Tren Ekbis

Ironi Mudik 2026: Stok BBM Nasional Tipis di Tengah Perang

  • Stok BBM Indonesia disebut cukup 20 hari di tengah perang Timur Tengah. Lonjakan mudik Lebaran 2026 bikin konsumsi bensin melonjak.
tol mudik.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID - Pemerintah menegaskan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada di kisaran 20 hari operasional. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia. 

Memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah, termasuk potensi gangguan pada jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional. 

Kementerian ESDM menjelaskan bahwa angka 20 hari itu merupakan cadangan operasional yang bersifat dinamis, karena proses pasokan dan distribusi terus berlangsung, sehingga tidak berarti stok akan habis pada hari ke-21, melainkan menggambarkan kapasitas penyimpanan nasional dalam kondisi normal. 

“Masih cukup 20 hari, nanti besok Insyaallah saya rapat di ESDM, kami akan rapat dengan Dewan Energi Nasional,” ujar Bahlil di Istana Negara, Selasa, 3 Maret 2026.

Baca juga : Gas Pol! Pemerintah Siapkan Tarif Diskon Tol 30 Persen

Lonjakan Konsumsi BBM Saat Mudik

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga menghadapi lonjakan konsumsi energi selama mudik Lebaran 2026. Berdasarkan proyeksi Pertamina, konsumsi gasoline (bensin) seperti Pertalite dan Pertamax diperkirakan meningkat 12 persen dibandingkan kondisi normal, seiring tingginya mobilitas mudik dan wisata. 

Konsumsi solar (gasoil) justru diproyeksikan menurun 14,5 persen karena adanya pembatasan operasional kendaraan logistik berat selama libur Lebaran. 

Sementara itu, konsumsi LPG diperkirakan meningkat 4 persen untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama periode libur panjang, dan avtur naik 2,8 persen guna mengantisipasi penambahan jadwal penerbangan (extra flight) saat arus mudik dan balik. 

Kenaikan signifikan juga diproyeksikan terjadi di Tol Trans Jawa, seperti ruas Cipali, Semarang–Solo, dan Colomadu, dengan peningkatan konsumsi BBM mencapai 25 - 30 persen. 

Pada sektor transportasi laut, kebutuhan BBM PT Pelni pada masa peak season termasuk Lebaran diperkirakan naik sekitar 23,5 persen, dari 17.000 kiloliter menjadi sekitar 21.000 kiloliter per bulan.

Baca juga : ASDP Beri Diskon & Single Tarif: Mudik Murah, UMKM Untung

Proyeksi Pergerakan Pemudik

Survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan memproyeksikan total pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang secara nasional. Angka ini menggambarkan potensi mobilitas besar yang akan terjadi selama periode arus mudik dan balik.

Jawa Barat tercatat sebagai daerah asal pemudik terbanyak dengan 30,97 juta orang. Sementara itu, Jawa Tengah menjadi tujuan utama dengan 38,71 juta orang, mencerminkan arus pergerakan yang dominan menuju wilayah tersebut.

Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi diperkirakan menjadi pilihan utama dengan 76,24 juta pengguna. Sepeda motor menyusul dengan 24,08 juta orang, serta bus sebanyak 23,34 juta orang, sedangkan kereta api, pesawat, dan kapal laut memiliki proporsi yang lebih kecil.

Pemerintah tetap waspada karena pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan realisasi di lapangan dapat melampaui proyeksi. Pada periode Lebaran lalu, jumlah pergerakan masyarakat bahkan mencapai 154,6 juta orang meskipun prediksi survei awal lebih rendah.

Untuk kendaraan yang keluar Jabodetabek, PT Jasa Marga memproyeksikan 3,6 juta kendaraan melalui tol kelolaannya dengan sekitar 50 persen menuju arah timur, yakni Trans Jawa dan Bandung. 

Sementara itu, Kakorlantas Polri memperkirakan sekitar 3,5 juta kendaraan keluar Jakarta dengan cakupan lebih luas. Lonjakan mobil pribadi ini menjadi faktor utama peningkatan konsumsi bensin selama periode mudik.