Anggaran PUPR 2021 Naik Rp44 Triliun, Menteri Pastikan Proyek Serap Banyak Pekerja
JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan, penambahan anggaran 2021 sebesar Rp44,1 triliun akan menyerap banyak tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya. Diketahui, Kementerian PUPR mendapat kenaikan anggaran yang cukup signifikan dibandingkan dengan kementerian lainnya yakni menjadi Rp149,8 triliun. Naik Rp44,1 triliun dibandingkan dengan realisasi anggaran 2020 yang hanya Rp85,7 […]

Ananda Astri Dianka
Author


Proyek pembangunan infrastruktur Kereta Api Cepat Jakarta Bandung / Kcic.co.id
(Istimewa)JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan, penambahan anggaran 2021 sebesar Rp44,1 triliun akan menyerap banyak tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya.
Diketahui, Kementerian PUPR mendapat kenaikan anggaran yang cukup signifikan dibandingkan dengan kementerian lainnya yakni menjadi Rp149,8 triliun. Naik Rp44,1 triliun dibandingkan dengan realisasi anggaran 2020 yang hanya Rp85,7 triliun.
“Dengan pagu anggaran yang besar itu, Kementerian PUPR pun akan melaksanakan kegiatan yang secara langsung menciptakan lapangan pekerjaan, melalui program padat karya tunai (PKT),” kata Basuki dinukil dari Indonesia.go.id, Minggu, 13 Desember 2020.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Tahun depan, anggaran PKT dialokasikan sebesar Rp18,14 triliun, melonjak hampir 50% dari 2020 sejumlah Rp12,32 triliun.
Program Padat Karya
Dengan target program PKT, empat program prioritas, yakni food estate, industrial estate (kawasan industri), destinasi wisata utama, padat karya tunai (PDT), serta program khusus. Di mana program food estate merupakan keberlanjutan dari 2020.
Sementara itu, dalam program PKT, sejumlah kegiatannya adalah Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), Pansimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Lalu ada pengelolaan sampah reuse, reduce, recycle (3R), keseluruhan program itu akan disebar di ribuan lokasi di seluruh Indonesia.
Sebagian dana PKT itu akan diimplementasikan ke dalam kegiatan rumah swadaya, program yang sudah memasuki tahun kelima. Dalam program ini, ada kegiatan bantuan membangun rumah warga (tipe sederhana) dengan skema bantuan sekitar Rp17 juta per unit dari PUPR.
“Syaratnya, warga membangun di atas tanah sendiri. Tahun depan, ada bantuan 111 ribu unit rumah,” tambahnya.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- Tandingi Telkomsel dan Indosat, Smartfren Segera Luncurkan Jaringan 5G
- Bangga! 4,8 Ton Produk Tempe Olahan UKM Indonesia Dinikmati Masyarakat Jepang
Ada pula skema bedah rumah, yakni bantuan pemerintah lewat Kementerian PUPR sekitar Rp17 juta, untuk perbaikan rumah kumuh. Baik dalam aksi rumah swadaya maupun bedah rumah, keduanya harus bersifat padat karya, melibatkan tenaga kerja setempat.
Dalam rangkaian padat karya itu masih ada lagi 40.000 paket pekerjaan yang terkait dengan sarana dan prasarana umum. Termasuk dalam paket ini ialah pekerjaan perawatan (ringan) atas jalan, jembatan, irigasi atau bangunan.
“Jutaan jam kerja akan tercipta melalui program padat karya ini,” kata dia. (SKO)
