Tren Pasar

Optimalisasi Portofolio, APLN Jelaskan Penjualan Aset Mall

  • Manajemen APLN berikan penjelasan detail terkait penjualan Mall Deli Park Rp2,44 triliun. Dana dialokasikan untuk deleveraging utang dan proyek di Balikpapan.
IMG-20240603-WA0005.jpg
*CAPTION FOTO II* *Kolaborasi Strategis Podomoro Golf View dan Universitas Indonesia* Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk. Noer Indradjaja (tengah) didamping Corporate Marketing Director PT Agung Podomoro Land Tbk. Agung Wirajaya (kiri) dan Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA (kanan) berbincang bersama dalam Seremoni Peresmian Marketing Lounge Podomoro Golf View di Universitas Indonesia, Senin (3/6). Kolaborasi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan civitas akademika UI terhadap tempat tinggal seperti penyediaan apartemen eksklusif di Tower Ekki Podomoro Golf View. (Agung Podomoro)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Emiten properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memberikan penjelasan detail terkait penjualan Mall Deli Park kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi korporasi senilai Rp2,44 triliun ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam melakukan optimalisasi dan rebalancing portofolio aset secara berkala.

Sekretaris Perusahaan APLN, F Justini Omas, menyatakan bahwa penjualan dilakukan melalui entitas anak, PT Sinar Menara Deli (SMD), kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI). Transaksi ini bertujuan memperkuat posisi kas dan likuiditas perseroan untuk pengembangan aset strategis yang berkontribusi tinggi terhadap kinerja jangka panjang.

Berdasarkan keterbukaan informasi, nilai total transaksi tersebut sudah termasuk PPN dengan skema pelunasan sekaligus pada saat penandatanganan Akta Jual Beli (AJB). Perseroan menegaskan bahwa penetapan harga jual tersebut ditetapkan berdasarkan pertimbangan komersial yang wajar dengan memperhatikan kondisi pasar properti saat transaksi.

1. Penggunaan Dana untuk Deleveraging

Fokus utama dari hasil penjualan ini adalah pengurangan kewajiban keuangan atau deleveraging. APLN mengalokasikan dana tersebut untuk membayar sebagian utang anak usaha, PT Sinar Menara Deli (SMD) kepada Bank Maybank Indonesia sebesar Rp252 miliar dan sebagian utang perseroan kepada Bank Danamon Indonesia.

Nilai pembayaran utang kepada Bank Danamon Indonesia tercatat sebesar Rp400 miliar. Justini menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan struktur permodalan agar perseroan memiliki profil keuangan yang lebih sehat untuk mendukung kebutuhan pendanaan operasional serta investasi di masa depan.

2. Pengembangan Proyek di Balikpapan

Selain untuk pembayaran kewajiban, dana segar hasil divestasi Mall Deli Park akan dialokasikan untuk pengembangan proyek perseroan di Balikpapan. Proyek ini dijalankan melalui entitas anak perusahaan lainnya, yaitu PT Pandega Citraniaga, sebagai bagian dari fokus pengelolaan aset-aset strategis perusahaan.

"Dana hasil penjualan dapat digunakan untuk beberapa hal utama, yaitu pengurangan kewajiban keuangan (deleveraging), penguatan struktur permodalan, pengembangan proyek perseroan di Balikpapan melalui entitas anak PT Pandega Citraniaga," tulis Justini dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa, 20 Januari 2026. 

3. Penentuan Harga Tanpa Penilai Independen

Pihak pembeli dan penjual menyepakati bahwa penetapan harga jual Mall Deli Park tidak menggunakan jasa penilai independen. Penentuan harga didasarkan pada hasil negosiasi antar para pihak yang dilakukan secara independen dan arm’s length dengan mempertimbangkan karakteristik serta kinerja aset tersebut.

Justini menegaskan bahwa meskipun tanpa penilai independen, harga transaksi tetap mencerminkan nilai wajar. "Perseroan menilai bahwa harga transaksi tersebut telah mencerminkan nilai wajar aset dan tidak merugikan kepentingan perseroan maupun pemegang saham," ungkapnya dalam surat resmi kepada otoritas bursa.

4. Respon Pasar dan Pergerakan Saham

Aksi korporasi pelepasan aset ini ditanggapi secara positif oleh pasar modal, yang terlihat dari kenaikan signifikan pada harga saham APLN. Berdasarkan data RTI, harga saham APLN tercatat melambung 64,15% dalam kurun waktu satu bulan terakhir seiring dengan informasi positif terkait restrukturisasi internal.

Justini menambahkan bahwa sentimen ini juga didukung oleh pandangan analis sekuritas yang membawa angin segar bagi saham-saham di sektor properti. Perbaikan likuiditas melalui optimalisasi portofolio aset seperti Mall Deli Park dinilai menjadi faktor penting yang mendorong kepercayaan investor terhadap prospek emiten ke depan.