Mengenal Trailing Stop Saham, Strategi Trading Investor
- Trailing stop atau stop order merupakan instruksi otomatis kepada sistem perdagangan untuk melakukan jual atau beli saham ketika harga mencapai level tertentu.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Fluktuasi harga saham yang tinggi menjadi tantangan besar bagi investor dan trader di pasar modal. Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, kemampuan mengelola risiko menjadi faktor penentu keberlangsungan investasi.
Salah satu strategi yang banyak digunakan untuk mengendalikan risiko tersebut adalah penggunaan fitur Trailing stop saham. Trailing stop atau stop order merupakan instruksi otomatis kepada sistem perdagangan untuk melakukan jual atau beli saham ketika harga mencapai level tertentu.
Strategi ini dirancang untuk membantu investor membatasi kerugian, mengunci keuntungan, serta menjaga disiplin dalam bertransaksi.
Dividen ADRO Cair Januari, Boy Thohir-Edwin Cuan Melintir
Apa Itu Trailing Stop Saham?
Secara sederhana, trading stop saham adalah mekanisme pengamanan harga. Investor menetapkan batas harga tertentu sejak awal transaksi. Ketika harga saham menyentuh level tersebut, sistem akan mengeksekusi perintah secara otomatis tanpa perlu campur tangan emosi investor.
Praktik ini umum digunakan oleh trader harian hingga swing trader, terutama di pasar yang volatil seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana pergerakan harga saham bisa berubah signifikan dalam waktu singkat.
Terdapat beberapa jenis trading stop yang lazim digunakan pelaku pasar:
- Stop Loss, berfungsi membatasi kerugian. Saham akan otomatis dijual ketika harga turun ke level yang telah ditentukan.
- Take Profit (Stop Profit), digunakan untuk mengamankan keuntungan ketika harga sudah mencapai target tertentu.
- Trailing Stop, stop order yang bergerak mengikuti kenaikan harga saham, sehingga keuntungan dapat dimaksimalkan sembari tetap terlindungi.
- Time Stop, penjualan saham dilakukan apabila dalam jangka waktu tertentu harga tidak bergerak sesuai ekspektasi.
Tujuan utama trailing stop adalah untuk perlindungan modal (capital protection). Dalam praktiknya, banyak investor mengalami kerugian besar bukan karena salah memilih saham, melainkan karena tidak memiliki batas kerugian yang jelas.
Trailing stop membantu investor menghindari kerugian berlarut-larut, menjaga stabilitas emosi saat pasar bergejolak, meminimalkan keputusan impulsif yang sering dipicu oleh kepanikan, serta menjalankan strategi investasi secara lebih konsisten dan disiplin.
Dalam kondisi pasar yang volatil, harga saham dapat turun 10–20 persen hanya dalam hitungan beberapa hari. Tanpa penerapan stop loss atau trailing stop, kerugian berpotensi membesar dan secara perlahan menggerus modal investasi secara signifikan.
Investor legendaris Warren Buffett kerap mengingatkan pentingnya menjaga modal. “Aturan nomor satu dalam investasi adalah jangan kehilangan uang. Aturan nomor dua adalah jangan lupa aturan nomor satu.” ungkapnya dalam salah satu kesempatan, dikutip Jumat, 26 Desember 2025.
Sementara itu, trader saham Amerika Serikat Mark Minervini dikenal sangat disiplin menggunakan stop loss. Ia menyatakan akan keluar dari saham jika harganya turun sekitar 7–8 persen dari harga beli, tanpa kompromi.
Di Indonesia, investor senior Lo Kheng Hong juga menekankan pentingnya memahami risiko sebelum membeli saham. Meski dikenal sebagai value investor jangka panjang, ia berulang kali mengingatkan investor pemula agar tidak mengabaikan aspek perlindungan modal.
Meski terlihat sederhana, penggunaan trailing stop kerap disalahartikan oleh investor maupun trader. Kesalahan yang sering terjadi antara lain menentukan stop loss terlalu sempit sehingga mudah tersentuh oleh fluktuasi harga harian, menggeser stop loss karena takut mengalami kerugian, bahkan tidak menggunakan stop sama sekali dengan harapan harga akan kembali naik.
Selain itu, banyak pelaku pasar yang menyamakan strategi trader aktif dengan investor jangka panjang tanpa mempertimbangkan perbedaan tujuan dan karakteristik masing-masing pendekatan.
Perilaku-perilaku tersebut justru berpotensi memperbesar risiko kerugian dan melemahkan fungsi trailing stop sebagai alat perlindungan modal.
Trailing stop saham bukanlah tanda pesimisme, melainkan bentuk kedisiplinan dan kedewasaan dalam berinvestasi. Di tengah volatilitas pasar, strategi ini menjadi alat penting untuk menjaga modal, mengendalikan emosi, dan meningkatkan peluang bertahan jangka panjang di pasar saham.
Bagi investor pemula, memahami dan menerapkan trailing stop sejak awal dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kebiasaan investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Muhammad Imam Hatami
Editor
