Tren Ekbis

Polemik Tiket Maskapai Garuda Mahal, Pengaruh Harga Minyak dan Mudik?

  • Lonjakan harga minyak dunia memicu kenaikan biaya operasional maskapai. Kondisi ini dinilai berpotensi membuat harga tiket pesawat saat mudik semakin mahal.
download (10).jpg
Armada Garuda Indonesia (Garuda Indonesia)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Mudik Lebaran sering kali identik dengan harga tiket pesawat yang melonjak tajam. Permintaan perjalanan yang tinggi menjelang hari raya membuat banyak calon penumpang harus merogoh kocek lebih dalam jika tidak memesan tiket sejak awal.

Seperti polemik yang kerap terjadi pada maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Maskapai yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait tarif tinggi dan tidak masuk akal.

Masyarakat mengeluh tiket penerbangan domestik jauh lebih mahal daripada tiket luar negeri. Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi PT Garuda Indonesia, Dani Haikal, menyatakan harga yang diberikan sudah mengikuti prosedur tarif batas atas (BTA).

 "Jadi, terkait tiket untuk Garuda ini memang kita masih mengikuti standar yang diberikan pemerintah, Pak, yaitu tarif batas atas. Jadi, tiket yang sudah dijual Garuda itu tidak pernah keluar dari apa yang sudah digariskan oleh regulator," kata Dani, dalam rapat koordinasi persiapan arus mudik Lebaran 2026 bersama Komisi V DPR RI, Rabu, 11 Maret 2026. 

Ia juga menambahkan harga tiket yang dijual melalui laman resmi Garuda Indonesia sudah disesuaikan dengan ketentuan regulator. "Sehingga apa yang sudah kita sampaikan di web pun itu sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh regulator, Pak," ungkap Dani.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, juga bertanya terkait mahalnya harga tiket pesawat domestik dibandingkan mancanegara, terutama pada periode mudik Lebaran.

"Menjadi sulit kita di komisi ini untuk mengurai, sementara kita menjadi tempat keluhan masyarakat terkait dengan mahalnya harga tiket, terutama di penerbangan domestik. Namun, yang aneh, ada anomali, Pak. Penerbangan ke luar kok bisa lebih murah? Ini yang memang menjadi pertanyaan besar di tengah-tengah masyarakat," kata Lasarus.

Apakah Ada Kaitan Kenaikan Tiket dengan Harga Minyak?

Konflik perang Amerika Serikat (AS)-Iran menyebabkan harga minyak dunia melonjak naik, dan mengancam krisis energi. Naiknya harga minyak ini berpengaruh terhadap operasional transportasi, termasuk kebijakan mengenai tarif.

Salah satu maskapai penerbangan, Air New Zealand, telah menaikkan tarif sejak tanggal 10 Maret 2026. Pihak maskapai menjelaskan bahwa kenaikan tarif tersebut terjadi karena harga bahan bakar jet yang mahal. Sebelum perang, harga bahan bakar berada di kisaran US$85–90 per barel, dan kini melonjak tajam menjadi antara US$150–200 per barel.

Melansir dari Reuters, Air New Zealand menyatakan telah menaikkan tarif ekonomi sekali jalan sebesar 10 dolar Selandia Baru (sekitar US$5,92) untuk rute domestik, US$20 untuk penerbangan internasional jarak pendek, US$90  untuk penerbangan jarak jauh.

“Jika konflik menyebabkan biaya bahan bakar jet tetap tinggi, kami mungkin perlu mengambil langkah penyesuaian harga lebih lanjut serta menyesuaikan jaringan dan jadwal penerbangan,” kata maskapai tersebut.

Melansir dari Viet Bao, menurut laporan dari Vietnam Airlines, VietJet Air, dan beberapa maskapai lainnya, jika harga Jet A-1 tetap di angka US$200–230 per barel, biaya operasional Vietnam Airlines dapat meningkat 50–60% per bulan. Untuk VietJet Air, biaya operasional dapat meningkat sekitar 2 triliun VND per bulan.

Tips Mendapatkan Tiket Pesawat dengan Harga Murah

Sebelum berangkat mudik, banyak masyarakat yang sudah melakukan “war” tiket untuk mendapatkan harga ekonomis. Namun, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan agar tetap mendapatkan tiket pesawat dengan harga lebih terjangkau saat mudik, yaitu: 

1. Pesan Tiket Lebih Awal

Memesan tiket H-45 menjadi cara paling efektif untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Idealnya, tiket dibeli sekitar satu hingga tiga bulan sebelum keberangkatan. Semakin dekat dengan tanggal mudik, harga tiket biasanya semakin mahal karena jumlah kuota yang mulai terbatas.

2. Pilih Jadwal Terbang di Hari Kerja

Ilustrasi keberangkatan di bandara, sumber foto: iStock Photo

Harga tiket pada akhir pekan biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan hari kerja. Jika memungkinkan, pilihlah jadwal keberangkatan pada Selasa, Rabu, atau Kamis karena permintaan penumpang cenderung lebih rendah.

3. Gunakan Aplikasi Pembanding Harga

Memanfaatkan aplikasi perjalanan seperti Traveloka, Tiket.com, atau Skyscanner dapat membantu menemukan harga tiket paling kompetitif. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membandingkan harga dari berbagai maskapai sekaligus.

4. Aktifkan Notifikasi Promo

Notifikasi promo Tiket.com, sumber: tiket.com

Banyak maskapai dan platform perjalanan menawarkan promo khusus dalam periode tertentu. Untuk mendapatkan promo tersebut, aktifkan notifikasi promo pada aplikasi dan pengaturan HP, guna mendapatkan informasi diskon lebih cepat.

5. Manfaatkan Poin atau Program Loyalitas

Jika sering bepergian menggunakan maskapai tertentu, manfaatkan poin atau program loyalitas yang tersedia. Poin tersebut bisa ditukar dengan potongan harga tiket atau bahkan tiket gratis.

6. Hindari Tanggal Puncak Mudik

Harga tiket biasanya paling mahal pada puncak arus mudik. Jika jadwal memungkinkan, berangkatlah beberapa hari sebelum periode tersebut untuk mendapatkan harga yang lebih rendah.

Dengan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat, peluang mendapatkan tiket pesawat murah untuk mudik Lebaran tetap terbuka. Selain membantu menghemat biaya perjalanan, langkah ini juga membuat persiapan mudik menjadi lebih nyaman dan terencana.