Tren Pasar

IHSG Tumbang, Kenapa Asing Borong Saham MBMA dan ANTM?

  • IHSG tumbang ke 8.274, tapi asing justru borong saham MBMA dan ANTM hingga Rp387 miliar. Apa alasannya? Cek ulasan dan deretan saham paling cuan di sini!
Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia-07.jpg
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juni 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan hari Kamis, 19 Februari 2026. Indeks utama bursa domestik tersebut tercatat mengalami koreksi sebesar 36,15 poin atau setara 0,43% dan akhirnya terparkir lesu pada level angka 8.274.

Kendati indeks saham secara keseluruhan terpantau lesu, investor asing justru memperlihatkan manuver sebaliknya. Data Bursa Efek Indonesia mencatat adanya transaksi beli bersih oleh pemodal asing yang mencapai total nilai sebesar Rp387 miliar di seluruh pasar reguler saham nasional.

Total nilai transaksi sepanjang hari ini tercatat cukup ramai hingga menyentuh angka fantastis Rp26,1 triliun. Berikut adalah empat rangkuman ulasan pergerakan saham spesifik yang menjadi target utama arus keluar masuk dana asing di lantai bursa efek kemarin.

1. Asing Serok Saham Tambang

Transaksi beli bersih paling masif hari ini difokuskan pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Instrumen investasi dari emiten produsen material baterai tersebut sukses diborong oleh para pemodal asing dengan catatan nilai menembus angka fantastis Rp249,9 miliar.

Selain itu, pemodal asing turut memburu aset saham PT Antam Tbk (ANTM) dengan nilai beli bersih mencapai Rp172,9 miliar. Menyusul kemudian pergerakan pembelian saham PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp113 miliar dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

2. Saham Bank Dilepas Asing

Berbanding terbalik dengan sektor tambang, investor asing justru beramai-ramai melepas kepemilikan mereka pada saham perbankan. Saham milik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat mengalami tekanan jual bersih paling masif dengan total pelepasan nilai mencapai angka Rp391,2 miliar.

Tren pelepasan aset tersebut juga turut menimpa saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan catatan rekor jual bersih senilai Rp222,8 miliar. Selain sektor perbankan, asing juga banyak melepas instrumen saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) senilai Rp146,2 miliar.

3. Rotasi Sektor Barang Baku

Meskipun indeks saham gabungan merosot, mayoritas sektor saham di bursa justru berhasil ditutup menguat. Penguatan paling tinggi berhasil dipimpin oleh sektor barang baku yang sukses mencatatkan sebuah lonjakan impresif hingga menyentuh angka 2,8% pada penutupan sesi perdagangan resmi.

Penguatan tersebut langsung disusul berturut-turut oleh penguatan sektor transportasi sebesar 1,9% dan juga sektor energi 0,8%. Sebaliknya, sebuah tekanan jual terberat pada hari ini dipastikan menimpa sektor teknologi yang harus rela terkoreksi 1,1% serta sektor keuangan merosot sedalam 1%.

4. Deretan Saham Paling Cuan

Di tengah fluktuasi indeks gabungan, beberapa saham lapis dua justru mampu memberikan sebuah keuntungan maksimal. Saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) memimpin klasemen dengan lonjakan harga fantastis sebesar 35% menuju level harga Rp216 per lembar saham.

Posisi menguntungkan selanjutnya ditempati saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) yang sukses melejit sangat hebat 34%. Sementara itu, saham milik PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) justru harus menderita kejatuhan paling dalam dengan catatan koreksi harga mencapai 14,9% kemarin.