Tren Ekbis

Energi Surya Bantu Pemulihan Pascabencana, BRI Salurkan 1.416 Perangkat Portabel

  • BRI Peduli memperluas akses energi surya melalui PLTS di Bandung Barat dan penyaluran 1.456 perangkat portabel bagi masyarakat desa serta wilayah terdampak bencana.
WhatsApp Image 2026-10-23 at 08.35.59.jpeg
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan perangkat energi surya portabel dan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Pemanfaatan energi surya mulai diperluas untuk mendukung aktivitas ekonomi desa sekaligus membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan perangkat energi surya portabel dan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat.

Program Energi Surya untuk Pedesaan dan Pemulihan Pascabencana tersebut menjangkau sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hingga daerah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh.

Di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, BRI Peduli membangun PLTS off-grid berkapasitas 17,4 kilowatt-peak (kWp), dengan penyimpanan energi sebesar 43,2 kilowatt-hour (kWh). Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik di balai desa dan kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut data yang disampaikan BRI, keberadaan PLTS diperkirakan dapat menghindari gangguan pelayanan balai desa hingga 75 jam per tahun. Pasokan listrik yang lebih stabil juga berpotensi meningkatkan produksi telur BUMDes lebih dari 10%.

Kepala Desa Bojong Apad Sutisna mengatakan, kehadiran PLTS membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pada malam hari.

“Setelah PLTS hadir, kami benar-benar merasakan perubahan yang sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya. Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, dan produktif. Kehadiran PLTS juga memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami,” ungkap Apad.

Energi Surya untuk Pemulihan Pascabencana

Selain mendukung aktivitas ekonomi desa, BRI Peduli menyalurkan perangkat tenaga surya portabel untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan listrik setelah bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera.

Sebanyak 1.416 unit perangkat disalurkan, terdiri atas 522 unit untuk Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan 894 unit untuk Kabupaten Aceh Timur. Perangkat tersebut dapat digunakan sebagai sumber penerangan dan untuk mengisi daya perangkat komunikasi ketika pasokan listrik belum sepenuhnya pulih.

BRI Peduli juga menyalurkan 40 unit perangkat tenaga surya portabel ke desa binaan program Desa BRILiaN. Dengan demikian, total perangkat portabel yang disalurkan mencapai 1.456 unit.

Perusahaan menyebut program ini menjangkau 1.456 kepala keluarga (KK) sebagai penerima manfaat langsung dan 8.376 jiwa sebagai penerima manfaat tidak langsung.

Dalam kondisi pascabencana, ketersediaan sumber energi alternatif menjadi salah satu kebutuhan untuk mendukung aktivitas rumah tangga dan komunikasi. Sementara di wilayah pedesaan, pasokan listrik yang lebih andal dapat membantu menjaga layanan publik dan kegiatan usaha tetap berjalan.

Berpotensi Pangkas Emisi 491 Ton CO₂e per Tahun

Program energi surya tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengurangan emisi. BRI menyebut total kapasitas terpasang program mencapai sekitar 600 kWp, dengan potensi produksi listrik bersih sebesar 585 megawatt-hour (MWh) per tahun.

Kapasitas tersebut diperkirakan berpotensi menekan emisi gas rumah kaca hingga 491,2 ton setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perluasan akses energi bersih merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pemanfaatan energi bersih memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, mendorong pembangunan desa, serta menjaga keberlangsungan kegiatan masyarakat, termasuk saat terjadi gangguan pasokan listrik maupun bencana alam. Terlebih dalam situasi pascabencana, keberadaan sumber energi alternatif dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonominya secara bertahap,” ujar Dhanny.

BRI mengaitkan program tersebut dengan agenda pembangunan nasional, termasuk penguatan desa, ketahanan terhadap bencana, dan pemenuhan kebutuhan energi berkelanjutan. Meski demikian, manfaat jangka panjang program akan bergantung pada pemeliharaan fasilitas, keberlanjutan operasional, serta ketepatan pemanfaatan energi sesuai kebutuhan masyarakat.