IHSG dan Kurs Rupiah Kompak Tumbang, Saatnya Serok AMMN-ADMR
- Mengapa IHSG tumbang ke 8.274 saat BI tahan suku bunga? Intip analisis Phintraco Sekuritas dan 5 saham pilihan andalan mulai AMMN, TKIM, hingga ADMR di sini.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, diperkirakan akan bergerak sangat bervariasi. Analis pasar modal dari Phintraco Sekuritas memprediksi indeks kebanggaan nasional tersebut akan berupaya menguji level pergerakan di rentang 8.200 hingga 8.300.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, indeks domestik ditutup melemah signifikan hingga menyentuh angka 8.274. Koreksi sebesar 0,43% tersebut terjadi akibat tingginya tekanan jual setelah indeks sempat mencatatkan sebuah penguatan pada level 8.376 di sesi pertama.
Di tengah momentum pelemahan indeks gabungan tersebut, para pelaku pasar modal sangat disarankan untuk tetap menjaga fokus. Terdapat lima saham pilihan menarik yang direkomendasikan secara khusus bagi para investor ritel guna memaksimalkan sebuah potensi keuntungan di bursa efek.
1. Analisis Teknikal Indeks
Secara teknikal, pergerakan indikator pada grafik harian bursa terpantau mengalami pelebaran histogram secara positif secara berkelanjutan. Namun, kondisi teknikal tersebut sangat dibayangi oleh pergerakan osilator pasar yang sudah mulai mengarah tajam pada area jenuh beli tingkat tinggi.
Indikator volume penjualan saham juga terpantau terus mengalami kenaikan yang sangat signifikan sepanjang jalannya perdagangan kemarin. "Sehingga diperkirakan indeks saham kita akan cenderung bergerak bervariasi pada kisaran angka 8.200 hingga 8.300," tulis tim riset Phintraco Sekuritas pada Kamis, 19 Februari 2026.
2. Keputusan Suku Bunga
Fokus utama para investor di pasar modal saat ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Otoritas moneter secara resmi telah memutuskan untuk kembali mempertahankan besaran nilai suku bunga acuan negara demi menjaga sebuah stabilitas perekonomian nasional.
Bank sentral mempertahankan nilai suku bunga pada level 4,75% untuk catatan kelima kalinya secara berturut-turut tahun ini. Keputusan krusial tersebut selaras dengan sebuah upaya menstabilkan laju inflasi yang saat ini menyentuh level 3,55% demi mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi.
3. Tekanan Nilai Tukar
Meskipun suku bunga tetap dipertahankan, kewaspadaan tingkat tinggi sangat diperlukan untuk menyikapi laju pergerakan kurs valuta asing. Nilai tukar mata uang garuda justru terpaksa ditutup melemah pada level Rp16.894 terhadap pergerakan instrumen dolar Amerika Serikat di pasar global.
Pelemahan nilai mata uang kita berjalan seiring dengan tingginya kekhawatiran publik mengenai masa depan fiskal Indonesia. Para investor ritel juga wajib mencermati dinamika potensi penurunan peringkat investasi ekuitas maupun rating utang negara dari lembaga bergengsi MSCI dan Moody's.
4. Kesepakatan Dagang Negara
Katalis penting dari sentimen internasional utamanya berasal dari rilis ekspektasi publik terhadap stabilitas kondisi iklim dagang global. Indonesia dan Amerika Serikat dijadwalkan segera meneken kesepakatan besar mengenai penerapan pengenaan tarif ekspor masuk sebesar 19% ke negara Paman Sam.
Melalui kesepakatan dagang tersebut, pemerintah kita akan melonggarkan beberapa syarat produk impor masuk dari wilayah Amerika Serikat. Negara juga diwajibkan segera mencabut larangan pengiriman komoditas mineral penting sekaligus mengizinkan barang Amerika tanpa penerapan pembebanan tarif bea masuk kembali.
5. Deretan Saham Pilihan
Menyikapi sentimen tersebut, analis merilis rekomendasi saham andalan harian. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ditutup pada harga Rp7.675 dengan tingkat kenaikan sebesar 1,99%. Selanjutnya, aset PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) seharga Rp7.425 sukses melonjak sebesar 3,12%.
Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) seharga Rp560 naik sebesar 4,67% dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di harga Rp4.240 menguat senilai 4,69%. Daftar ini ditutup sempurna oleh pergerakan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) seharga Rp2.030 dengan lonjakan 3,31%.

Alvin Bagaskara
Editor
