Peluang IHSG Bearish Lagi Akibat Dana Asing Kering, Rekomendasi Saham CPIN, ADHI, WSBP, dan TBIG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami bearish pada perdagangan Kamis, 24 Juni 2021. Sedangkan, aliran dana asing tampak enggan masuk ke pasar modal Indonesia sejak beberapa waktu belakangan.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin, 21 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami bearish pada perdagangan Kamis, 24 Juni 2021. Sedangkan, aliran dana asing tampak enggan masuk ke pasar modal Indonesia sejak beberapa waktu belakangan.
CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan IHSG berpotensi melemah pada rentang 5.876 hingga 6.123. Menurutnya, hal ini sangat dipengaruhi oleh sisi perlambatan perekonomian yang masih terus menggelayuti sektor riil.
“Rentang konsolidasi belum akan ditinggalkan oleh IHSG. Potensi penurunan terlihat lebih besar dibandingkan dengan keinginan naik,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Kamis, 24 Juni 2021.
- Harga Emas Hari Ini: Menguat Rp8.000
- BEI Kocok Ulang Daftar Indeks Saham LQ45, ARTO dan BRIS Berpotensi Masuk?
- IHSG Diprediksi Tertekan Lagi Setelah Break Out Level Psikologis 6.000, Simak Saham KLBF, AGII, dan TBIG
Di sisi lain, kinerja emiten disinyalir belum akan dapat membaik dengan cepat. Ditambah, minimnya sentimen serta belum kunjung adanya capital inflow yang melaju signifikan masuk ke pasar modal Indonesia.
Berdasarkan analisis tersebut, William membagikan menu-menu saham yang menurutnya layak untuk dicermati hingga dikoleksi. Antara lain ADHI, UNVR, BBCA, BINA, SMRA, PWON, BBNI, ICBP, dan TBIG.
Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menjelaskan bahwa IHSG mengalami false break bearish trendline dan resistance 6.100 pada pergerakan yang menguji support MA5 dan MA20. Indikator stochastic dan RSI bergerak melandai dengan MACD yang terpantau bearish.
“Secara teknikal, IHSG masih bergerak cukup berat dengan potensi kembali tertekan pada support resistance 5.982 – 6.065,” tutur Lanjar.
Senada dengan William, ia turut merekomendasikan sejumlah saham unggulan yang dapat menjadi pertimbangan para investor. Di antaranya CPIN, HMSP, LSIP, WSBP, WTON, WSKT, ACES, AGII, serta BBTN.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,88% menuju level 6.034,54 dengan saham-saham di sektor kesehatan, keuangan dan Properti menjadi yang terdalam pelemahannya. Sebaliknya, sejumlah saham sektor Infrastruktur, transportasi dan industri yang tutup pada zona hijau. (SKO)
