“Deadline” Rilis Terakhir BLACKPINK dan YG Entertainment?
- Seiring naiknya karier solo para member BLACKPINK, para pengamat berspekulasi bahwa kontrak grup bisa berakhir tahun ini.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – EP terbaru BLACKPINK bertajuk “Deadline” mungkin akan menjadi rilisan terakhir mereka sebagai grup di bawah naungan YG Entertainment. Sejumlah sumber industri memperkirakan kontrak grup kuartet tersebut bisa berakhir paling cepat tahun ini.
Pada Selasa, 24 Februari 2026, YG Entertainment merilis teaser untuk lagu utama EP tersebut, “Go,” menjelang perilisan albumnya pada Jumat. “Deadline” menjadi album pertama BLACKPINK setelah kurang lebih tiga tahun lima bulan. EP berisi lima lagu ini juga memuat “Jump,” yang telah lebih dulu dirilis pada Juli 2025.
Berbeda dari siklus promosi K-pop pada umumnya yang biasanya langsung berjalan setelah peluncuran album, saat ini BLACKPINK belum memiliki jadwal kegiatan grup yang telah dikonfirmasi.
“Belum ada yang difinalisasi mengenai promosi, tetapi mungkin akan sulit. Masing-masing anggota tengah sangat fokus pada aktivitas individu, sehingga menyelaraskan promosi sebagai grup penuh bukan hal yang mudah,” kata seorang pejabat industri yang enggan disebutkan namanya.
Jisoo dijadwalkan memulai promosi untuk Drama Korea Netflix Monthly Boyfriend pada Kamis, menjelang penayangannya 6 Maret 2026. Jennie saat ini tampil dalam program varietas The Secret Friends Club. Sementara Rose, yang kini bernaung di The Black Label untuk aktivitas solonya, bolak-balik antara Korea dan luar negeri guna menjalani berbagai jadwal individu.
Pada Desember 2023, BLACKPINK memperpanjang kontrak mereka sebagai grup dengan YG Entertainment. Namun, untuk aktivitas solo, masing-masing anggota menandatangani perjanjian terpisah, sebagian besar dengan agensi independen.

Dilansir dari The Korea Herald, meski detail kontrak tiap anggota berbeda-beda, praktik yang umum terjadi adalah idol papan atas dari agensi besar memilih memperbarui kontrak dengan durasi sekitar tiga tahun.
“Di antara grup-grup sukses dari agensi-agensi besar, perpanjangan kontrak tiga tahun adalah hal yang umum. Durasi itu cukup untuk mempersiapkan album baru dan menyelesaikan tur dunia. Kemungkinan besar kontrak BLACKPINK disusun mengikuti siklus tersebut,” kata seorang sumber industri lainnya.
Meski durasi pasti kontrak grup BLACKPINK masih dirahasiakan, para pengamat industri berspekulasi bahwa perjanjian saat ini mungkin akan berakhir pada akhir tahun ini.
Waktu perilisan “Deadline” juga menarik perhatian. EP tersebut awalnya diperkirakan meluncur sebelum tur dunia dengan nama yang sama, tetapi perilisannya dilaporkan tertunda hampir setahun karena kesibukan masing-masing anggota.
Seiring dengan meningkatnya kekuatan merek masing-masing anggota secara signifikan selama tiga tahun terakhir, beberapa pengamat mengatakan bahwa koordinasi kegiatan grup menjadi semakin kompleks.
“Karier solo para anggota sedang berada di puncak, sehingga dorongan untuk kembali aktif sebagai grup penuh mungkin tidak sekuat sebelumnya,” ujar sumber tersebut.
“Dalam beberapa momen di tur dunia baru-baru ini, suasananya bahkan terasa lebih seperti penampilan individu ketimbang pertunjukan grup yang benar-benar solid. Para member sendiri kemungkinan juga merasakan bahwa melanjutkan sebagai unit penuh menjadi semakin sulit,” jelasnya.

Distika Safara Setianda
Editor
