Tren Global

21 Perusahaan Minyak Terbesar Dunia, Ada Aramco hingga BP

  • Isu minyak menjadi sorotan kembali setelah Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat. Berikut deretan perusahaan minyak terbesar dunia berikut produksinya.
images (38).jpeg
Cadangan Minyak Irak (Amwaj.media)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Nama Perusahaan minyak kembali sering disebut seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. 

Isu minyak menjadi sorotan karena Venezuela dikenal sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di dunia. Kondisi ini memicu pertanyaan publik, siapa sebenarnya perusahaan minyak terbesar di dunia saat ini?

Peringkat perusahaan minyak terbesar di dunia tidak ditentukan oleh satu indikator tunggal. Dalam praktiknya, ukuran “terbesar” biasanya dilihat dari dua tolok ukur utama, yakni kapitalisasi pasar yang mencerminkan nilai dan kepercayaan investor, serta volume produksi harian yang menunjukkan kekuatan riil dalam memasok energi global. 

Kedua metrik ini sering menghasilkan daftar yang berbeda, namun saling melengkapi dalam menggambarkan peta kekuatan industri migas dunia.

Pada 2025, dinamika industri minyak global tetap dipengaruhi oleh fluktuasi harga energi, ketegangan geopolitik, serta tekanan transisi menuju energi bersih. 

Meski demikian, perusahaan-perusahaan migas raksasa, baik milik negara maupun perusahaan publik, masih memegang peran kunci dalam menjaga stabilitas pasokan minyak dunia.

Baca juga : Maduro Ditangkap, Harga Minyak Dunia Malah Diskon

Raksasa Migas Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Dikutip laman Capital, Selasa, 6 Januari 2025, berdasarkan kapitalisasi pasar, Saudi Aramco menempati posisi teratas sebagai perusahaan minyak terbesar dunia dengan valuasi sekitar US$ 2,03 triliun. 

Status Aramco sebagai perusahaan milik negara Arab Saudi dengan cadangan minyak terbesar di dunia membuatnya unggul jauh dibanding pesaing lain.

Di posisi berikutnya, perusahaan minyak Amerika Serikat mendominasi. ExxonMobil berada di peringkat kedua dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 448 miliar, disusul Chevron di posisi ketiga dengan nilai lebih dari US$ 348 miliar. 

Dominasi perusahaan AS mencerminkan kuatnya sektor energi Negeri Paman Sam, terutama berkat revolusi minyak dan gas serpih (shale).

Perusahaan Eropa seperti Shell, TotalEnergies, dan BP juga masuk jajaran atas, didukung portofolio bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir serta investasi besar pada energi transisi. 

Sementara itu, perusahaan Asia seperti PetroChina, Sinopec, dan CNOOC menunjukkan meningkatnya peran China dalam peta energi global, seiring besarnya kebutuhan energi domestik dan ekspansi internasional.

Penguasa Produksi Minyak Dunia

Jika dilihat dari volume produksi harian, peta kekuatan industri migas berubah signifikan. Perusahaan minyak nasional atau National Oil Companies (NOC) mendominasi daftar ini. 

Saudi Aramco kembali memimpin dengan kapasitas produksi hingga sekitar 12 juta barel per hari, menjadikannya pemasok minyak terbesar di dunia.

Di belakang Aramco, perusahaan milik negara seperti National Iranian Oil Company (NIOC), Gazprom dan Rosneft dari Rusia, ADNOC dari Uni Emirat Arab, serta Pemex dari Meksiko menjadi pemain utama. 

Perusahaan-perusahaan ini umumnya menguasai cadangan minyak besar dan berperan langsung dalam kebijakan energi nasional masing-masing negara.

Sementara itu, perusahaan internasional seperti ExxonMobil, Chevron, BP, dan TotalEnergies tetap masuk jajaran produsen terbesar berkat operasi global yang tersebar di berbagai kawasan, meski skala produksinya masih berada di bawah perusahaan-perusahaan minyak nasional.

Baca juga : Wall Street Rekor Saat Perang, Apa Pelajaran Buat Gen Z?

Ringkasan Data Perusahaan Minyak Terbesar Dunia

  1. Saudi Aramco (Arab Saudi)
    Kapitalisasi pasar sekitar US$ 2,03 triliun. Produsen minyak terbesar dunia dengan kapasitas produksi hingga ±12 juta barel per hari.
  2. ExxonMobil (Amerika Serikat)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 448 miliar. Produksi sekitar 5,3 juta barel setara minyak per hari, dengan operasi global terintegrasi.
  3. Chevron (Amerika Serikat)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 348 miliar. Produksi sekitar 3,5 juta barel per hari, kuat di Amerika Serikat dan Asia-Pasifik.
  4. Shell (Britania Raya)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 199 miliar. Perusahaan energi terintegrasi dengan produksi di atas 2 juta barel per hari.
  5. ConocoPhillips (Amerika Serikat)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 161 miliar. Fokus pada sektor hulu dengan basis produksi besar di Amerika Utara.
  6. TotalEnergies (Prancis)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 139 miliar. Produksi sekitar 2,7 juta barel per hari dan aktif mengembangkan energi transisi.
  7. PetroChina (China)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 122 miliar. Tulang punggung pasokan energi China dengan produksi besar di dalam negeri.
  8. Equinor (Norwegia)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 112 miliar. Pemain utama minyak dan gas Laut Utara, sekaligus agresif di energi terbarukan.
  9. BP (Britania Raya)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 102 miliar. Produksi lebih dari 2 juta barel per hari dengan fokus pada strategi dekarbonisasi.
  10. Petrobras (Brasil)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 89 miliar. Produsen utama Brasil dengan keunggulan di ladang minyak laut dalam (deepwater).
  11. Gazprom (Rusia)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 85 miliar. Raksasa gas dunia dengan total produksi migas sekitar 9,7 juta barel setara minyak per hari.
  12. Enbridge (Kanada)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 79 miliar. Berfokus pada infrastruktur pipa dan transportasi energi lintas negara.
  13. EOG Resources (Amerika Serikat)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 78 miliar. Salah satu pemain utama minyak dan gas serpih di Amerika Serikat.
  14. Schlumberger (AS/Prancis)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 73 miliar. Perusahaan jasa ladang minyak terbesar di dunia dengan operasi global.
  15. Canadian Natural Resources (Kanada)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 69 miliar. Produsen utama minyak pasir (oil sands) Kanada.
  16. Sinopec (China)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 67 miliar. Kuat di sektor hilir, kilang minyak, dan distribusi energi.
  17. Occidental Petroleum (Amerika Serikat)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 66 miliar. Produsen minyak dan gas besar di Amerika Serikat, khususnya di wilayah Permian Basin.
  18. CNOOC (China)
    Kapitalisasi pasar ±US$ 62 miliar. Fokus pada eksplorasi dan produksi minyak serta gas lepas pantai.
  19. Pemex (Meksiko)
    Perusahaan minyak nasional Meksiko. Produksi sekitar 3,6 juta barel per hari, tidak tercatat di bursa saham.
  20. ADNOC (Uni Emirat Arab)
    Perusahaan minyak nasional UEA dengan produksi sekitar 2,9 juta barel per hari dan cadangan minyak besar.
  21. NIOC (Iran)
    Perusahaan minyak nasional Iran. Produksi sekitar 6,4 juta barel per hari, dengan operasi yang dipengaruhi sanksi internasional.