Tren Pasar

Rapor Saham TP Rachmat 2025: TAPG dan ASSA Cuan Besar

  • Sepanjang 2025, saham TP Rachmat mencatat kinerja gemilang. TAPG naik 96,73%, ASSA 64,49%, dan DSNG 62,63%, didukung lonjakan laba bersih.
TP Rachmat.png
Konglomerat Triputra Group TP Rachmat di acara Wisuda ke-36 Program Sarjana dan Magister Universitas Paramadina, Sabtu, 4 Juni 2022. Foto: Tangkapan layar YouTube.com/Universitas Paramadina. (YouTube.com/Universitas Paramadina)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Sederet emiten besutan konglomerat TP Rachmat mencatatkan kinerja saham yang sangat moncer sepanjang tahun perdagangan 2025 ini. Portofolio saham Grup Triputra mulai dari sektor perkebunan hingga manufaktur komponen otomotif kompak berakhir di zona hijau. Investor meraup keuntungan signifikan dari kenaikan harga saham emiten-emiten tersebut.

Berdasarkan data perdagangan terkini harga saham PT Triputra Agro Persada Tbk sukses melompat hampir dua kali lipat tahun ini. Kenaikan harga saham yang sangat agresif juga dialami oleh emiten logistik dan perkebunan lainnya di bawah naungan grup. Kinerja impresif ini menjadi sorotan utama pelaku pasar modal domestik.

Lonjakan harga saham tersebut ternyata sejalan dengan fundamental kinerja keuangan perusahaan yang tumbuh solid sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan laba bersih yang signifikan menjadi katalis utama pendorong minat beli investor terhadap saham-saham Grup Triputra tersebut. Sentimen positif ini bertahan hingga penutupan perdagangan akhir tahun.

1. TAPG dan DSNG Juara Cuan

Saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menjadi juara dengan kenaikan fantastis sebesar 96,73% ke level Rp1.505 per saham. Sementara itu saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) juga mencatatkan lonjakan harga sebesar 62,63% ke posisi Rp1.545. Sektor perkebunan memberikan cuan terbesar bagi investor grup ini.

Kinerja saham yang gemilang ini didukung oleh lonjakan laba bersih TAPG sebesar 65,67% hingga kuartal ketiga tahun ini. Emiten ini berhasil meraup laba bersih senilai Rp2,68 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Fundamental yang kokoh menjadi alasan utama kenaikan harga saham tersebut.

Senada dengan saudaranya DSNG juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang sangat impresif sebesar 53,03% secara tahunan periode ini. Total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai angka Rp1,31 triliun pada laporan keuangan terakhir. Kinerja operasional yang efisien mendongkrak profitabilitas perusahaan sawit ini.

2. ASSA dan ASLC Melesat

Sektor logistik dan otomotif bekas juga memberikan kontribusi positif melalui saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). Harga saham emiten logistik ini tercatat menanjak sebesar 64,49% sepanjang tahun berjalan ke level Rp1.135 per lembar. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek bisnis logistik nasional.

Anak usahanya yakni PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) turut mencatatkan penguatan harga saham sebesar 16,88% tahun ini. Saham ASLC berhasil parkir di level Rp90 per lembar saham pada sesi perdagangan terakhir tahun 2025. Sinergi bisnis lelang dan logistik memperkuat posisi pasar perseroan.

Dari sisi fundamental ASSA membukukan lonjakan laba bersih sebesar 63,91% secara tahunan pada sembilan bulan pertama 2025. Perusahaan berhasil mengantongi keuntungan bersih senilai Rp348,59 miliar berkat efisiensi dan pertumbuhan volume pengiriman barang. Kinerja keuangan yang solid ini menopang reli harga saham di bursa.

3. Ketangguhan DRMA

Saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) tetap mampu mencatatkan penguatan sebesar 14,13% ke level Rp1.050 per saham. Kenaikan ini terjadi di tengah tantangan industri otomotif nasional yang sedang mengalami kontraksi penjualan cukup dalam tahun ini. Investor tetap mengapresiasi ketahanan bisnis komponen otomotif perseroan.

Data Gaikindo menunjukkan volume penjualan mobil wholesales nasional terkontraksi 9,6% menjadi 710.084 unit hingga November 2025 lalu. Meskipun industri sedang lesu DRMA tetap mampu menjaga pertumbuhan kinerja keuangannya tetap berada di zona positif. Manajemen melakukan strategi diversifikasi bisnis untuk memitigasi risiko penurunan pasar.

Perusahaan komponen ini meraup laba bersih sebesar Rp419,87 miliar hingga kuartal ketiga tahun 2025 yang penuh tantangan. Angka tersebut masih tumbuh tipis 1,89% dibandingkan perolehan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu. Kemampuan menjaga margin keuntungan menjadi nilai tambah bagi emiten ini.

4. Ekspansi dan Prospek DRMA

Analis Sinarmas Sekuritas Christine Nathania menilai kinerja DRMA didukung oleh fundamental kuat dan langkah diversifikasi bisnis. DRMA baru saja mengakuisisi 82% saham PT Mah Sing Indonesia senilai Rp41 miliar untuk memperkuat lini bisnisnya. "DRMA terus melakukan diversifikasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan," kata Christine.

Akuisisi strategis tersebut dinilai mampu meningkatkan kapabilitas DRMA dalam memproduksi komponen plastik yang kian penting saat ini. Komponen ringan sangat dibutuhkan dalam pengembangan model kendaraan listrik yang sedang menjadi tren industri otomotif global. Langkah ini membuka peluang pendapatan baru bagi perseroan kedepannya.

Sinarmas Sekuritas memproyeksikan pendapatan dari entitas baru tersebut mampu mencapai Rp240 miliar pada tahun 2025 ini. Dengan potensi pertumbuhan tersebut sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham DRMA dengan target harga Rp1.410. "Mampu meningkatkan kemampuan DRMA dalam komponen plastik," tambah Christine dalam risetnya.

5. Outlook Logistik ASSA

Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian menyoroti prospek cerah industri logistik yang menjadi tulang punggung kinerja ASSA. Permintaan logistik Indonesia dinilai tetap menjanjikan didukung oleh konsumsi domestik yang kuat serta ekspansi pesat e-commerce. Inisiatif ekosistem logistik nasional pemerintah juga memberikan dampak positif signifikan.

Bisnis lelang dan jual beli mobil bekas juga menjadi penopang kinerja ASSA yang sangat tangguh. Sucor Sekuritas memperkirakan segmen logistik perseroan akan tumbuh dengan rata-rata tahunan sebesar 9% selama tiga tahun ke depan. Proyeksi pertumbuhan ini memberikan jaminan keberlanjutan pendapatan bagi perusahaan.

Mempertimbangkan prospek tersebut Sucor Sekuritas menyematkan rekomendasi beli untuk saham ASSA dengan target harga tinggi. Target harga saham dipatok di level Rp1.500 per lembar mencerminkan potensi kenaikan lanjutan di masa depan. "Industri logistik Indonesia menawarkan prospek yang menjanjikan," tulis Christofer dalam risetnya.