Tren Inspirasi

Cara Bijak Manfaatkan Program LPDP Ala Tasya Kamila

  • Pelajari strategi Tasya Kamila dalam menggunakan beasiswa LPDP dan tips cerdas agar lolos seleksi, mulai dari manajemen waktu hingga penulisan esai.
IMG-20260225-WA0011.jpg
LPDP (Instagram: lpdp_ri)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Setelah melewati babak panjang terkait kasus viral penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), kini masyarakat mulai mempertanyakan kontribusi besar bagi para penerima. Salah satu penerima yang berhasil membagikan sebagian kontribusinya di media sosial adalah Tasya Kamila.

Tasya Kamila menempuh Magister Administrasi Publik di Columbia University dengan dukungan LPDP. Ia tidak hanya lolos seleksi sebagai awardee, tetapi juga aktif berkarya setelah kembali ke Indonesia. 

Ia diketahui terlibat dalam edukasi publik, pemberdayaan pemuda, hingga gerakan lingkungan bersama yayasan yang didirikannya setelah masa bakti pendidikan selesai.

Pernyataan Tasya Kamila terkait kontribusinya di LPDP. Sumber: Instagram (@tasyakamila)

Dalam akun Instagram pribadinya (@tasyakamila), Tasya membagikan momen kontribusinya selama menjadi penerima beasiswa LPDP:

  1. Berkomitmen kembali dan menetap di Indonesia setelah lulus selama masa bakti LPDP (2018–2023).
  2. Menjadi penghubung antara pemerintah (policymaker) dan masyarakat sebagai figur publik.
  3. Aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama KLHK.
  4. Terlibat dalam berbagai program edukasi lingkungan, baik offline maupun online.
  5. Menjadi host podcast bertema edukasi dan kebijakan publik.
  6. Menjadi Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022.
  7. Bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk sosialisasi program pemerintah.
  8. Berkolaborasi dengan sejumlah instansi seperti KLHK, Kemenko Maritim & Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kominfo, Kemendikbud, Kemendag, Kemenparekraf, Kementerian BUMN, Bappenas, KPK, hingga LPDP.

Sebagai informasi, beasiswa LPDP merupakan salah satu beasiswa prestisius di Indonesia yang mendukung pendidikan lanjutan mahasiswa di dalam dan luar negeri. Dalam hal ini, pemerintah memberikan fasilitas biaya pendidikan dan biaya hidup selama menempuh studi di negara yang dituju. Selain membiayai pendidikan, LPDP juga menuntut penerimanya untuk berkontribusi bagi bangsa setelah studi. 

Bagaimana Cara Menggunakan LPDP yang Benar?

Regulasi penggunaan manfaat Beasiswa LPDP merujuk pada ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menjadi dasar alokasi anggaran pendidikan nasional. 

Selain UU tersebut, regulasi lain yang tercantum adalah Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2019 tentang Dana Abadi Pendidikan yang mengatur pengelolaan dana abadi, termasuk pembiayaan beasiswa oleh LPDP.

Secara operasional, ketentuan tersebut dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang organisasi dan tata kerja LPDP serta Buku Panduan (Guidebook) dan kontrak beasiswa yang wajib ditandatangani setiap penerima. Dokumen inilah yang secara langsung mengatur hak, kewajiban, larangan, dan sanksi bagi awardee.

Adapun cara menggunakan Beasiswa LPDP yang baik sesuai ketentuan program adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan dana hanya untuk komponen pembiayaan yang telah ditetapkan dalam buku panduan, seperti biaya pendidikan, biaya hidup, buku, penelitian, dan kebutuhan akademik resmi.
  2. Menjaga performa akademik dan menyelesaikan studi sesuai durasi yang telah disetujui.
  3. Tidak mengubah program studi, universitas, atau skema pendidikan tanpa persetujuan tertulis dari LPDP.
  4. Menyampaikan laporan perkembangan studi secara berkala sesuai mekanisme yang diatur dalam panduan.
  5. Mematuhi seluruh isi kontrak beasiswa, termasuk ketentuan masa bakti setelah lulus.
  6. Kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi dan melaksanakan komitmen kontribusi sebagaimana disampaikan saat proses seleksi.
  7. Menghindari penyalahgunaan dana karena pelanggaran terhadap ketentuan dapat berujung pada sanksi administratif hingga kewajiban pengembalian dana.

Dengan mengikuti ketentuan tersebut, penerima beasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban administratif, tetapi juga menjaga integritas program yang dibiayai melalui dana abadi pendidikan negara.

Tips Tambahan Agar Lolos Seleksi LPDP

Jika Anda tertarik mengikuti program LPDP, ada beberapa strategi umum yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah:

  1. Susun dokumen secara rapi dan lengkap, termasuk ijazah, transkrip, sertifikasi bahasa, dan letter of acceptance (LoA). Ketidaksesuaian dokumen bisa menyebabkan gugurnya seleksi administrasi.
  2. Tingkatkan kemampuan bahasa Inggris, karena LPDP mensyaratkan skor tertentu (misalnya IELTS 6,5–7,0 atau TOEFL iBT 80–100 jika kuliah di luar negeri).
  3. Bangun narasi kontribusi yang konkret dalam esai; tunjukkan solusi nyata terhadap isu penting di Indonesia dan hubungan studi dengan rencana tersebut.
  4. Persiapkan wawancara dengan matang, karena ini adalah salah satu tahapan penentu di mana panel akan menilai komitmen Anda untuk studi dan kontribusi pasca-kuliah.

Menjadi penerima LPDP bukan sekadar memperoleh dana pendidikan, tetapi juga bertanggung jawab menghasilkan dampak positif bagi Indonesia setelah studi selesai. Seperti yang ditunjukkan oleh Tasya, kontribusi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari edukasi lingkungan hingga pemberdayaan komunitas selama membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Oleh karena itu, generasi muda yang bercita-cita lolos LPDP perlu mempersiapkan diri, seperti mengelola waktu dan sumber daya dengan baik, serta menyiapkan narasi aplikasi yang kuat dan relevan dengan visi nasional. Strategi ini tidak hanya membantu lolos seleksi, tetapi juga membawa kesempatan berkontribusi pada pembangunan masa depan Indonesia.