Jangjo Tularkan Virus Zero Waste dari SCBD hingga Blok M
- Inovasi zero waste dari Jangjo sudah digunakan di pusat perbelanjaan besar seperti Plaza Indonesia, FX Mall, SCBD Park, dan hotel seperti Aston Pluit.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Masalah sampah hingga kini masih menjadi persoalan. Di tengah kondisi ini, perusahaan startup Jangjo hadir dengan solusi pengelolaan sampah terintegrasi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas.
Selain mengusung konsep zero waste, starup yang didirikan pada 2019 ini juga menekankan pengolahan sampah menjadi produk bernilai.
Jangjo adalah platform pengelolaan sampah yang menghubungkan berbagai pihak terkait dalam proses pemilahan sampah, dengan tujuan menghadirkan solusi manajemen sampah yang berkelanjutan berbasis konsep ekonomi sirkular.
Startup Jangjo menghadirkan teknologi pengelolaan sampah canggih yang mengubah cara kita melihat limbah perkotaan di era zero waste. Di tahun 2024, Jangjo menghadirkan teknologi JOWI Integrated System yang mendorong sirkular ekonomi, sehingga semua sampah diolah menjadi barang berharga.
Co-Founder dan CEO Jangjo Joe Hansen menilai, JOWI System efektif untuk mendukung desentralisasi pengolahan sampah di perkotaan, karena memerlukan lahan yang lebih kecil dibandingkan metode konvensional.
JOWI hanya memerlukan area pengelolaan sampah seluas 3.000 m², jauh lebih kecil dibandingkan sistem konvensional yang butuh 10.000 m². Dilansir dari Urbantani, beroperasi di lahan 3.000 m², JOWI mampu mengolah 6.000 ton sampah per bulan atau sekitar 90 % dari volume Jakarta harian.
Selain itu, pihaknya menerapkan metode pengolahan sampah secara desentralisasi, sehingga lokasi pengelolaan tidak terkonsentrasi di satu titik saja. Pendekatan desentralisasi ini dianggap lebih efisien dibandingkan sistem yang mengharuskan seluruh sampah dibawa ke satu lokasi, seperti halnya TPST Bantar Gebang.
Joe Hansen menjelaskan bahwa dalam proses pengelolaan, limbah rumah tangga yang diterima akan melalui tahap pemilahan terlebih dahulu.
Setelah barang‑barang berharga dipisahkan, teknologi Jangjo akan mengolah sisa sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau Solid Recovered Fuel (SRF), sementara sebagian lainnya dijadikan pakan untuk maggot BSF, sambil mengurangi ruang pengolahan hingga 70 %.

Hasil sampah organik dari BSF ini memiliki potensi untuk diekspor atau digunakan sebagai pakan ternak. Sedangkan sampah plastik akan diubah menjadi berbagai produk, termasuk sebagai bahan bakar untuk pabrik semen.
Di samping itu, residu dari sampah plastik juga diolah menjadi berbagai produk bernilai jual. Seluruh sampah dikelola secara menyeluruh hingga tidak ada yang tersisa. Hal ini sebagai upaya terbaik untuk mencegah penumpukan sampah yang dapat menimbulkan penyakit.
JOWI sudah digunakan di pusat perbelanjaan besar seperti Plaza Indonesia, FX Mall, SCBD Park, dan hotel seperti Aston Pluit. Mereka menjalin kemitraan B2B, bukan sekadar melayani pelanggan, melainkan membangun ekosistem zero waste.
Dampaknya sudah nyata, sampah dari mal diubah menjadi bahan bakar dan pakan maggot, sekaligus membantu efisiensi operasional mereka.
Lalu, pada Juni 2025, Jangjo meluncurkan kampanye Junk Revolution di berbagai mal besar, mengajak tenant dan pengunjung untuk mulai memilah sampah dari sumbernya. Kampanye ini bertujuan menjadikan zero waste sebagai kebiasaan nyata, bukan slogan semata.
Kampanye ini mengusung pendekatan menyeluruh, mulai dari edukasi publik, sistem pengumpulan sampah terpilah, pengolahan zero waste hingga tidak ada yang masuk ke TPA, hingga pelaporan dampak lingkungan secara komprehensif.
Strategi ini menyerupai kampanye edukasi publik yang diawasi OJK, dengan fokus mendorong perubahan perilaku melalui kolaborasi multi-pihak. Junk Revolution melibatkan beberapa pusat perbelanjaan utama di Jakarta, antara lain Plaza Indonesia, FX Sudirman, Gandaria City, Blok M Plaza, Kota Kasablanka, dan SCBD Park.
Inisiatif ini juga didukung oleh pelaku industri yang aktif dalam keberlanjutan, seperti Indocement sebagai mitra pemanfaat hasil olahan sampah, dan Magalarva, perusahaan spesialis pengolahan sampah makanan.
Berdasarkan data internal Jangjo, lebih dari 1.500 ton sampah per bulan telah berhasil diolah melalui JOWI. Laporan Kementerian PPN/Bappenas (2023) juga menegaskan bahwa strategi teknologi zero waste sangat efektif dalam mengurangi pencemaran dan emisi.
JOWI menyediakan impact report, yang menunjukkan dampak nyata berupa pengurangan gas rumah kaca dan efisiensi penggunaan lahan. Langkah Jangjo sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target Indonesia Bersih Sampah 2025, yang menargetkan pengurangan sampah hingga 30% dan menangani 70% sampah.

Distika Safara Setianda
Editor
