Tren Pasar

IHSG Rawan Koreksi, MBMA, TLKM & AADI jadi Rekomendasi

  • Meski IHSG kembali mencetak rekor tertinggi, investor diminta waspada potensi koreksi dalam waktu dekat.
IHSG Bursa Efek .jpg
Karyawan beraktivitas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 29 September 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan tiga saham untuk strategi trading jangka pendek pada Kamis, 8 Januari 2026, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Meski demikian, Ciptadana mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai mulai rawan koreksi setelah kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

1. MBMA: Beli saat melemah di area Rp620–640

Saham MBMA ditutup di level Rp670 pada perdagangan Rabu (7/1). Secara teknikal, harga belum mampu menembus area resistance kuat di Rp700. Saat ini, area support terdekat berada di kisaran Rp640 hingga Rp620.

Ciptadana menilai tren jangka pendek saham MBMA masih positif. Namun, untuk mengonfirmasi perubahan tren jangka menengah menjadi bullish, harga perlu menembus dan bertahan di atas level kritis Rp750. Dengan kondisi tersebut, strategi yang disarankan adalah membeli saat harga melemah di area support.

2. TLKM: Beli saat melemah, perhatikan level Rp3.390

Saham TLKM ditutup menguat di Rp3.540 pada perdagangan sebelumnya. Harga masih bergerak aman di atas level support Rp3.390, yang sebelumnya merupakan area resistance sebelum berhasil ditembus.

Selama TLKM mampu bertahan di atas level tersebut, tren jangka pendek dinilai tetap positif, dengan resistance berikutnya berada di area Rp3.710. Ciptadana merekomendasikan strategi beli saat melemah, dengan disiplin cut loss apabila harga turun kembali ke bawah Rp3.390.

3. AADI: Peluang lanjutan selama bertahan di atas support

Saham AADI ditutup di Rp7.350 pada Rabu (7/1) dan masih bertahan di atas support utama Rp6.950. Secara historis, area resistance kuat berada di level Rp7.700, sementara rentang pergerakan berikutnya berada di kisaran Rp6.600 hingga Rp8.400.

Dari sisi indikator, MACD diperkirakan mulai membentuk golden cross, yang mengindikasikan peluang penguatan lanjutan. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, AADI direkomendasikan untuk dibeli saat harga mengalami koreksi jangka pendek.

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

Sebagai informasi, IHSG kembali ditutup menguat pada Rabu (7/1), naik 11,20 poin atau 0,13% ke level 8.944. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 8.916 hingga 8.970, sekaligus mencetak rekor tertinggi baru.

Saham DSSA, ANTM, dan AMMN tercatat menjadi kontributor utama penguatan indeks. Dengan capaian ini, IHSG telah menguat selama enam hari berturut-turut dan bertahan di level tertinggi sepanjang sejarah.

Secara teknikal, level 8.777 yang sebelumnya menjadi resistance kini berpotensi berubah fungsi menjadi support jangka pendek. Namun, berdasarkan pendekatan Elliott Wave, IHSG saat ini diperkirakan berada pada fase wave minute 5. Puncak intraday di level 8.970 juga menjadi area resistance pada kanal tren naik jangka pendek.

Untuk pergerakan jangka menengah, puncak wave minute 5 ini berpotensi menandai akhir dari minor wave 3. Setelah fase tersebut tercapai, IHSG diperkirakan akan memasuki fase koreksi dan mulai membentuk minor wave 4.