Tren Global

Daftar Beasiswa Luar Negeri yang Beri Tunjangan Keluarga

  • Tidak semua beasiswa internasional memberikan tunjangan. Bahkan, sebagian program secara tegas menyarankan penerima datang sendiri.
image_1716478720.png
LPDP (LPDP KEMENKEU)

JAKARTA,TRENASIA.ID - Di tengah meningkatnya minat studi lanjut ke luar negeri, isu membawa keluarga, istri dan anak menjadi perhatian penting bagi calon penerima beasiswa, khususnya pada jenjang doktoral. 

Tidak semua beasiswa internasional memberikan tunjangan atau dukungan bagi keluarga pendamping. Bahkan, sebagian program secara tegas menyarankan penerima datang sendiri.

Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, Selasa, 10 Februari 2026, berikut beasiswa yang secara resmi memiliki ketentuan terkait keluarga, baik berupa tunjangan langsung maupun kebijakan khusus bagi dependen,

LPDP Indonesia, Paling Ramah Keluarga

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dinilai sebagai salah satu skema pembiayaan studi paling ramah keluarga bagi mahasiswa Indonesia, terutama pada jenjang S3/Doktor. Kebijakan ini menjadikan LPDP berbeda dibandingkan banyak beasiswa luar negeri yang umumnya hanya menanggung kebutuhan penerima utama.

Dalam aturan terbaru 2024, LPDP memberikan fleksibilitas lebih besar dengan memperbolehkan penerima beasiswa doktoral membawa keluarga sejak awal masa studi, tanpa kewajiban menunggu satu tahun terlebih dahulu. 

Kebijakan tersebut penting bagi peserta yang sudah berkeluarga dan ingin menjaga stabilitas psikologis serta dukungan sosial selama menempuh studi jangka panjang.

Baca juga : LPDP Siapkan 5.750 Beasiswa, Catat Syaratnya!

Selain itu, LPDP juga menyediakan dana tunjangan keluarga yang dialokasikan untuk mendukung kebutuhan dasar istri dan anak penerima beasiswa. 

Namun, dukungan ini tidak berlaku untuk jenjang S2/Magister. Penerima beasiswa magister umumnya hanya memperoleh tunjangan hidup individu, sehingga apabila memilih membawa keluarga, seluruh biaya tambahan harus ditanggung secara mandiri. LPDP sendiri mendorong penerima S2 untuk fokus menyelesaikan studi tepat waktu mengingat durasi yang relatif singkat.

Kebijakan LPDP ini sejalan dengan tujuan pembangunan sumber daya manusia unggul, di mana keberhasilan studi tidak hanya ditentukan oleh aspek akademik, tetapi juga kondisi sosial dan keluarga penerima beasiswa.

Jerman: DAAD Beri Tunjangan Pernikahan dan Anak

Jerman menjadi salah satu negara Eropa yang relatif progresif dalam mendukung mahasiswa internasional berkeluarga. Melalui German Academic Exchange Service (DAAD), pemerintah Jerman memberikan skema tunjangan keluarga yang cukup jelas, khususnya bagi peserta program doktoral dan riset jangka panjang.

DAAD menyediakan tunjangan pernikahan sekitar €275 per bulan bagi penerima beasiswa yang telah menikah, serta tunjangan anak sekitar €200 per anak per bulan. 

Tunjangan ini diberikan sebagai tambahan di luar tunjangan hidup utama, dengan tujuan membantu menutup sebagian biaya hidup keluarga di Jerman yang relatif tinggi.

Dukungan tersebut umumnya tersedia pada program-program tertentu, seperti Graduate School Scholarship Programme (GSSP), beasiswa doktoral penuh waktu, serta skema riset terstruktur di universitas dan lembaga penelitian Jerman. 

Meski demikian, tidak semua program DAAD otomatis menyertakan tunjangan keluarga, sehingga peserta wajib mencermati buku panduan masing-masing skema.

Baca juga : LPDP Siapkan 5.750 Beasiswa, Catat Syaratnya!

Selain dukungan finansial, Jerman juga dikenal memiliki sistem jaminan sosial, pendidikan anak, dan layanan kesehatan yang relatif inklusif bagi penduduk legal, termasuk keluarga mahasiswa internasional. Hal ini membuat Jerman menjadi tujuan favorit bagi pelajar doktoral yang ingin menempuh studi sambil membangun kehidupan keluarga.

Namun, DAAD tetap menekankan bahwa tunjangan keluarga bersifat pelengkap, bukan penanggung penuh seluruh kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, perencanaan finansial tambahan tetap diperlukan, terutama bagi peserta dengan lebih dari satu anak.

Secara umum, dukungan keluarga lebih banyak ditemukan pada beasiswa jenjang doktoral (S3) dibandingkan magister. Oleh karena itu, calon pendaftar yang telah berkeluarga disarankan memprioritaskan program doktoral dengan status fully funded.

Para pelamar juga dianjurkan untuk selalu membaca buku panduan resmi beasiswa, khususnya bagian family and dependents, karena kebijakan dapat berubah setiap tahun. Menghubungi langsung pengelola beasiswa juga dinilai penting untuk memastikan hak dan kewajiban terkait keluarga.

Selain tunjangan bulanan, aspek lain yang perlu diperhatikan meliputi asuransi kesehatan keluarga, biaya visa dependen, serta tiket pesawat pulang-pergi bagi keluarga.