Harga Nikel Naik Tahun 2022, Vale Indonesia (INCO) Belanja Modal US$120 Juta Tahun Ini
- Emiten pertambangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah menyiapkan capex (belanja modal) sebesar US$ 120 juta pada tahun 2022 ini.

Merina
Author


emite pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) / Vale.com
(Istimewa)JAKARTA - Emiten pertambangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah menyiapkan capital expenditure ( capex ) atau belanja modal sebesar US$120 juta, pada tahun 2022 ini.
Berdasarkan IDX 1st sesson closing, adanya belanja modal ini, guna mendukung ekspansi di tahun 2020, adapun nilai capex taun ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai capex perseroan tahun lalu yakni sebesar US$130 juta.
Adapun penggunaan capex yang didapatkan dari kas internal perseroan ini, akan digunakan untuk pembangunan kembali furnace 4, peremajaan alat, serta pengembangan tambang.
- Masuk Masa Konstruksi Seksi I, Jalan Tol Solo-NYIA Kulon Progo akan Hubungkan 3 Bandara di Jawa Tengah
- Jangan Senang Dulu, Ternyata Lonjakan Harga Migas dan Batu Bara Tidak Baik bagi Indonesia
- 5 Musim Jual Beli Saham yang Penting untuk Diketahui
Dengan adanya belanja modal ini, hal ini diharapkan dapat mendukung kinerja kerja perseroan, meski bergantung pada perkembangan harga nikel, minyak dan batu bara.
Adapun saat ini perseroan berencana mengembangkan proyek pengembangan bijih nikel di Bahodopi. INCO berencana mengambil keputusan final terkait proyek smelther Bahodopi Pomalaa HPAL project pada tahun ini.
Sementara itu, kenaikan harga nikel yang akan meningkat di tahun ini diprediksi dapat medukung kinerja perseroan kedepannya. Seperti yang diketahui, harga nikel mulai mengalami kenaikan pada awal tahun 2022 ini, menurut data dari Metal Exchange per tanggal 19 Januari ini, harga nikel ditutup sebesar US$22,735 per ton, sehingga hal ini menjadi angin segar pendorong kinerja perseroan tahun ini.

Rizky C. Septania
Editor
