IHSG Konsolidasi Jelang Idulfitri, Amati 20 Saham Unggulan Analis Berikut Ini
Menjelang Idulfitri, bursa saham Indonesia diperkirakan masih mengalami sejumlah tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipreksi belum mampu bergerak di zona hijau pada perdagangan Selasa, 11 Mei 2021.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Hari Raya Idulfitri selalu memberikan euforia tersendiri bagi masyarakat muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tampaknya hal ini belum berlaku untuk aktivitas pasar modal di dalam negeri.
Menjelang Lebaran, bursa saham Indonesia diperkirakan masih mengalami sejumlah tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi belum mampu bergerak ke zona hijau pada perdagangan Selasa, 11 Mei 2021.
CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan gerakan IHSG terlihat masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi wajar pada rentang 5.827 – 6.088 menjelang libur panjang Lebaran.
“Selama belum mampu menembus level resistence terdekat, maka IHSG masih berpeluang untuk mengalami koreksi wajar,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Selasa 11 Mei 2021.
- Tidak Mampu Bayar Kupon Global, BEI Gembok Saham Garuda Indonesia
- Basis Investor Ritel Menguat, Kemenkeu Optimis SBN Ritel Diburu Investor
- 23 Perusahaan Antre IPO: Pak Erick, Masih Belum Ada BUMN di Daftar BEI
Namun, kata William, kuatnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari data yang telah terlansir turut menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG.
Sehingga, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.
Dengan analisis tersebut, ia merekomendasikan sejumlah saham unggulan yang menurutnya dapat dicermati. Di antaranya ASII, PWON, GGRM, ITMG, BBCA, ICBP, dan JSMR.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebut bahwa berbagai indikator menunjukkan oversold hingga undervalue.
Secara teknikal, IHSG kembali bergerak terkonsolidasi dan menguat bertahan dan menguji pada level rata-rata 5 hari dan menuju rata-rata 20 hari pada indikator moving average.
“Diperkirakan IHSG bergerak kembali mencoba menguat tertahan menjelang libur Lebaran dengan support resistance 5.933 hingga 6.013,” ucap Lanjar.
Ia turut membagikan menu-menu saham yang dapat pertimbangan para investor. Antara lain ADRO, ASII, ASRI, ASSA, BBTN, BFIN, CPIN, ESSA, ICBP, JSMR, KLBF, MNCN, RALS, SMRA, TOTL, serta UNVR.
- IHSG Masih Konsolidasi Usai Rilis BI Rate, Simak Saham EMTK, LSIP, ZYRX, dan WIKA
- Saham Pilihan Mirae Sekuritas Juni 2021: BBRI Ditendang Diganti PRDA, Temani ANTM hingga INCO
- IHSG Terancam Bearish Jelang Rilis BI Rate, Rekomendasi Saham AALI, SMRA, BNGA, dan GGRM
Sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat 0,80% menuju level 5.975,79 pada akhir sesi perdagangan Senin, 10 Mei 2021. Kenaikan indeks komposit ini dipimpim oleh peningkatan saham-saham di sektor transportasi, bahan baku, hingga barang konsumen bukan primer.
Pada hari itu, mayoritas indeks saham Asia ditutup kembali bervariasi. Indeks Nikkei naik 0,55% dan TOPIX 0,99%. Sedangkan indeks Hang Seng dan CSI300 masing-masing turun 0,05% dan 0,07%. (SKO)
