Wall Street Rekor Saat Perang, Apa Pelajaran Buat Gen Z?
- Wall Street cetak rekor, Dow Jones tembus 48.977 pasca serangan AS ke Venezuela. Sektor energi dan pertahanan melonjak. Simak analisis Phintraco Sekuritas.

Alvin Bagaskara
Author


Ilustrasi perdagangan saham di bursa Wall Street Amerika Serikat / Reuters
(Istimewa)JAKARTA, TRENASIA.ID – Wall Street kembali menyuguhkan drama pasar yang tidak terduga pada penutupan perdagangan Selasa, 6 Januari 2026 waktu setempat. Bukannya panik karena Amerika Serikat baru saja melakukan serangan militer dan menangkap Presiden Venezuela, bursa saham AS justru pesta pora. Indeks Dow Jones Industrial Average sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High.
Kenaikan tajam ini dipimpin oleh saham-saham sektor keuangan dan energi yang merespons positif langkah agresif Washington tersebut. Dow Jones tercatat melonjak 1,23% menembus level keramat 48.977, sementara S&P 500 dan Nasdaq juga kompak menghijau. Investor global tampaknya melihat peluang cuan jumbo di balik debu konflik geopolitik ini.
Riset terbaru Phintraco Sekuritas menilai pasar tidak melihat serangan ini sebagai pemicu perang dunia melainkan pembuka jalan bisnis baru. Ekspektasi akses terhadap cadangan minyak terbesar dunia di Venezuela menjadi bahan bakar utama optimisme investor saat ini. Ketakutan akan perang kalah telak oleh aroma keuntungan ekonomi korporasi.
1. Dow Jones Tembus 48.977
Indeks Dow Jones mencatatkan sejarah baru dengan ditutup melonjak 1,23% ke level 48.977,18 pada perdagangan Selasa kemarin. Kenaikan ini didorong oleh saham sektor keuangan yang optimis terhadap prospek ekonomi AS pasca langkah tegas pemerintahnya. Pasar finansial merespons positif kepastian dan kekuatan yang ditunjukkan militer.
Sementara itu indeks S&P 500 juga ikut naik 0,64% ke level 6.902,05 dan Nasdaq Composite menguat 0,69% ke posisi 23.395,82. Hijau merata di ketiga indeks utama ini membuktikan bahwa sentimen risk-on sedang mendominasi psikologis investor global. Pelaku pasar berani mengambil risiko meskipun ada berita penangkapan kepala negara.
Bagi Gen Z rekor ini mengajarkan bahwa pasar saham itu bergerak berdasarkan masa depan uang bukan perasaan moralitas semata. Ketika investor yakin ekonomi AS akan makin kuat karena menguasai aset baru maka bursa saham akan naik. "Indeks di Wall Street ditutup menguat," tulis riset Phintraco Sekuritas.
2. Energi Pesta Pora
Sektor energi menjadi bintang utama dalam reli pasar kali ini dengan lonjakan indeks sektoral S&P 500 sebesar 2,7%. Ini adalah level tertinggi sektor energi sejak Maret 2025 yang dipicu oleh penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Investor bertaruh bahwa hambatan politik untuk mengebor minyak Venezuela kini sudah hilang.
Saham raksasa minyak seperti Exxon Mobil dan Chevron langsung terbang tinggi merespons kabar tersebut di lantai bursa. Chevron bahkan digadang-gadang sebagai penerima manfaat terbesar karena memiliki sejarah panjang operasional di negara Amerika Latin itu. Pintu masuk ke ladang minyak raksasa kini terbuka lebar bagi mereka.
Phintraco Sekuritas mencatat bahwa ekspektasi perusahaan energi akan mendapat manfaat dari pembangunan kembali infrastruktur Venezuela sangatlah kuat. Trump bahkan dijadwalkan bertemu bos-bos minyak pekan ini untuk membahas peningkatan produksi di sana. "Perusahaan-perusahaan tersebut akan mendapat manfaat dari pembangunan kembali infrastruktur," analisis Phintraco Sekuritas.
3. Saham Perang "Stonks"
Selain energi saham produsen persenjataan dan pertahanan juga menjadi sektor yang paling diuntungkan dari aksi militer AS ini. Saham Lockheed Martin dan General Dynamics mencatatkan kenaikan signifikan karena investor mengantisipasi adanya kontrak baru dari pemerintah. Konflik militer selalu menjadi ladang cuan bagi industri pertahanan.
Indeks kedirgantaraan dan pertahanan di S&P 500 bahkan sukses menembus rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan kemarin. Pasar menilai kebijakan pemerintah AS yang mengandalkan serangan militer cepat akan menjadi tren baru ke depannya. Ini memberikan kepastian bisnis jangka panjang bagi kontraktor alutsista.
Analisis pasar menyoroti bahwa tindakan militer ini dianggap sebagai bagian penting dari kebijakan luar negeri AS saat ini untuk menangani geopolitik. Bagi investor ini artinya anggaran pertahanan tidak akan dipotong melainkan justru ditambah. "Serangan militer cepat akan menjadi bagian penting dari kebijakannya," tambah Phintraco Sekuritas.
4. Pelajaran Gen Z: Cek Saham Lokal
Apa dampak pesta Wall Street ini buat investor Gen Z di Indonesia yang memegang saham lokal? Sentimen positif dari sektor energi global biasanya akan menular ke saham-saham energi di Bursa Efek Indonesia hari ini. Jika Exxon dan Chevron naik biasanya saham minyak lokal juga kecipratan.
Korelasi ini terjadi karena harga minyak mentah dunia ikut bergerak naik yang otomatis menguntungkan emiten migas di mana pun. Investor asing yang melihat tren bullish di sektor energi global akan mencari saham sejenis di pasar berkembang. Ini peluang buat kalian cek portofolio saham komoditas.
Jadi jangan cuma bengong lihat berita perang di medsos tapi cek juga aplikasi sekuritas kalian sekarang. Pelajari rotasi sektor yang sedang terjadi secara global dan cari emiten lokal yang punya bisnis serupa. "Penguatan harga minyak mentah dan ekspektasi investor," jelas Phintraco Sekuritas.
5. Tetap Waspada "Prank"
Meskipun Wall Street sedang euforia investor muda tetap harus waspada dan tidak boleh FOMO atau takut ketinggalan buta. Phintraco mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik tetaplah sebuah risiko yang bisa berubah arah sewaktu-waktu di pasar. Euforia pasar bisa berbalik jika konflik ternyata meluas tak terkendali.
Ingat bahwa harga emas dunia juga masih bertengger di level tinggi yang menandakan masih adanya ketakutan tersembunyi. Diversifikasi aset tetap menjadi kunci agar portofolio kalian tidak hancur jika pasar saham tiba-tiba koreksi tajam. Jangan taruh semua uang jajan di satu saham saja saat ini.
Gunakan momentum rekor Wall Street ini sebagai indikator sentimen pembuka pasar IHSG hari ini namun tetap pantau berita. Pasar saham sangat dinamis dan berita politik bisa mengubah tren dalam hitungan detik saja. "Meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan AS ke Venezuela," peringatan Phintraco Sekuritas.

Alvin Bagaskara
Editor
