Rugi MDIA Turun 86 Persen, Simak Strategi dan Prospek ANTV
- Saham MDIA menjadi sorotan setelah Intermedia Capital mengungkap rugi bersih turun 86 persen menjadi Rp8,3 miliar. Simak strategi bisnis ANTV dan digital.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID– PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), pemilik stasiun televisi ANTV, mencatat perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026. Rugi bersih perseroan menyusut hampir 86 persen menjadi Rp8,3 miliar dari Rp58,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam penjelasan MDIA kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan penjelasan mengenai kondisi perusahaan dan pergerakan sahamnya.
Berdasarkan laporan keuangan periode yang berakhir pada 31 Maret 2026, MDIA membukukan pendapatan Rp141,7 miliar dan laba usaha Rp14,3 miliar. Penurunan rugi bersih terutama ditopang berkurangnya beban lain-lain neto dari Rp90,3 miliar menjadi Rp22,6 miliar.
Perseroan juga mencatat penurunan rugi selisih kurs dari Rp48,2 miliar menjadi Rp8,8 miliar. Dari sisi neraca, total aset MDIA mencapai Rp3,13 triliun dengan ekuitas positif Rp935,5 miliar.
Liabilitas juga menyusut Rp199,5 miliar atau 8,3 persen, dari Rp2,39 triliun pada akhir Desember 2025 menjadi Rp2,19 triliun per 31 Maret 2026.
ANTV Jadi Penggerak Utama Bisnis MDIA
MDIA menyatakan bisnis penyiaran televisi free-to-air (FTA) melalui ANTV masih menjadi penggerak utama usaha dan pendapatan perseroan.
ANTV mempertahankan positioning sebagai televisi hiburan keluarga dengan sasaran utama pemirsa perempuan, ibu rumah tangga, dan keluarga. Perseroan mengandalkan sejumlah konten unggulan, termasuk serial India dan film klasik Indonesia.
Selain memperkuat program televisi, MDIA juga melakukan revitalisasi Master Control Room (MCR) serta optimalisasi penggunaan transponder untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional penyiaran.
Strategi MDIA pada 2026 tidak hanya bertumpu pada televisi. Perseroan akan memperkuat ekosistem digital dengan mendistribusikan kembali konten ANTV melalui YouTube, Facebook, Instagram, dan berbagai platform digital lainnya.
MDIA juga menyiapkan serial lokal untuk jam prime time, serial asing dari pasar yang belum banyak dieksplorasi, serta film Indonesia. Strategi tersebut diharapkan meningkatkan engagement pemirsa sekaligus membuka peluang pendapatan baru di luar iklan televisi konvensional.
MDIA Ungkap Penyebab Pergerakan Saham
Terkait pergerakan saham MDIA, manajemen menyatakan harga saham dipengaruhi berbagai faktor internal dan eksternal. Pergerakan harga saham, menurut perseroan, tidak selalu sejalan dengan kinerja operasional dan keuangan dalam periode berjalan.
MDIA menyebut permintaan dan penawaran, tingkat likuiditas saham, sentimen, serta ekspektasi investor terhadap prospek perusahaan dan industri media dapat memengaruhi aktivitas perdagangan saham.
Perseroan juga menilai penguatan posisi di industri media, optimalisasi aset, peningkatan efisiensi, serta strategi bisnis yang dijalankan dapat membentuk persepsi investor terhadap prospek MDIA.
Namun, MDIA menegaskan tidak terdapat kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan maupun transaksi material yang belum diungkapkan setelah laporan keuangan per 31 Maret 2026.
Perseroan juga menyatakan tidak terdapat perkara hukum material yang belum diungkapkan ataupun informasi dan fakta material lainnya yang belum disampaikan kepada Bursa.
Prospek Bisnis Media Jadi Perhatian
MDIA melihat prospek industri media dan hiburan Indonesia masih terbuka. Perseroan mengutip proyeksi PwC yang memperkirakan industri hiburan dan media Indonesia tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) 8,4 persen pada 2025-2029.
Di tengah perubahan pola konsumsi media, MDIA akan mengembangkan sumber monetisasi melalui iklan konvensional, digital advertising, branded content, serta kolaborasi dengan kreator dan mitra strategis.
Dengan strategi tersebut, perseroan berharap dapat memperluas jangkauan audiens sekaligus meningkatkan nilai komersial dari aset konten yang dimiliki.
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 18 Aug 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
