XL Axiata Jual Saham Anak Usaha Rp20,77 Miliar
- Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjual 207.717 lembar saham anak perusahaannya PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC) pada 9 Maret...

Drean Muhyil Ihsan
Author
JAKARTA – Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjual 207.717 lembar saham anak perusahaannya PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC) pada 9 Maret 2021. Nilai transaksi ditaksir sebesar Rp20,77 miliar.
Sekretaris Perusahaan XL Axiata, Ranty Astari Rachman menyatakan saham yang dilepas EXCL tersebut seluruhnya diserap oleh pemegang saham mayoritas PDGDC, yakni Princeton Digital Group (Alpha Indonesia) Pte Ltd (PDG).
Dengan adanya transaksi itu, maka saat ini EXCL mengempit saham PDGDC sebesar 30% atau setara 1.856.632 lembar saham dengan nilai investasi Rp185,66 miliar. Sebelumnya, EXCL memiliki 2.064.349 lembar saham PDGDC atau setara 33,36% dengan nilai Rp206,43 miliar.
- Baru Merger, Bank Syariah Indonesia (BRIS) Incar Investor Asing Lewat Rights Issue Rp7,15 Triliun
- Mau Rights Issue, Chandra Asri Minta Restu Konglomerat Prajogo Pangestu
- XL Axiata Jual Saham Anak Usaha Rp20,77 Miliar
Di sisi lain, kepemilikan saham Alpha Indonesia di PDGDC bertambah menjadi 4.332.142 lembar atau setara 70% dengan nilai investasi Rp433,21 miliar. Sebelum adanya transaksi, Alpha Indonesia menggenggam 4.124.425 lembar saham, setara 66,64% dengan nilai Rp412,44 miliar.
Pada waktu yang sama, Ranty menyampaikan bahwa PDGDC telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM atas peningkatakan modal dasar, modal disetor dan ditempatkan. Hal itu disampaikannya melalui pengumuman terpisah di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Hal ini dilakukan perseroan sebagaimana dimaksud di atas merupakan satu kesatuan rangkaian transaksi yang sejenis sebelumnya dengan PDGDC dan PDG yang telah dilakukan secara bertahap dari 2019,” ujarnya dalam pengumuman Bursa, Rabu 10 Maret 2021.
Ia menjelaskan, pemasukan modal saham ini dalam bentuk inbreng bangunan di Kota Bandung yang merupakan bangunan Pusat Data Bandung milik perseroan. Selain itu, penambahan modal juga dilakukan melalui penyertaan modal tunai dan setoran tunai.
Adapun modal dasar, modal disetor dan ditempatkan PDGDC saat ini menjadi Rp618,88 miliar, dari sebelumnya Rp589,20 miliar. (SKO)
