Tren Pasar

RKAB Dipangkas! Saham ADRO dan AADI Diprediksi Menggila

  • Cari cuan hari ini? Pantau pergerakan saham ADRO, JSMR dan PGEO. Analis ingatkan potensi profit taking saat IHSG tembus rekor. Cek strategi tradingnya.
Aktifitas Bursa Saham - Panji 2.jpg
Pekerja berjalan di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Mail Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta 17 Oktober 2023. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali pamer otot dengan menutup perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, di zona hijau pada level 8.944,81, menguat tipis 0,13%. Indeks bahkan sempat menyentuh rekor intraday tertinggi baru di 8.970, hanya selangkah lagi menuju level psikologis keramat 9.000.

Namun, Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengingatkan investor untuk tetap waspada karena momentum beli mulai melemah. Indikator Stochastic RSI yang sudah memasuki area jenuh beli menjadi sinyal kuat rawan terjadinya aksi ambil untung mendadak, apalagi Rupiah terpuruk ke Rp16.780 per dolar AS.

Di tengah potensi volatilitas ini, sentimen positif datang dari rencana pemerintah memangkas target produksi mineral dan batu bara dalam RKAB 2026. Investor disarankan mencermati saham-saham pilihan yang diuntungkan seperti AADI, ADRO, JSMR, BUKA, dan PGEO untuk perdagangan hari ini, Kamis, 8 Januari 2026.

1. Awas Jebakan 'Overbought'

Secara teknikal, Phintraco menyoroti indikator Stochastic RSI yang sudah memasuki area jenuh beli atau overbought. Meskipun histogram MACD masih positif, momentum beli mulai terlihat melemah. “Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar rawan mengalami aksi ambil untung atau profit taking mendadak,” jelas Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis, 8 Januari 2026.

Investor disarankan tidak terlalu agresif mengejar harga atas, terutama jika eskalasi ketegangan geopolitik global kembali memanas. IHSG hari ini diproyeksikan bergerak fluktuatif di area support 8.850-8.900, dengan target resistance terdekat untuk ditembus berada di rentang level 8.970 hingga 9.000.

2. Rupiah Tertekan Hebat

Tekanan eksternal datang dari pasar valuta asing yang sedang tidak bersahabat bagi aset berisiko. Nilai tukar Rupiah berlanjut terdepresiasi cukup dalam ke level Rp16.780 per dolar AS di pasar spot kemarin, seiring dengan lesunya mayoritas mata uang negara Asia lainnya.

Pelemahan mata uang Garuda ini perlu diwaspadai karena dapat memicu arus keluar dana asing (capital outflow) dari pasar saham. Investor hari ini juga akan menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia per Desember 2025 sebagai indikator ketahanan ekonomi menghadapi gejolak eksternal.

3. Sentimen RKAB Batu Bara

Kabar segar datang dari sektor komoditas energi yang bisa menjadi penopang indeks. Pemerintah berencana memangkas target produksi mineral dan batu bara yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 untuk mengendalikan keseimbangan pasokan dan permintaan pasar.

Langkah strategis ini diharapkan efektif memulihkan harga komoditas mineral dan batu bara yang sempat tertekan tahun lalu akibat kelebihan pasokan (oversupply). Kebijakan pemangkasan produksi ini diprediksi akan berdampak positif terhadap pergerakan harga saham-saham emiten pertambangan terkait dalam jangka pendek hingga menengah.

4. Keberhasilan Swasembada Pangan

Sentimen positif dari dalam negeri juga datang dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Beliau baru saja mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, sebuah pencapaian signifikan yang sejalan dengan program prioritas ketahanan pangan nasional yang sedang digenjot pemerintah.

Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana merealisasikan kemandirian pangan untuk komoditas strategis lainnya secara bertahap setiap tahun. Hal ini memberikan kepastian kebijakan jangka panjang yang kondusif bagi stabilitas ekonomi makro dan emiten yang bergerak di sektor konsumer serta agribisnis.

5. Menu Saham Pilihan (Top Picks)

Di tengah potensi volatilitas pasar hari ini, Phintraco Sekuritas menjagokan sektor energi. Kemarin, saham AADI sukses melesat 3,89% ke Rp7.350. Sementara itu, saham ADRO terbang lebih tinggi 7,77% menutup perdagangan di level Rp2.010 per lembar saham.

Saham pendukung lainnya juga kompak menghijau kemarin. Emiten tol JSMR tercatat naik 2,95% menjadi Rp3.490. Saham teknologi BUKA bangkit 3,07% ke level Rp168, disusul oleh emiten panas bumi PGEO yang menguat solid 2,13% ke harga penutupan Rp1.200 per saham.