Tren Pasar

EXCL, BBNI, dan PGAS Jagoan Saat IHSG Masih Bullish

  • Bareksa merekomendasikan EXCL, BBNI, dan PGAS. Simak area entry, target harga, dan stop loss di tengah tren positif IHSG dan derasnya dana asing.
ilustrasi XL Axiata-3.jpg
Suasana pelayanan pelanggan di counter XL Xplor Axiata Tower, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Tim Analis Bareksa kembali merilis rekomendasi saham harian di tengah peluang penguatan pasar pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026. Tiga emiten yang masuk dalam radar trading hari ini adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Rekomendasi tersebut disusun menggunakan pendekatan teknikal jangka pendek hingga menengah, dengan mencantumkan area entry, target harga (take profit), serta batas risiko (stop loss).

Untuk EXCL, analis memberikan rekomendasi trading buy setelah saham ini ditutup menguat 5,99% ke Rp3.360 pada 25 Februari 2026. Area beli berada di rentang Rp3.300–Rp3.360, dengan target harga Rp3.500 hingga Rp3.600 dan stop loss di Rp3.200. Strategi ini dinilai cocok untuk memanfaatkan momentum kenaikan jangka pendek.

Sementara itu, BBNI direkomendasikan sebagai accumulative buy. Saham bank pelat merah tersebut ditutup naik 1,12% ke Rp4.500. Investor dapat mencicil pembelian di kisaran Rp4.480–Rp4.500, dengan target Rp4.600 hingga Rp4.700 dan stop loss di Rp4.350. Pendekatan akumulasi dinilai tepat ketika harga berada di area support.

Adapun PGAS mendapat rekomendasi trading buy setelah menguat 1,78% ke Rp2.290. Area entry berada di Rp2.250–Rp2.290, dengan target Rp2.350 hingga Rp2.400 dan stop loss di Rp2.200. Saham ini dinilai menarik untuk strategi trading jangka pendek dengan potensi kenaikan yang terukur.

Tabel: Rekomendasi Saham Hari Ini, 26 Februari 2026

Illustration

Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 25/2/2026

Secara umum, pergerakan pasar masih menunjukkan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 25 Februari 2026, ditutup menguat 0,50% ke level 8.322, ditopang net foreign buy sebesar Rp2,7 triliun. Mayoritas sektor tercatat menguat, terutama kesehatan, konsumer siklikal, dan industri.

Penguatan IHSG turut disokong saham-saham kapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). Nilai tukar rupiah juga menguat ke Rp16.785 per dolar AS.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 8.237 dan resistance 8.437 dengan tren jangka pendek yang masih positif. Dengan aliran dana asing yang tetap deras, peluang trading jangka pendek dinilai masih terbuka, dengan disiplin pada batas stop loss sebagai kunci pengelolaan risiko.