Nasional & Internasional

Amartha dan BenihBaik.com Galang Dana, Target Rp100 Juta

  • JAKARTA – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) bekerja sama dengan platform penggalangan dana digital BenihBaik.com untuk menggalang donasi mendukung pemulihan...

JAKARTA – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) bekerja sama dengan platform penggalangan dana digital BenihBaik.com untuk menggalang donasi mendukung pemulihan ekonomi mikro desa yang terdampak oleh pandemi COVID-19. 

Founder sekaligus CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengungkapkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lokal di sejumlah wilayah menyebabkan banyak usaha mikro di desa yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Sehingga dalam menghadapi new normal, Amartha berkomitmen mendampingi mitra serta masyarakat desa dengan memberikan paket alat usaha dan pelatihan usaha online agar perempuan pengusaha ultra mikro di desa dapat membuka atau mengembangkan usaha baru,” ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020.

Penggalangan donasi menargetkan dana sebesar Rp100 juta yang akan disalurkan dalam bentuk paket alat usaha kepada lebih dari 660 perempuan pengusaha ultra mikro di sektor usaha warung makan, pengusaha makanan dan warung kelontong di desa wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Paket Usaha yang disalurkan berisikan antara lain alat masak (wajan dan spatula) serta sembako berupa minyak dan beras. Di samping itu, platform fintech peer to peer (P2P) lending yang berfokus pada masyarakat, khususnya perempuan di rural area ini mempersiapkan video untuk pelatihan pembuatan berbagai makanan ringan berbahan dasar umbi-umbian yang dapat dipraktikkan dengan mudah dan dengan modal usaha yang ringan.

Sementara itu, founder BenihBaik.com Andy F Noya mengaku, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Amartha untuk membuat perempuan di pedesaan semakin berdaya.

“Seperti yang kita ketahui, potensi desa sangat besar, hanya saja kurang tergarap dengan baik. Jika potensi tergarap dengan baik, maka dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” ujar dia.

Sebelumnya, Amartha menyebutkan, mayoritas perempuan di pedesaan memiliki tingkat pendidikan yang rendah serta mengalami keterbatasan dalam mengakses informasi. Sebanyak 52,3% mitra Amartha merupakan lulusan sekolah dasar yang rata-rata berprofesi sebagai pedagang berskala mikro dengan penghasilan kurang dari Rp3 juta per bulan.

Sementara dalam mengakses informasi, para mitra Amartha masih mengandalkan televisi atau orang-orang di sekitar mereka. Sekitar 70% perempuan mitra Amartha berusia di atas 40 tahun dan sebanyak 62,5% mitra Amartha tidak memiliki telepon genggam yang memungkinkan mereka terhubung dengan internet. (SKO)