Tren Ekbis

Membaca Prospek IHSG, APBN dan Rupiah di Era Suahasil Nazara

  • Pergantian Purbaya ke Suahasil memicu respons positif pasar. Simak prospek IHSG, APBN, dan rupiah serta tantangan fiskal Indonesia hingga akhir 2026.
WhatsApp Image 2026-09-15 at 11.59.19.jpeg

JAKARTA, TRENASIA.ID – Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa mengagetkan pasar keuangan. Pergantian tersebut membawa tiga tantangan besar yang akan menjadi ujian awal Suahasil, yakni Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta nilai tukar rupiah.

Pasar sempat merespons positif setelah pelantikan Suahasil. Namun, penguatan tersebut dinilai belum cukup untuk memastikan terbentuknya tren kenaikan baru. Investor masih menunggu kebijakan konkret Menkeu baru, terutama terkait disiplin fiskal, belanja pemerintah, pengelolaan utang, serta strategi menjaga stabilitas rupiah.

IHSG sempat terkoreksi 2,31% ke level 6.390 pada sesi I perdagangan Senin (14/9/2026). Namun, indeks berbalik menguat dan ditutup di level 6.534,69 setelah pelantikan Suahasil. Penguatan IHSG turut ditopang saham perbankan. BBRI naik 3,98%, BBTN 3,40%, BBNI 3,20%, BBCA 2,77%, dan BMRI 1,83%. 

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai pembalikan arah IHSG tersebut masih merupakan relief rally. Menurutnya, risiko pasar berkurang karena Suahasil bukan figur asing bagi Kementerian Keuangan, melainkan teknokrat yang memahami APBN dan birokrasi fiskal.

Pasar, lanjut Liza, mengapresiasi harapan terhadap kesinambungan kebijakan dan kredibilitas fiskal. Namun, agenda belanja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjadi ujian pertama bagi Menkeu baru.

Baca juga : Rupiah Fluktuatif, Pasar Cerna Pergantian Menteri Keuangan

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya juga menilai latar belakang teknokrat Suahasil dapat menjaga kredibilitas fiskal dan komunikasi dengan investor. Investor akan mencermati kebijakan belanja pemerintah, transfer ke daerah, subsidi energi, serta penempatan likuiditas pada bank BUMN.

Untuk akhir 2026, sejumlah lembaga memiliki target IHSG yang beragam. Mandiri Sekuritas menargetkan 6.810 dalam skenario dasar dan 7.470 dalam skenario bull case. Mirae Asset memproyeksikan 6.800, JP Morgan 7.000, sedangkan Samuel Sekuritas memasang target 6.600.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Harry Su mengingatkan bahwa IHSG sudah mendekati target 6.600 sehingga ruang kenaikan indeks relatif terbatas. Meski demikian, penurunan risk premium dapat membuka peluang re-rating terhadap saham perbankan berkualitas.

APBN: Defisit Mendekati 3%

Tantangan berikutnya datang dari APBN. APBN 2026 dirancang dengan belanja negara Rp3.842,7 triliun dan pendapatan Rp3.153,6 triliun. Dengan demikian, defisit ditetapkan Rp689,1 triliun atau 2,68% terhadap PDB.

Namun, proyeksi terkini memperkirakan defisit dapat melebar menjadi Rp734,3 triliun atau sekitar 2,85% PDB. Angka tersebut semakin mendekati batas 3% yang menjadi salah satu perhatian utama investor.

Suahasil menegaskan komitmennya untuk menjaga defisit tetap di bawah 3%. Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.

Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai outlook defisit sekitar 2,85% menunjukkan ruang fiskal Indonesia relatif terbatas.

Chief Economist Bank Danamon Irman Faiz melihat pergantian Menkeu sebagai sinyal kesinambungan kebijakan fiskal, bukan perubahan rezim fiskal. Pengalaman Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dinilai dapat mengurangi risiko transisi.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede juga melihat Suahasil memiliki tantangan untuk menjaga kesinambungan kebijakan fiskal saat menjalankan APBN 2026 sekaligus mempersiapkan APBN 2027.

Sejumlah persoalan yang perlu dihadapi antara lain optimalisasi penerimaan pajak melalui Coretax, pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hilirisasi, transfer ke daerah, serta tekanan subsidi energi akibat harga minyak.

Baca juga : Meneropong Prospek IHSG Usai Suahasil Nazara Geser Purbaya

Rupiah : Stabil tetapi Masih Rentan

Nilai tukar rupiah menjadi ujian ketiga bagi Suahasil. Rupiah ditutup melemah 0,36% ke level Rp17.611 per dolar AS pada Jumat (11/9/2026). Sebelumnya, rupiah bahkan sempat menembus Rp18.100 per dolar AS pada Juni 2026.

Pergantian Menkeu berpotensi memberikan sentimen positif terhadap rupiah apabila pasar melihat adanya kesinambungan dan kredibilitas fiskal.

Senior Economist DBS Group Research Radhika Rao memperkirakan rupiah berada di kisaran Rp17.600-Rp18.000 per dolar AS pada 2026. Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih solid, sementara arus investasi dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar.

Harry Su menilai peningkatan kredibilitas fiskal dapat menurunkan country risk premium. Kondisi tersebut berpotensi mendukung penguatan rupiah, menurunkan yield Surat Utang Negara (SUN), dan pada akhirnya menurunkan discount rate di pasar saham.

Selain kebijakan fiskal domestik, rupiah tetap menghadapi risiko eksternal dari harga minyak, geopolitik, imbal hasil US Treasury, kebijakan suku bunga The Fed, serta pergerakan imbal hasil obligasi Jepang.

Baca juga : Peluang di Balik Melambatnya Transaksi Kripto RI

IHSG, APBN, dan rupiah pada akhirnya tidak dapat dipisahkan. Kredibilitas fiskal menjadi fondasi bagi stabilitas rupiah, sementara stabilitas rupiah memengaruhi arus modal asing dan valuasi saham di IHSG.

Suahasil menghadapi dilema antara menjaga disiplin fiskal dengan tetap menyediakan anggaran untuk membiayai program prioritas pemerintah. Harry Su menilai pergantian Menkeu belum mengubah outlook pasar secara signifikan hingga akhir 2026. Namun, komposisi sentimen pasar berpotensi menjadi lebih positif.

Karena itu, perhatian investor kini beralih dari sosok Suahasil menuju kebijakan fiskal perdana yang akan diambilnya. Kemampuan menjaga defisit di bawah 3%, mengelola belanja prioritas, mempertahankan kredibilitas APBN, serta menjaga stabilitas rupiah akan menjadi penentu apakah relief rally di pasar saham dapat berkembang menjadi reli yang lebih berkelanjutan.