Tren Leisure

Grup K-Pop Ramai-Ramai Hijrah ke Musik Elektronik

  • Semakin banyak idol K-pop yang beralih ke musik elektronik, menandakan potensi munculnya tren suara yang menentukan genre ini tahun ini.
Girl group K-pop KiiiKiii.
Girl group K-pop KiiiKiii. (x.com/We_KiiiKiii)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Semakin banyak idol K-pop yang beralih ke musik elektronik, menandakan potensi munculnya tren suara yang menentukan genre ini tahun ini. Mulai dari grup pendatang baru seperti KiiiKiii hingga nama besar seperti IVE dan BLACKPINK, para artis memilih lagu beraliran house atau electronic dance sebagai single utama mereka.

Bahkan BTS dikabarkan bekerja sama dengan DJ dan produser asal Amerika, Diplo, untuk album terbaru mereka berjudul “Arirang” yang dijadwalkan rilis pada 20 Maret 2026, sehingga memperkuat dugaan bahwa EDM akan menjadi arah musikal yang dominan.

Namun, para pelaku industri menilai bahwa semakin eratnya keterkaitan antara K-pop dan musik elektronik bukanlah perubahan mendadak atau eksperimen yang benar-benar baru. Mereka melihat fenomena ini sebagai bentuk pertemuan dua gaya yang sejak awal memiliki kesamaan karakter musikal, sekaligus menawarkan keuntungan pemasaran bagi kedua belah pihak.

IVE memberikan contoh terbaru pada Senin, 9 Februari 2026, melalui perilisan lagu prarilis berjudul “Bang Bang,” menjelang album penuh kedua mereka yang dijadwalkan meluncur pada akhir Februari. Lagu tersebut dibangun di atas dasar EDM dan elektronik, memadukan progresi yang kuat dengan intro yang terinspirasi oleh swing dan beat yang lugas dan menghentak.

Dilansir dari The Korea Herald, pendekatan ini sangat berbeda dibandingkan dengan warna dream pop dan dance berbasis hip-hop dalam “XOXZ,” lagu utama dari mini album keempat mereka “IVE Secret” yang dirilis pada Agustus tahun lalu.

Girl group K-pop, IVE. (x.com/IVEstarship)

Contoh lainnya datang dari KiiiKiii yang juga berada di bawah naungan Starship Entertainment. Grup ini kembali pada Januari 2026 dengan lagu utama “404 (New Era),” sebuah lagu yang berakar pada musik house dan garage Inggris, ditandai dengan alunan bass yang kuat dan nuansa musik klub modern.

Sementara itu, lagu debut mereka “I Do Me” juga mengusung unsur pop elektronik, namun lebih condong ke arah melodic pop dance dibandingkan EDM yang berorientasi pada klub.

Salah satu rilisan elektronik paling menonjol dalam beberapa bulan terakhir berasal dari BLACKPINK. Single mereka yang dirilis pada Agustus, “JUMP,” diproduseri oleh Diplo bersama produser K-pop ternama Teddy, menunjukkan pergeseran dari ciri khas hip-hop dan trap yang selama ini melekat pada BLACKPINK.

Lagu tersebut justru menonjolkan unsur hardstyle dan techno, genre yang masih tergolong jarang menjadi pusat arus utama K-pop.

Kritikus musik Lim Hee-yun menilai bahwa kecocokan antara K-pop dan musik elektronik telah lama membuat kolaborasi semacam ini terasa alami dan mudah diterima.

“K-pop dan musik elektronik sama-sama berputar di sekitar struktur berbasis tarian dan EDM, yang membuat keduanya mudah diselaraskan secara musikal. Musik elektronik sangat dioptimalkan untuk platform berdurasi pendek, itulah sebabnya artis K-pop terus tertarik pada genre tersebut,” katanya. 

Dia menambahkan bahwa sinergi tersebut menjadi lebih terasa ketika lagu-lagu elektronik dipadukan dengan melodi khas K-pop dan koreografi yang menantang.

“Musik elektronik sangat cocok untuk konten berdurasi pendek, dan ketika Anda menggabungkannya dengan chorus K-pop yang adiktif dan tantangan penampilan, dampaknya sangat signifikan,” kata Lim Hee-yun.

“Musik ini juga sangat dahsyat dalam konser berskala besar. Untuk grup seperti BTS atau Blackpink, yang tur mereka memenuhi stadion, Anda membutuhkan lagu-lagu yang memungkinkan puluhan ribu orang untuk melompat dan bergerak bersama,” imbuhnya.

Namun demikian, kritikus musik tersebut memperingatkan agar tidak menganggap tren ini sebagai sesuatu yang sepenuhnya baru.

“Ada periode di mana banyak grup kembali dengan genre yang serupa secara bersamaan,” katanya.

“Musik elektronik telah menjadi bagian dari K-pop sejak jauh sebelum tahun 2010-an. Grup seperti BIGBANG dan 2NE1 sudah memasukkan suara berorientasi klub bertahun-tahun yang lalu. Misalnya, ‘Fantastic Baby’ milik BIGBANG sangat kental dengan nuansa musik klub,” jelasnya.