Tren Pasar

Mengenal TEPCO RP, Raksasa Jepang Pemegang Saham KEEN

  • Mengenal TEPCO RP, anak usaha raksasa Jepang yang memegang 25% saham KEEN. Sinergi ini diperkuat proyek PLTS Tobelo dengan potensi pendapatan stabil.
Ilustrasi_pembangkit_listrik_energi_Amerika_Serikat-2021_10_12-14_33_15_9cf041b1086dd0477c19ab7996240186_960x640_thumb.jpg.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) tidak berjalan sendirian dalam memperkokoh posisinya sebagai salah satu pemain pasar energi hijau di Indonesia. Emiten yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2 September 2019 ini mendapat dukungan kuat dari salah satu grup energi terbesar dunia.

Mitra strategis tersebut adalah TEPCO Renewable Power, Inc., entitas anak usaha langsung dari raksasa utilitas Tokyo Electric Power Company Holdings, Inc. Perusahaan asal Jepang ini dibentuk khusus oleh induknya untuk fokus menggarap potensi energi bersih secara internasional.

Momentum bersejarah terjadi pada 16 Februari 2022 saat TEPCO Renewable Power resmi mengakuisisi 25% saham KEEN. Dengan nilai transaksi mencapai Rp394,12 miliar, langkah korporasi ini menjadi bukti kepercayaan investor global terhadap potensi pasar EBT di tanah air yang digarap KEEN.

Raksasa Hidro dan Inovasi Angin Laut

Masuknya anak usaha TEPCO Holdings ini membawa standar operasional kelas dunia ke dalam negeri. Di Jepang, mereka mengelola portofolio pembangkit listrik tenaga air (hidro) terbesar dengan total kapasitas mencapai 9,9 GW di 163 lokasi berbeda.

Tidak hanya jago kandang di sektor hidro, TEPCO Renewable Power kini tengah memimpin revolusi energi angin lepas pantai (offshore wind). Salah satu proyek andalannya adalah pengembangan ladang angin raksasa di lepas pantai Choshi, Prefektur Chiba, melalui kemitraan bersama Ørsted.

Inovasi mereka juga merambah teknologi masa depan seperti turbin angin terapung (floating wind) bernama TetraSpar. Teknologi ini dirancang khusus untuk perairan dalam, sebuah solusi teknis yang sangat relevan untuk diadopsi di negara kepulauan seperti Indonesia kelak.

Transfer Teknologi dan Efisiensi Aset

Kemitraan strategis ini memungkinkan terjadinya transfer teknologi krusial bagi operasional KEEN di berbagai daerah. Keahlian TEPCO Renewable Power dalam revitalisasi dan efisiensi pembangkit listrik tenaga air menjadi aset berharga untuk mengoptimalkan kinerja PLTA Pakkat, PLTA Air Putih, serta aset hidro lainnya.

Selain itu, pengalaman mereka dalam mengelola proyek skala gigawatt menjadi modal penting bagi rencana ekspansi agresif KEEN. Dukungan teknis ini sangat dibutuhkan mengingat KEEN memiliki target ambisius untuk meningkatkan kapasitas terpasang nasional menjadi 100 MW pada tahun 2026.

Kolaborasi kedua entitas ini juga terlihat dalam pengembangan proyek energi baru dengan teknologi modern. Kehadiran Grup TEPCO memberikan keyakinan lebih bagi pemangku kepentingan, termasuk PLN, dalam mempercayakan proyek strategis seperti PLTS Tobelo yang dilengkapi teknologi penyimpanan baterai canggih.

Katalis Pertumbuhan Jangka Panjang

Riset Phintraco Sekuritas menyoroti dampak finansial nyata dari sinergi strategis ini. Proyek PLTS Tobelo dengan teknologi baterai 8.4 MWh diproyeksikan menyumbang pendapatan konstruksi sebesar US$1,8 juta mulai tahun 2026, menjadi bukti percepatan kinerja fundamental pasca-masuknya investor strategis global.

Setelah beroperasi penuh secara komersial pada awal 2027, proyek ini diestimasi menghasilkan pendapatan berulang atau recurring income sekitar US$1,6 juta per tahun. Arus kas stabil dari kontrak 20 tahun ini memberikan ruang fiskal yang luas bagi pertumbuhan perusahaan.

Oleh karena itu, dukungan mitra strategis TEPCO Renewable Power juga memperkuat valuasi fundamental perusahaan di mata investor. Dengan kombinasi teknologi Jepang dan potensi pendapatan baru tersebut, KEEN dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang solid, melampaui sekadar sentimen sesaat di lantai bursa.