Waspadai Celah Penyalahgunaan Data
- Praktik yang kerap dianggap sepele ini berpotensi menjadi celah penyalahgunaan data apabila dokumen tersebut jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

Panji Asmoro
Author


Di tengah pesatnya digitalisasi, risiko kebocoran data pribadi semakin nyata, tidak hanya di tingkat institusi, tetapi juga berawal dari kebiasaan sehari-hari yang kerap luput disadari. Data pribadi yang bocor rentan disalahgunakan dalam berbagai modus yang kerap menghiasi pemberitaan, mulai dari pendaftaran pinjaman online tanpa sepengetahuan pemilik data hingga hilangnya saldo dalam rekening bank secara tiba-tiba.
Kondisi ini menjadi pengingat kuat bagi VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention terdepan di Indonesia, bahwa upaya perlindungan data harus dimulai dari akar permasalahan, yakni kesadaran individu. Menjawab tantangan tersebut, VIDA meluncurkan gerakan literasi publik ‘#VIDAJagaKalian’, kampanye edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran terkait perlindungan data pribadi melalui isu-isu yang dekat dengan keseharian masyarakat, sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam menjaga data dari risiko penyalahgunaan.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, VIDA menghadirkan kolaborasi bertajuk “Tukang Gorengan Jadi Tahu”, dengan menggandeng penjual gorengan sebagai simbol keseharian masyarakat. Inisiatif ini menyoroti bahaya penggunaan dokumen pribadi, seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan dokumen pribadi lainnya sebagai pembungkus makanan. Praktik yang kerap dianggap sepele ini berpotensi menjadi celah penyalahgunaan data apabila dokumen tersebut jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.
Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Panji Asmoro
Editor
