada kuartal pertama 2026 bisa mencapai angka Rp4,9 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 1,1% secara kuartalan dibandingkan posisi kuartal keempat tahun sebelumnya yang mulai menunjukkan tren pemulihan bertahap.
Meskipun demikian secara tahunan laba bersih kuartal pertama ini diprediksi terkoreksi sekitar 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tahunan ini lebih disebabkan oleh faktor tingginya basis atau high base effectakibat pencadangan atau provisi yang rendah pada kuartal I-2025.
Sebagai kilas balik pada kuartal keempat 2025 BBNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp4,9 triliun atau turun tipis 1,9% secara kuartalan. Total laba bersih sepanjang tahun 2025 mencapai Rp20,0 triliun yang mana pencapaian ini sudah sejalan dengan estimasi konsensus pasar.
5. Likuiditas dan Kualitas Aset
Likuiditas BBNI diperkirakan akan tetap terjaga di level yang ample dengan rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR berada di kisaran 86,5%. Posisi likuiditas yang longgar ini memberikan fleksibilitas bagi bank untuk memacu penyaluran kredit tanpa khawatir masalah pendanaan.
Kekuatan likuiditas ini ditopang oleh percepatan pertumbuhan dana murah atau CASA yang melesat 28,9% secara tahunan menjadi Rp726 triliun. Dominasi dana murah ini sangat krusial dalam menekan biaya dana perseroan di tengah tren suku bunga pasar yang masih cukup tinggi.
Selain itu kualitas aset BBNI semakin solid dengan rasio NPL bruto yang turun menjadi 1,9% dari sebelumnya 2,0%. Perbaikan ini menunjukkan keberhasilan bank dalam melakukan bersih-bersih aset bermasalah serta menjaga prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan ekspansi kredit baru.

Alvin Bagaskara
Editor
