Rekomendasi Saham Hari Ini: JPFA, JSMR, dan ANTM
- Simak area entry, target harga, dan stop loss di tengah IHSG yang terkoreksi.

Ananda Astri Dianka
Author


Nampak antrian pembelian logam mulia ANTAM di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Tangerang Selatan, Sabtu 19 Juni 2021. Anjloknya harga emas selama sepekan membuat masyarakat berlomba untuk membeli. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
(Foto : Panji Asmoro/TrenAsia)JAKARTA, TRENASIA.ID – Tim Analis Bareksa merilis rekomendasi saham untuk perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, dengan tiga pilihan utama untuk strategi jangka pendek. Ketiga saham tersebut adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Untuk JPFA, analis merekomendasikan strategi trading buy di kisaran Rp2.380–Rp2.420. Pada perdagangan 24 Februari, saham ini ditutup stagnan di level Rp2.420. Target ambil untung (take profit/TP) berada di Rp2.480 untuk TP1 dan Rp2.510 untuk TP2, dengan batas stop loss di Rp2.330 guna membatasi risiko penurunan lebih lanjut.
Sementara itu, JSMR disarankan buy on pullback, yakni membeli saat harga terkoreksi di area Rp3.700–Rp3.740. Saham JSMR pada perdagangan terakhir turun 1,32% ke Rp3.740. Target harga dipatok di Rp3.810 (TP1) dan Rp3.850 (TP2), dengan level stop loss di Rp3.650.
Adapun ANTM masuk kategori trading buy di rentang Rp4.350–Rp4.380. Pada sesi sebelumnya, saham ANTM melemah tipis 0,23% ke Rp4.380. Target harga berada di Rp4.500 dan Rp4.600, sementara batas stop loss direkomendasikan di Rp4.200.
Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini
| Stock Pick (Rp) | JPFA | JSMR | ANTM |
|---|---|---|---|
| Last Price | 2.420 | 3.740 | 4.380 |
| Recommendation | Trading Buy | Buy on Pullback | Trading Buy |
| Entry Range | 2.420 | 3.740 | 4.380 |
| 2.380 | 3.700 | 4.350 | |
| Target Price (TP) 1 | 2.480 | 3.810 | 4.500 |
| Target Price (TP) 2 | 2.510 | 3.850 | 4.600 |
| Stop Loss | 2.330 | 3.650 | 4.200 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 24/2/2026
Dari sisi pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 24 Februari 2026, ditutup melemah 115 poin atau turun 1,37% ke level 8.281. Tekanan terjadi meskipun investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp1,4 triliun.
Berdasarkan riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia tertanggal 25 Februari, pelemahan indeks dipicu tekanan di sektor energi (-3,50%), konsumer siklikal (-3,12%), dan infrastruktur (-2,29%). Sejumlah saham yang membebani pergerakan indeks antara lain AMMN yang turun 4,49% ke 7.450, DSSA terkoreksi 2,96% ke 84.425, serta BRMS melemah 4,72% ke 1.010.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah turut melemah 29 poin ke level Rp16.823 per dolar AS. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.170–8.400 dan berpeluang ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
Analis menilai, di tengah volatilitas pasar dan pelemahan indeks, kedisiplinan dalam menerapkan level stop loss menjadi kunci utama bagi pelaku pasar yang mengincar peluang trading jangka pendek.

Ananda Astri Dianka
Editor
