Tren Pasar

Buy The Rumor BYAN: Risiko Usai Isu Akuisisi Haji Isam

  • Saham BYAN melejit ke Rp17.275 di tengah rumor akuisisi 62,2% oleh Haji Isam. Simak penyebab kenaikan dan kondisi fundamental BYAN.
Pertambangan Batu Bara BYAN.jpg
Pertambangan batu bara milik PT Bayan Resources Tbk (BYAN). (bayan.com.sg)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) jadi sorotan seminggu terakhir. Pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026 saja, saham emiten batu bara tersebut ditutup menguat 19,97% menjadi Rp17.275 pada perdagangan sesi I.

Pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, saham BYAN telah melonjak sekitar 19% menjadi Rp14.400. Pada hari tersebut, investor asing juga tercatat melakukan net buy BYAN sekitar Rp2,01 miliar.

Lonjakan saham BYAN terjadi di tengah beredarnya rumor akuisisi 62,2% saham Bayan Resources oleh pengusaha Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad.

Kabar tersebut mencuat setelah Haji Isam terlihat bersama pengendali BYAN, Low Tuck Kwong, dan pemilik Republikorp, Norman Joesoef, saat meninjau area operasional tambang Bayan Resources di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Namun, hingga saat ini belum terdapat konfirmasi resmi bahwa Haji Isam akan mengakuisisi saham BYAN. Informasi mengenai rencana tersebut masih menjadi rumor dan spekulasi di pasar.

Baca juga : Rupiah Melemah, Pasar Cermati Rencana Fiskal 2027

Mengapa Saham BYAN Naik?

Kenaikan saham BYAN pada Selasa, 18 Agustus 2026 tidak terlepas dari sentimen mengenai kemungkinan aksi korporasi yang melibatkan Haji Isam. 

Kenaikan hampir 20% dalam satu sesi menunjukkan tingginya respons pasar terhadap rumor aksi korporasi tersebut.

Berdasarkan data kepemilikan per 29 Mei 2026, Low Tuck Kwong memiliki sekitar 40,24% saham BYAN, sedangkan Elaine Low menguasai sekitar 22%. Jika digabungkan, kepemilikan keduanya mencapai sekitar 62,22%.

Besarnya angka tersebut kemudian menjadi salah satu alasan rumor akuisisi semakin menarik perhatian investor.

Rumor yang beredar menyebutkan Haji Isam berencana mengambil alih sekitar 62,2% saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Nilai transaksi yang disebut dalam rumor mencapai sekitar US$5,5 miliar. Angka tersebut muncul berdasarkan estimasi nilai 62,2% kepemilikan saham BYAN pada valuasi pasar yang berlaku ketika rumor berkembang. Namun, nilai transaksi, struktur pembiayaan, maupun kepastian akuisisi belum dikonfirmasi secara resmi.

Haji Isam.

Dengan demikian, informasi mengenai akuisisi BYAN oleh Haji Isam masih harus diperlakukan sebagai rumor pasar, bukan transaksi yang telah dipastikan.

Salah satu pemicu rumor adalah kemunculan Haji Isam bersama Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef saat melakukan peninjauan area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Baca juga : IHSG Ngebut 1,23 Persen, BYAN dan JARR Perkasa di Pembukaan

Kemunculan ketiga tokoh tersebut kemudian memicu spekulasi mengenai kemungkinan adanya pembicaraan bisnis atau aksi korporasi.

Selain itu, perusahaan Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), telah mengumumkan rencana RUPSLB pada 21 September 2026. Agenda rapat tersebut belum mengonfirmasi akuisisi BYAN.

Karena itu, hubungan antara RUPSLB JARR dan rumor akuisisi BYAN masih sebatas spekulasi pasar. Struktur kepemilikan BYAN menjadi salah satu alasan rumor akuisisi mendapat perhatian besar.

Disisi lain, kapitalisasi pasar empat emiten terkait dengan Haji Isam, yakni PGUN, JARR, PACK, dan TEBE, secara keseluruhan mencapai sekitar Rp74,29 triliun, atau kurang dari 15,5% dari kapitalisasi pasar BYAN yang sekitar Rp480 triliun. 

Jika Haji Isam benar-benar mengakuisisi 62,2% saham BYAN, nilai transaksi berdasarkan kapitalisasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$5,5 miliar. Besarnya nilai transaksi kemudian memunculkan pertanyaan mengenai sumber dan struktur pendanaan yang akan digunakan apabila aksi akuisisi tersebut benar-benar direalisasikan.

Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: JPFA dan ISAT Melesat, KLBF Loyo

Struktur Kepemilikan BYAN Saat Ini:

  • Low Tuck Kwong: 40,25%
  • Elaine Low (putri): 22%
  • PT Sumber Suryadaya Prima: 10%
  • Korea East-West Power: 4%
  • Korea Western Power: 4%
  • Korea Southern Power: 4%
  • Korea Midland Power: 4%
  • Korea South-East Power: 4%
  • Lim Chai Hock: 3,26%
  • Jenny Quantero: 2,98%

Low Tuck Kwong dan Elaine Low secara bersama-sama menguasai sekitar 62,22% saham BYAN. Komposisi tersebut hampir sama dengan porsi 62,2% yang disebut dalam rumor akuisisi Haji Isam.

Bagaimana Kinerja Fundamental BYAN?

Di luar rumor akuisisi, fundamental Bayan Resources juga menunjukkan pertumbuhan pada semester I-2026. BYAN mencatatkan pendapatan sekitar US$1,74 miliar pada semester I-2026, naik 7,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$1,62 miliar.

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai sekitar US$410,25 juta, meningkat 17,46% dibandingkan US$349,24 juta pada semester I-2025.

Dengan demikian, kenaikan harga saham BYAN tidak sepenuhnya terjadi tanpa dukungan fundamental. Perusahaan memang mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba.

Meski demikian, lonjakan harga saham dalam beberapa hari terakhir jauh lebih besar dibandingkan pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan, sehingga sentimen rumor tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

Baca juga : Rugi MDIA Turun 86 Persen, Simak Strategi dan Prospek ANTV

Lonjakan harga saham yang sangat cepat membuat valuasi BYAN menjadi perhatian investor. Kenaikan harga yang didorong oleh rumor akuisisi membawa risiko apabila aksi korporasi tersebut ternyata tidak terjadi.

Kondisi tersebut dikenal sebagai fenomena buy the rumor, sell the news. Investor membeli saham karena mengantisipasi suatu berita positif. Namun, ketika berita tersebut tidak terealisasi atau hasilnya tidak sesuai ekspektasi, investor dapat melakukan aksi jual secara bersamaan.

Akibatnya, saham yang sebelumnya naik sangat cepat dapat mengalami koreksi tajam. Sebagai informasi, manajemen BYAN baru saja merespons soal isu akuisisi oleh Haji Isam. Mereka mengklaim tak tahu menahu soal rencana itu. “Perseroan tidak memiliki informasi mengenai rencana tersebut,” demikian pernyataan manajemen BYAN, dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa malam.