Laba Properti Aguan PANI CBDK Tembus Triliunan, Mengejutkan?
- Laba bersih PANI meroket 83,89% dan CBDK melesat 47,53% pada 2025. Bisnis properti Aguan di kawasan PIK 2 sukses raup untung triliunan. Intip selengkapnya yuk

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Gurita bisnis properti milik taipan Sugianto Kusuma alias Aguan mencatatkan tinta emas sepanjang periode tahun 2025. Dua emiten andalannya yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) kompak meraup untung triliunan rupiah.
Kinerja ciamik kedua perusahaan real estat tersebut mencerminkan daya tahan fundamental bisnis yang sangat kokoh di tengah dinamika makroekonomi. Lonjakan laba bersih yang signifikan didorong oleh performa pendapatan operasional yang solid pada kawasan strategis Pantai Indah Kapuk 2 secara terintegrasi.
Para investor di bursa kini memberikan sorotan tajam terhadap potensi pertumbuhan berkelanjutan dari ekosistem properti terintegrasi milik Grup Agung Sedayu. Keberhasilan mencapai target prapenjualan menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan pasar terhadap kualitas hunian premium di kawasan tersebut masih tinggi.
Lonjakan Laba Fantastis PANI
PANI secara mengejutkan berhasil membukukan laba bersih senilai Rp1,14 triliun sepanjang tahun buku 2025. Perolehan laba tersebut meroket sangat tajam sebesar 83,89% jika dibandingkan dengan capaian pada periode tahun sebelumnya yang hanya senilai Rp623,91 miliar.
Pertumbuhan keuntungan yang masif ini berbanding lurus dengan kenaikan nilai laba per saham perusahaan yang kini menjadi Rp67,69. Pada tahun sebelumnya, posisi angka tersebut masih berada pada level Rp38,78 per lembar yang menunjukkan efektivitas pengelolaan modal serta struktur finansial perseroan.
Pihak manajemen mengungkapkan bahwa performa lini atas yang sangat kuat menjadi faktor penentu utama di balik keberhasilan finansial tersebut. Pendapatan bersih perusahaan tercatat menembus angka Rp4,31 triliun atau tumbuh pesat sebesar 52,37% dari posisi awal tahun sebelumnya senilai Rp2,83 triliun.
Kinerja Operasional CBDK Menguat
Emiten properti lainnya yakni CBDK juga turut melaporkan kinerja keuangan yang tidak kalah mentereng. Perseroan secara resmi berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp1,36 triliun atau mengalami kenaikan mencapai 47,53% secara tahunan pada sepanjang tahun lalu.
Selaras dengan pertumbuhan tersebut, angka laba per saham perusahaan juga ikut terkerek naik secara signifikan menuju level Rp241,45. Pencapaian ini menguat cukup tajam jika dibandingkan dengan posisi pada periode tahun sebelumnya yang hanya berada di level Rp181,25 per lembar saham di bursa.
Segmen real estat masih menjadi tulang punggung utama pendapatan perusahaan dengan menyumbang nilai penjualan sebesar Rp2,46 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih perusahaan tercatat naik 11,32% menjadi Rp2,5 triliun seiring dengan terus meningkatnya permintaan pasar terhadap hunian eksklusif di kawasan sekitarnya.
Target Prapenjualan Tercapai Penuh
Keberhasilan operasional PANI semakin terlihat jelas dari realisasi prapenjualan yang menembus angka Rp4,3 triliun. Capaian pemasaran tersebut secara luar biasa setara dengan 100% dari total target yang telah ditetapkan sebelumnya oleh jajaran manajemen perusahaan pengembang properti.
Segmen residensial atau hunian tetap menjadi kontributor terbesar dengan nilai prapenjualan mencapai Rp2,0 triliun atau setara porsi 47%. Selanjutnya, penjualan kaveling tanah komersial menyumbang Rp1,2 triliun sedangkan berbagai produk komersial lainnya berhasil memberikan kontribusi pemasaran sebesar Rp1,07 triliun bagi perseroan saat ini.
Data tersebut menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap hunian terintegrasi di kawasan strategis masih tetap terjaga dengan sangat baik. Pihak manajemen menegaskan bahwa preferensi pembeli saat ini semakin selektif dan cenderung lebih berorientasi pada kualitas produk serta nilai investasi properti jangka panjang.
NICE Jadi Katalis Strategis Kawasan
Kehadiran Nusantara International Convention and Exhibition atau NICE yang telah beroperasi sejak bulan Agustus 2025 menjadi daya tarik baru. Fasilitas pameran berskala internasional ini dikembangkan sebagai aset utama sektor MICE guna memperkuat ekosistem ekonomi terintegrasi di kawasan tersebut secara masif saat ini.
Bangunan raksasa tersebut berdiri kokoh di atas lahan seluas 123.000 meter persegi dengan total luas area bangunan mencapai 375.000 meter persegi. Kehadiran aset ini diharapkan mampu menggaet investor sekaligus meningkatkan aktivitas bisnis yang berdampak langsung pada penguatan nilai properti komersial di sekitarnya.
Keberhasilan strategi pengembangan kawasan yang terintegrasi telah membuktikan bahwa fundamental bisnis perusahaan masih sangat kuat menghadapi siklus industri properti nasional. Inovasi aset komersial seperti ini menjadi kunci utama dalam menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi perusahaan agar tetap berkelanjutan dan relevan bagi kebutuhan pasar.
Strategi Pertumbuhan Aguan Kedepan
Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), Sugianto Kusuma, menyatakan bahwa tahun 2025 merupakan periode konsolidasi bisnis sehat. Fokus utama perusahaan tetap pada pertumbuhan yang berkualitas demi menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham serta para investor potensial di bursa.
Manajemen berkomitmen untuk terus menerapkan strategi pengembangan yang sangat hati-hati dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan bisnis. Optimalisasi portofolio produk hunian akan terus dilakukan guna menjawab kebutuhan pasar properti nasional yang dinamis serta terus mengalami perkembangan tren yang sangat cepat.
Kepercayaan konsumen menjadi modal utama perusahaan dalam menjaga dominasi pasar di kawasan pantai utara Jakarta yang sangat potensial tersebut. Aguan menegaskan, "Strategi pengembangan kawasan PIK 2 yang terintegrasi, relevan dengan kebutuhan pasar, dan berbasis fundamental yang kuat tetap mendapatkan kepercayaan konsumen dan investor,” tuturnya.

Alvin Bagaskara
Editor
