Belgia Bayar Pekerja yang Naik Sepeda ke Kantor
- Seluruh karyawan di Belgia yang berangkat kerja dengan sepeda berhak menerima tunjangan sepeda sebesar €0,28 per kilometer perjalanan.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Bersepeda ke tempat kerja tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga baik untuk dompet, setidaknya bagi para pekerja di Belgia. Setiap kilometer yang ditempuh dengan sepeda mendapatkan kompensasi, bahkan sebagian pesepeda bisa memperoleh hingga €810 per tahun.
Seluruh karyawan di Belgia yang berangkat kerja dengan sepeda berhak menerima tunjangan sepeda sebesar €0,28 per kilometer perjalanan. Menurut Veerle Michiels, pakar mobilitas dari layanan HR SD Worx, sekitar satu dari enam pekerja Belgia atau 15% tercatat bersepeda ke kantor pada 2024 dan menerima kompensasi.
Berkat kebijakan ini, orang-orang yang bersepeda ke tempat kerja pada tahun 2024 memperoleh rata-rata sekitar €460 bersih per tahun, atau sekitar €38 per bulan. Perhitungan SD Worx juga menunjukkan bahwa nilai rata-rata ini meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.
Total uang yang diterima para pesepeda ditentukan oleh seberapa sering mereka bersepeda, besaran kompensasi per kilometer, dan jarak ke tempat kerja.
Jarak juga menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan karyawan untuk bersepeda ke tempat kerja. “Satu dari empat pekerja (26%) yang tinggal hingga 5 km dari tempat kerja bersepeda pada tahun 2024,” kata Michiels.
Orang-orang yang tinggal 5 km dari kantor rata-rata bersepeda setidaknya dua kali seminggu, dan menghasilkan hampir €300 bersih per tahun.
Sementara itu, minat bersepeda menurun menjadi sekitar satu dari sepuluh karyawan (11%) bagi mereka yang tinggal sejauh 21-30 km dari kantor. Meski demikian, kelompok ini justru menempuh jarak paling jauh, dengan rata-rata sekitar 220 km per bulan atau 2.640 km per tahun. “Secara rata-rata, kelompok ini menerima tambahan pendapatan bersih sekitar €810 per tahun,” ujarnya.
Bersepeda itu menyehatkan. Bersepeda menjaga otot dan persendian tetap fleksibel, meningkatkan aliran darah, dan membantu membangun tingkat kebugaran dasar yang baik.
Dilansir dari Alphabet, orang yang sering bersepeda atau setiap hari juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan. Hal ini mengurangi risiko penyakit.

Dengan kata lain, bersepeda ke tempat kerja sangat sesuai dengan saran dokter dan ahli kesehatan untuk berolahraga cukup setiap hari. Lagipula, orang yang bersepeda ke tempat kerja seringkali tidak kekurangan aktivitas fisik.
Bagi banyak karyawan di Belgia, perjalanan harian ke tempat kerja merupakan pengeluaran yang signifikan, dan memahami bagaimana kontribusi perusahaan membantu menutupi biaya perjalanan sangat penting bagi karyawan dan bisnis.
Dilansir dari Euro Dev, perusahaan di Belgia sering memberikan tunjangan perjalanan, sebuah praktik yang tidak hanya meningkatkan kepuasan karyawan tetapi juga mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
Karyawan didorong untuk menggunakan pilihan transportasi ramah lingkungan, seperti bersepeda atau berbagi kendaraan, yang selanjutnya berkontribusi dalam menumbuhkan budaya tempat kerja yang berkelanjutan dan sadar lingkungan.
Perusahaan-perusahaan Belgia dapat mendorong karyawan mereka untuk berbagi kendaraan guna mengurangi kemacetan lalu lintas, emisi karbon, dan biaya transportasi pribadi. Insentif ini dapat berupa tempat parkir prioritas untuk pengguna kendaraan bersama, imbalan finansial, dan berbagai bentuk pengakuan serta dukungan.
Beberapa perusahaan Belgia menawarkan penggantian biaya atau subsidi untuk biaya transportasi umum, sehingga menjadikan moda transportasi ini lebih menarik bagi karyawan untuk perjalanan harian mereka.
- Baca Juga: 6 Kebijakan Kerja Unik yang Membuat Karyawan Semakin Dihargai dan Bahagia di Tempat Kerja
Karyawan internasional yang pindah ke Belgia dengan cepat beradaptasi dengan budaya tempat kerja negara tersebut, yang sangat menekankan tunjangan transportasi karyawan.
Praktik unik ini tidak hanya menunjukkan komitmen Belgia terhadap kesejahteraan karyawan, tetapi juga berfungsi sebagai tolok ukur bagi negara lain untuk mengintegrasikan strategi serupa dalam budaya tempat kerja mereka.

Distika Safara Setianda
Editor
