Tren Pasar

5 Saham dengan Dividend Yield Tertinggi 2026, Ada HRTA dan PSAB

  • Cari saham dividen tinggi? Berikut 5 emiten dengan dividend yield terbesar di BEI 2026, mulai dari PSAB hingga BBRI.
IHSG Ditutup Menguat-5.jpg
Karyawan berkatifitas dengan latar layar monitor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 8 September 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Perburuan saham dividen kembali menjadi strategi favorit investor pada 2026. Di tengah volatilitas pasar saham dan ketidakpastian ekonomi global, banyak investor mencari emiten yang mampu memberikan pendapatan pasif melalui pembagian dividen besar.

Dividend yield atau tingkat imbal hasil dividen menjadi salah satu indikator yang paling sering digunakan investor untuk menilai daya tarik suatu saham. Semakin tinggi dividend yield, semakin besar potensi pendapatan yang diterima investor dibandingkan harga saham yang dibeli.

Berdasarkan data berbagai emiten yang telah mengumumkan pembagian laba tahun buku 2025, terdapat sejumlah saham yang menawarkan dividend yield dua digit, bahkan ada yang mencapai lebih dari 20%.

Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, Senin, 17 Juni 2026, berikut lima emiten dengan dividend yield tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang musim dividen 2026,

1. PSAB Jadi Raja Dividend Yield 2026

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menempati posisi pertama sebagai emiten dengan dividend yield tertinggi tahun ini.

Perusahaan tambang emas tersebut membagikan dividen sebesar Rp105 per saham. Dengan harga saham yang berada di kisaran Rp500 per lembar, dividend yield PSAB mencapai sekitar 21%.

Angka tersebut menjadikan PSAB sebagai salah satu saham dengan imbal hasil dividen tertinggi di pasar modal Indonesia saat ini.

Tingginya dividend yield PSAB juga menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya ketika perusahaan lebih fokus pada ekspansi dan pengembangan operasional.

Namun investor perlu memperhatikan bahwa masa cum date PSAB telah berlangsung pada 11 Juni 2026 sehingga investor yang membeli saham setelah tanggal tersebut tidak lagi berhak memperoleh dividen tahun ini.

Baca juga : B50 Serap 6 Juta Ton Sawit, Minyak Goreng dan Tangki Kendaraan Berebut CPO

2. HRTA Tawarkan Yield Hampir 18%

Posisi kedua ditempati PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), emiten yang bergerak di sektor perhiasan dan perdagangan emas.

HRTA membagikan dividen sebesar Rp40 per saham. Dengan harga saham sekitar Rp224 per lembar, dividend yield yang ditawarkan mencapai 17,85%.

Kinerja bisnis yang berkaitan erat dengan industri emas membuat HRTA menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian investor di tengah tingginya harga logam mulia global. Sama seperti PSAB, jadwal cum dividen HRTA juga telah berakhir pada 11 Juni 2026.

3. INCO Masuk Daftar Saham Dividen Terbesar

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi wakil sektor nikel dalam daftar emiten dengan dividend yield tertinggi.

Perusahaan membagikan dividen sebesar Rp77,64 per saham. Dengan harga saham sekitar Rp457, dividend yield yang dihasilkan mencapai 16,98%.

Sebagai salah satu pemain utama industri nikel nasional, INCO mendapatkan perhatian besar seiring meningkatnya permintaan nikel untuk kebutuhan kendaraan listrik dan industri baterai global.

Meski demikian, investor yang ingin memperoleh dividen tahun ini harus menerima kenyataan bahwa cum date INCO telah berlangsung pada 10 Juni 2026.

Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: BBCA dan MBMA Terbang, EMTK Anjlok

4. Bank Mandiri Catat Yield Dua Digit

Di sektor perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi bank dengan dividend yield tertinggi. Bank pelat merah tersebut membagikan dividen sebesar Rp476,95 per saham. Dengan harga saham di kisaran Rp4.120, dividend yield BMRI mencapai sekitar 11,58%.

Pembagian dividen jumbo ini menunjukkan kuatnya kinerja keuangan Bank Mandiri sepanjang tahun buku 2025 sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu mesin pencetak laba terbesar di industri perbankan nasional.

Bagi investor jangka panjang, BMRI tetap menjadi salah satu pilihan utama karena didukung fundamental yang kuat, likuiditas tinggi, serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

5. BBRI Bagikan Dividen Terbesar dalam Sejarah

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melengkapi daftar lima besar emiten dengan dividend yield tertinggi tahun ini. BRI membagikan total dividen Rp346 per saham yang terdiri dari dividen interim Rp137 dan dividen final Rp209 per saham.

Secara total, BBRI mengalokasikan sekitar Rp52,1 triliun untuk dividen, menjadi pembagian dividen terbesar sepanjang sejarah perusahaan.  Dengan harga saham sekitar Rp3.050 per lembar, dividend yield BBRI mencapai 11,34%.

Besarnya nilai dividen tersebut tidak terlepas dari keputusan perusahaan untuk membagikan sekitar 92% laba bersih tahun buku 2025 kepada pemegang saham.

Jika diurutkan berdasarkan dividend yield, berikut peringkat lima besar saham dividen tertinggi tahun ini,

  • PSAB – 21,00%
  • HRTA – 17,85%
  • INCO – 16,98%
  • BMRI – 11,58%
  • BBRI – 11,34%

Dari daftar tersebut terlihat bahwa sektor komoditas masih mendominasi posisi teratas, terutama emiten yang bergerak di bidang emas dan pertambangan mineral.

Mengapa Dividend Yield Tinggi Belum Tentu Menarik?

Meskipun dividend yield sering menjadi acuan investor, angka yang tinggi tidak selalu berarti saham tersebut layak dibeli.

Dalam beberapa kasus, dividend yield melonjak karena harga saham mengalami penurunan tajam. Kondisi ini dikenal sebagai dividend trap, yaitu situasi ketika saham terlihat murah dan menawarkan yield tinggi tetapi sebenarnya menghadapi masalah fundamental.

Karena itu investor perlu melihat faktor lain seperti:

  • Pertumbuhan laba perusahaan
  • Arus kas operasional
  • Tingkat utang
  • Payout ratio
  • Prospek bisnis jangka panjang
  • Konsistensi pembagian dividen

Baca jugab : Terus Menguat, IHSG Hari Ini Dibuka Naik 0,42 Persen

Strategi Berburu Saham Dividen

Bagi investor yang mengincar pendapatan pasif dari pasar saham, terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan. Pertama, perhatikan jadwal cum date dan ex date agar tidak kehilangan hak atas dividen.

Kedua, jangan hanya fokus pada besarnya dividend yield. Pastikan perusahaan memiliki fundamental yang sehat dan mampu mempertahankan pembagian dividen pada tahun-tahun berikutnya.

Ketiga, perhatikan sektor usaha perusahaan. Emiten komoditas seperti batu bara, emas, dan nikel biasanya membagikan dividen besar ketika harga komoditas sedang tinggi, tetapi nominalnya dapat berubah signifikan mengikuti siklus pasar.

Keempat, investor dapat memanfaatkan indeks saham dividen seperti IDX High Dividend 20 sebagai referensi untuk menemukan perusahaan yang memiliki rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

Meski dividend yield tinggi sangat menarik, investor tetap perlu melakukan analisis menyeluruh terhadap kondisi bisnis dan prospek perusahaan agar tidak terjebak pada saham yang hanya terlihat murah tetapi memiliki risiko tinggi di masa depan.