Nasional & Internasional

Perkuat Ekspansi ke Pasar Ritel, RNI Lakukan Rebranding Produk Gula

  • Produk ini dijual dengan harga di kisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per kg.

JAKARTA – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) perkuat ekspansi ke pasar ritel dengan meluncurkan kemasan baru produk gula kristal putih Raja Gula. Peluncuran produk ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas gula yang dihasilkan perusahaan pelat merah ini.

Direktur Utama RNI Eko Taufik Wibowo mengatakan, produk baru ini juga diharapkan dapat menstimulus geliat bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mengingat, sebagai produk BUMN, harga jual Raja Gula dipastikan tidak akan berada di atas harga eceran tertinggi (HET).

Dalam pendistribusian Raja Gula, lanjut Eko, pihaknya akan memprioritaskan kerja sama dengan sejumlah warung serta pelaku UMKM. Agar mudah didapatkan, spreading Raja Gula dilakukan melalui kantor perwakilan cabang Rajawali Nusindo RNI Group. Selain itu, pendistribusian juga akan dilakukan secara daring melalalui platform e-commerce.

“Produk ini telah tersebar di lebih dari 13.000 outlet di seluruh Indonesia. Distributor RNI juga terus bergerak memperluas spreading guna menambah sebaran outlet dan dijual dengan harga pada kisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram,” ujarnya di Jakarta, Senin 12 Oktober 2020.

Menurutnya, rebranding produk tersebut juga merupakan bagian dari agenda transformasi RNI menuju penguatan lini bisnis pangan. Eko berharap, melalui perubahan kemasan dan tagline tersebut dapat memunculkan image baru bagi produknya.

“Pada momen ulang tahun ke-56 RNI, kami melakukan branding ulang produk Raja Gula agar memperkuat daya tarik konsumen,” tuturnya.

Gedung PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) / Rni.co.id
Geser Segmen

Tidak hanya dari sisi kemasan, ia bilang yang membedakan dari produk ini adalah segmen pasar. Ketika diluncurkan tujuh tahun lalu, Raja Gula disiapkan untuk menyasar pasar menengah ke atas atau memenuhi kebutuhan gula premium. Namun saat ini, Eko menegaskan bahwa RNI lebih fokus menyiapkan Raja Gula sebagai produk yang dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa rebranding produk juga sebagai bentuk upaya melakukan hilirisasi serta memperkuat daya saing produk pangan dalam negeri. Penguatan hilirisasi, menurut Eko sangat relevan dengan tujuan pembentukan BUMN Klaster Pangan yang saat ini diketuai oleh RNI.

“Raja Gula merupakan salah satu dari sekian banyak produk pangan milik BUMN Klaster Pangan. Selanjutnya RNI akan meluncurkan berbagai jenis produk pangan lainnya seperti teh, minyak goreng, dan beras. Selain itu ada juga produk handsanitizer yang terbuat dari etanol sebagai produk samping hasil pengolahan tebu. Saat ini konsepnya sedang dimatangkan,” tutup Eko. (SKO)