Pasar Modal

Layak Dikoleksi, Simak Profil HUMI

  • Perusahaan penyedia jasa penyewaan kapal pengangkutan gas alam cair/LNG, PT Humpuss Maritim International Tbk (HUMI) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
WhatsApp Image 2023-08-09 at 12.25.50.jpg
Konferensi pers pencatatan perdana saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). (TrenAsia/Idham Nur Indrajaya)

JAKARTA—Perusahaan penyedia jasa penyewaan kapal pengangkutan gas alam cair/LNG, PT Humpuss Maritim International Tbk (HUMI) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Siebelum mengoleksi sahamnya, simak profil berikut ini.

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), perusahaan milik Tommy Soeharto, juga mengadakan IPO dengan melepas 2,7 miliar saham atau 15%. Harga penawarannya adalah Rp100/saham, sehingga total nilai IPO mencapai Rp270,7 miliar dengan penjamin efek Reliance Sekuritas Indonesia.

Bersama dengan IPO, HUMI menerbitkan 1.353.500.000 saham secara cuma-cuma bagi pemegang saham baru. Setiap pemegang 2 saham baru berhak atas 1 waran. Setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham HUMI dengan harga Rp200. Jumlah total pelaksanaan waran seri I mencapai Rp270,7 miliar.

Pemegang saham Humpuss Maritim Internasional sebelum IPO terdiri dari PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) (89,998%), PT Humpuss Transportasi Kimia (10%), dan Koperasi Karyawan Bhakti Samudra (0,002%), dengan Tommy Soeharto sebagai pengendali perusahaan.

Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) telah tercatat di bursa sejak 1997. Anak perusahaan HUMI, PT GTS Internasional Tbk (GTSI), telah terdaftar di BEI sejak 2021. HUMI bergerak di bidang jasa persewaan kapal, khususnya pengangkutan gas alam cair (LNG), bahan bakar premium dan crude oil, bahan kimia dan petrokimia, serta layanan lepas pantai.

Berdasarkan prospektus HUMI, rasio utang perusahaan terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) perseroan per 31 Desember 2022 masih 0,55x. sedangkan, DER yang dipersyaratkan maksimal mencapai 2,5x dari ekuitas perusahaan.

Selanjutnya, hingga kuartal I 2023, ekuitas HUMI sebesar US$143 juta atau setara dengan Rp2,14 triliun. Angka ini naik 3,61% jika dibandingkan dengan akhir 2022 sebesar US$137,93 juta atau sekitar Rp2,07 triliun. Disisi lain, total liabilitas HUMI masing-masing senilai US$76,22 juta dan US$70,13 juta untuk periode 31 Desember 2022 dan 31 Maret 2023.