Siap Cuan? Cek Target ANTM, MDKA dan JSMR Hari Ini
- IKK Januari melonjak, IHSG rebound ke 8.031. Simak proyeksi pasar dan rekomendasi saham ANTM, MDKA, hingga JSMR untuk hari ini.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil menutup perdagangan awal pekan dengan catatan gemilang. Pada Senin, 9 Februari 2026, indeks ditutup menguat signifikan ke level 8.031,87 atau naik 1,22%, membalikkan keadaan setelah sempat tertekan di sesi pembukaan pagi hari.
Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif komoditas yang melambungkan saham unggulan seperti ANTM, MDKA, dan JSMR di papan perdagangan. Arus beli masuk deras seiring membaiknya pasar Asia, meski sempat ada bayang-bayang penurunan outlook peringkat utang korporasi besar sebelumnya.
Rupiah juga turut unjuk gigi dengan ditutup menguat di level Rp16.805 per Dolar AS di pasar spot. Kombinasi antara penguatan mata uang Garuda dan data keyakinan konsumen yang melonjak memberikan tenaga tambahan bagi saham PWON dan ISAT untuk dilirik investor.
1. Sinyal Teknikal dan Kutipan
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat adanya penyempitan pada histogram negatif indikator MACD IHSG. Selain itu, indikator Stochastic RSI juga mulai mengindikasikan adanya pembalikan arah atau reversal dari area jenuh jual (oversold), yang menjadi sinyal awal potensi kenaikan lanjutan indeks.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat nilai transaksi belum terlalu eksplosif. "Volume cenderung relatif rendah, karena diperkirakan investor masih cenderung wait and see," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya untuk perdagangan hari Selasa, 10 Februari 2026 ini.
Oleh karena itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan cenderung bergerak konsolidasi dalam jangka pendek. Indeks diprediksi akan bergerak dalam rentang area support di level 7.800 dan menguji level resistance terdekat di angka 8.200 pada perdagangan hari Selasa ini.
2. Sentimen Konsumen (IKK)
Sentimen positif dari dalam negeri datang dari rilis data Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK per Januari 2026. Indeks ini tercatat meningkat ke level 127,0, naik cukup signifikan dibandingkan posisi bulan Desember 2025 yang berada di level 123,5.
Phintraco Sekuritas menyoroti bahwa level 127,0 ini merupakan pencapaian tertinggi sejak Januari 2025. Kenaikan optimisme konsumen ini didorong oleh peningkatan yang terjadi pada hampir enam sub-indeks utama survei, menandakan pemulihan daya beli dan ekspektasi ekonomi masyarakat yang semakin solid.
Data pendukung lainnya adalah penjualan sepeda motor yang tumbuh 3,1% secara tahunan (YoY) mencapai 577.763 unit pada Januari 2026. Angka ini merupakan level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, bangkit dari penurunan tajam sebesar 14,5% yang sempat terjadi pada Desember 2025.
3. Agenda BEI-MSCI
Isu reformasi pasar modal juga menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam pekan ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan akan melakukan pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI Inc pada Rabu, 11 Februari 2026 besok, menindaklanjuti pertemuan yang telah digelar awal Februari lalu.
Dalam pertemuan strategis tersebut, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan mengajukan beberapa inisiatif penting kepada MSCI. Langkah ini seiring dengan 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan harus selesai pada bulan April mendatang.
Hasil dari pertemuan ini sangat dinantikan karena menyangkut posisi pasar saham Indonesia dalam indeks global MSCI. Jika inisiatif reformasi diterima dengan baik, hal ini dapat meningkatkan bobot dan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.
4. Data Ritel Hari Ini
Meskipun data IKK sangat positif, investor disarankan untuk tetap mencermati rilis data penjualan ritel (retail sales) bulan Desember 2025. Data yang dijadwalkan rilis pada Selasa, 10 Februari 2026 hari ini diperkirakan akan menunjukkan perlambatan pertumbuhan menjadi 5,5% dari 6,3% di bulan sebelumnya.
Perlambatan ini wajar mengingat adanya normalisasi pasca lonjakan belanja akhir tahun, namun tetap perlu diwaspadai dampaknya terhadap emiten ritel. Investor akan membandingkan apakah data riil penjualan ritel sejalan dengan tingginya optimisme konsumen yang tercermin dalam data IKK Januari.
Jika data ritel ternyata lebih baik dari ekspektasi, ini akan menjadi katalis positif tambahan bagi sektor barang konsumsi. Namun jika melambat tajam, pasar mungkin akan bereaksi hati-hati, terutama pada saham-saham sektor ritel dan konsumer yang sensitif terhadap daya beli.
5. Evaluasi Saham Pilihan
Berdasarkan data penutupan pasar kemarin, saham berbasis emas mencatatkan kinerja paling impresif. ANTM melesat 4,85% ke level Rp3.890, sementara MDKA terbang lebih tinggi 6,67% menutup sesi perdagangan di harga Rp3.040 per lembarnya mengikuti lonjakan harga komoditas global.
Sektor infrastruktur juga menunjukkan pergerakan positif meski lebih moderat dibandingkan komoditas tambang. Saham JSMR tercatat naik 1,91% ke posisi Rp3.740, sedangkan saham properti PWON cenderung stagnan dengan ditutup flat tanpa perubahan harga di level Rp358 per saham.
Berbeda nasib, saham telekomunikasi ISAT justru mengalami koreksi sehat sebesar 1,40% ke level Rp2.120. Meski demikian, Phintraco Sekuritas tetap merekomendasikan kelima saham ini (ANTM, MDKA, JSMR, PWON, ISAT) sebagai pilihan utama untuk perdagangan hari Selasa ini nanti.

Alvin Bagaskara
Editor
