Tren Pasar

IHSG Siap Jebol 9.000? BBRI dan INDY Masih Bisa Gaspol

  • IHSG OTW 9.000! Asing agresif serok RAJA & BBCA. Phintraco ingatkan potensi profit taking. Cek menu trading BBTN & INDY hari ini.
Aktifitas Bursa Saham - Panji 2.jpg
Pekerja berjalan di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Mail Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta 17 Oktober 2023. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang dalam mode "gaspol" penuh. Setelah sukses menutup perdagangan Selasa kemarin dengan rekor baru di level 8.933, indeks hari ini, Rabu, 7 Januari 2026, diprediksi siap menjebol tembok psikologis keramat di level 9.000.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Pasar saham Indonesia sedang dibanjiri likuiditas asing yang sangat deras. Phintraco Sekuritas menilai momentum bullish ini masih punya tenaga, didukung oleh guyuran insentif pemerintah. Namun, lampu kuning teknikal mulai menyala, mengingatkan investor agar tidak terlalu euforia.

Kombinasi antara rekor All Time High, aliran dana asing triliunan rupiah, dan diskon pajak dari pemerintah menciptakan skenario pasar yang sangat dinamis hari ini. Apakah angka 9.000 akan tercapai atau justru terjadi aksi profit taking massal di area pucuk?

1. Asing Sudah Serok Rp1,69 Triliun

Keyakinan pasar menembus level 9.000 didasari oleh fondasi dana asing yang kokoh. Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih (Net Buy) sebesar Rp591,08 miliar kemarin. Angka ini menggenapkan total belanja asing menjadi Rp1,69 triliun hanya dalam tiga hari perdana tahun 2026.

Masifnya aliran modal masuk atau capital inflow ini menjadi bukti bahwa investor global sedang melakukan rebalancingbesar-besaran ke pasar Indonesia. Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi incaran utama, memberikan tenaga ekstra bagi IHSG untuk terus mendaki ke area yang belum pernah terjamah sebelumnya.

2. RAJA dan Big Banks Jadi Primadona

Menariknya, aliran dana asing ini tidak tersebar rata, melainkan terfokus pada saham-saham tertentu. Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) milik Happy Hapsoro menjadi juara belanja asing kemarin dengan nilai bersih Rp326,83 miliar, mengalahkan dominasi saham perbankan yang biasanya selalu memimpin.

Meski demikian, sektor perbankan tetap menjadi tulang punggung. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diborong asing masing-masing senilai Rp269 miliar dan Rp258 miliar. Akumulasi pada saham blue chip dan emiten infrastruktur gas ini menjadi sinyal bahwa "uang pintar" atau smart money menargetkan sektor strategis.

3. Warning: Target 9.000 dan Profit Taking

Di balik pesta rekor ini, indikator Stochastic RSI terpantau sudah memasuki area jenuh beli atau overbought. Kondisi ini biasanya menjadi sinyal awal akan terjadinya koreksi wajar atau pullback sesaat karena pelaku pasar mulai merealisasikan keuntungan di tengah euforia kenaikan harga.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat peluang penguatan masih terbuka lebar namun dibayangi risiko pembalikan arah jangka pendek. "Diperkirakan IHSG berpeluang menguji level psikologis di 9000, namun rentan minor pullback dalam jangka pendek karena profit taking," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Rabu, 7 Januari 2026. 

4. Kado Manis Insentif Pajak

Sentimen positif fundamental datang dari kebijakan fiskal pemerintah yang pro-pertumbuhan. Pemerintah resmi memberikan insentif pembebasan PPh 21 selama tahun 2026 untuk karyawan bergaji di bawah Rp10 juta di sektor padat karya serta PPN DTP 100% untuk sektor properti.

Rangkaian stimulus fiskal ini diharapkan dapat memicu efek berganda pada ekonomi riil, yang pada akhirnya akan bermuara pada perbaikan kinerja emiten. "Pemerintah berlanjut memberikan beberapa insentif untuk mendorong daya beli masyarakat sehingga diharapkan dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi," jelas Phintraco.

5. Terjepit Rupiah dan Data Global

Tantangan hari ini datang dari pasar mata uang dan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah ditutup melemah ke level Rp16.740 per Dolar AS di pasar spot. Selain itu, investor cenderung wait and see menanti rilis data ekonomi penting dari Eropa dan Amerika Serikat.

Pasar akan mencermati data penjualan ritel Jerman, inflasi Zona Euro, serta data lowongan kerja (JOLTS) dari AS yang krusial bagi kebijakan The Fed. "Selain mencermati perkembangan geopolitik global, investor menantikan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dari Eropa dan AS," tambah Phintraco.

6. Menu Saham Hari Ini 7 Januari 

Menghadapi potensi volatilitas tinggi menuju 9.000, strategi trading harus selektif. Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham perbankan BBRI dan BBTN yang diuntungkan oleh aliran dana asing dan insentif properti. Saham EMTK dan SRTG juga menarik dicermati sebagai opsi sektor teknologi-investasi.

Sementara itu, di tengah gejolak harga komoditas dan pelemahan Rupiah, saham energi INDY masuk dalam daftar pilihan. Kombinasi saham defensif (bank) dan siklikal (energi) dinilai sebagai racikan portofolio paling aman untuk menavigasi pasar yang sedang berada di puncak euforia.