Tren Leisure

Mengapa Tahun Baru Diperingati Setiap Tanggal 1 Januari?

  • Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa kita merayakan Tahun Baru setiap tanggal 1 Januari? Lantas, apa alasan di balik itu?
Perayaan Tahun Baru.
Perayaan Tahun Baru. (freepik.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Saat jam menunjukkan tengah malam pada tanggal 31 Desember, tanggal 1 Januari akan tiba dan kita semua akan menyambut Tahun Baru. Orang-orang di seluruh dunia menyambut tahun baru dengan kembang api, resolusi, dan perayaan.

Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa kita merayakan Tahun Baru setiap tanggal 1 Januari? Percaya atau tidak, Tahun Baru tidak selalu diperingati pada 1 Januari.

Mengutip EarthSky, catatan paling awal tentang perayaan Tahun Baru diyakini berasal dari Mesopotamia sekitar tahun 2000 SM, namun perayaan tersebut dilakukan pada titik ekuinoks musim semi, yakni sekitar pertengahan Maret.

Seiring waktu, bangsa Mesir Kuno, Fenisia, dan Persia merayakan Tahun Baru bertepatan dengan ekuinoks musim gugur atau pertengahan September, sementara bangsa Yunani Kuno memperingatinya saat titik balik matahari musim dingin, sekitar pertengahan Desember.

Perayaan Tahun Baru pada 1 Januari pertama kali dilakukan pada 45 SM. Pada masa pemerintahannya sebagai diktator Romawi, Julius Caesar melakukan pembaruan terhadap kalender Romawi dengan bantuan Sosigenes, seorang astronom asal Aleksandria.

Merayakan Tahun Baru bersama sahabat. (freepik.com)

Kalender baru ini disusun berdasarkan peredaran matahari, dengan perhitungan satu tahun sepanjang 365¼ hari. Pada tahun yang sama, Caesar menambahkan 67 hari ke dalam kalender agar awal tahun dapat dimulai pada 1 Januari.

Bangsa Romawi kuno merayakan Hari Tahun Baru mereka dengan pesta untuk dewa pintu dan permulaan, Janus. Dewa Romawi ini memiliki dua wajah, satu menghadap ke masa lalu dan satu lagi ke masa depan. 

Dilansir dari Children’s Museum, pada Abad Pertengahan, setelah diketahui bahwa Julius Caesar dan Sosigenes melakukan sedikit kesalahan dalam perhitungan kalender, banyak pihak mulai meninggalkan kalender buatan sang diktator.

Pada 1570-an, Paus Gregorius XIII menugaskan Christopher Clavius, seorang astronom Jesuit, untuk memperbaiki selisih waktu sekitar 11 menit tersebut. Hasilnya, pada 1582, kalender Gregorian resmi diberlakukan. Sejak saat itu, 1 Januari diterima secara luas sebagai Tahun Baru.

Perayaan Tahun Baru juga memiliki kaitan dengan fenomena alam. Selain berlangsung setelah titik balik matahari Desember, yang merupakan hari terpendek dalam setahun, momen ini juga bertepatan dengan saat Bumi berada paling dekat dengan Matahari dalam orbitnya.

Karena hari-hari setelahnya akan semakin panjang dan kalender Gregorian menetapkannya demikian, 1 Januari pun dianggap sebagai waktu yang tepat untuk merayakan awal tahun, sebuah momen untuk memulai hal-hal baru.  Apa yang awalnya berakar pada ritual refleksi dan pembaruan, kini berkembang menjadi momen perayaan dan harapan global.