Jumlah Rekening yang Dijamin LPS Capai 99,91 Persen
- JAKARTA – Jumlah rekening masyarakat yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencapai 99,91% atau setara dengan 339.913.159 rekening per Oktober 2020....

Aprilia Ciptaning
Author
JAKARTA – Jumlah rekening masyarakat yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencapai 99,91% atau setara dengan 339.913.159 rekening per Oktober 2020.
Di tengah kondisi pemulihan ekonomi akibat pandemi, pertumbuhan simpanan di perbankan dinilai tumbuh stabil.
“Data pertumbuhan jumlah rekening dan nominal simpanan pada 110 bank umum per Oktober 2020 tumbuh stabil,” ungkap Sekretaris LPS Muhamad Yusron dalam keterangan tertulis yang dikutip TrenAsia.com, Selasa, 8 Desember 2020.
- BKPM Minta Proyek Pengolahan Nikel di Maluku Utara Libatkan Pengusaha Lokal
- Alasan Bank Lambat Turunkan Bunga Kredit
- 18 Rancangan SNI Bidang Ketenagalistrikan Dirumuskan Tahun Ini
Ia merinci, dari sisi jumlah rekening, per Oktober 2020 mencapai 340.206.967 rekening. Jumlah ini naik 1,37% month-to-month (mtm) dibandingkan September 2020 sebanyak 335.605.299 rekening.
Sementara itu, jika dilihat secara tahunan, rekening pada Oktober tahun ini juga tumbuh 14,44% year-on-year (yoy). Diketahui, jumlah rekening simpanan pada Oktober 2019 ada 297.285.549 rekening.
Namun, jika dilihat dari sisi nominal, simpanan di bank umum mengalami penurunan hingga -0,44% (mtm). Semula Rp6.721 triliun pada September 2020 menjadi Rp6.691 triliun pada Oktober 2020.
Meskipun demikian, total nominal simpanan ini secara tahunan masih tumbuh 11,45% yoy dibandingkan Oktober 2019 yang sebesar Rp6.003 triliun.
“Hal ini menunjukkan bahwa kondisi likuiditas perbankan sangat longgar. Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan juga masih tinggi,” tambah Yusron.
Per kuartal III-2020, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat tinggi sebesar 12,88% yoy. Selain itu, pada periode ini rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan sebesar 23,41%.
Adapun rasio kredit bermasalah non performing loan (NPL) tetap rendah sebesar 3,15% secara bruto dan 1,07% secara neto. Namun, pertumbuhan kredit masih terkontraksi sebesar -0,47% yoy pada Oktober 2020.
