Tren Leisure

Transaksi di Pasar Metaverse Diperkirakan Mencapai Rp11,2 Ribu Triliun pada 2024

  • Perputaran uang di pasar metaverse yang saat ini semakin diminati banyak orang diperkirakan bisa menembus hingga US$783,3 miliar atau setara dengan Rp11.266 triliun dalam asumsi kurs Rp14.383 perdollar AS pada tahun 2024.
Dunia Virtual Metaverse
Ilustrasi dunia virtual metaverse (artlabs.ai)

JAKARTA – Perputaran uang di pasar metaverse yang saat ini semakin diminati banyak orang

 Angka ini diperkirakan bisa menembus hingga US$783,3 miliar atau setara dengan Rp11.266 triliun dalam asumsi kurs Rp14.383 perdollar AS pada tahun 2024. 

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Finance & Risk Management PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Mohammad Ramzy. Ia memprediksikan pada tahun 2024, perputaran uang akan mengalami peningkatan dari angka US$478,7 (Rp6.885 triliun) pada tahun 2020. Kenaikan itu juga mewakili tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 13,1%. 

Ramzy mengatakan, metaverse merupakan ekosistem digital yang mencakup fully functional economy. Jika masyarakat dan pemerintah memberlakukan metaverse sebagai digital environment semata, maka metaverse hanya akan menjadi tren dan tidak memberikan dampak ekonomi atau sulitnya monetisasi.

“Tapi, kenyataannya tidak demikian. Bahwa di environment metaverse ada dampak ekonomi yang bergulir, ada primary dan secondary market -nya,” ujar Ramzy sebagaimana dikutip dari keterangan di situs Universitas Telkom, Minggu, 6 Maret 2022. 

Direktur Jakarta Smart City Yudhistira Nugraha mengungkapkan, dalam menyambut era metaverse, tidak hanya teknologi dan infrastruktur saja yang harus disiapkan.

“Namun juga dibutuhkan komunikasi, bisnis, kreativitas untuk mampu mewujudkan metaverse yang memberikan kenyamanan, kemudahan, dan ketergantungan,” kata Yudhistira. 

Yudhistira pun mengatakan, seiring dengan perkembangan metaverse, risikonya pun akan semakin besar. Dengan semakin besarnya risiko metaverse, pemerintah pun harus terus beradaptasi melalui regulasi yang dapat melindungi masyarakat. 

Rektor Universitas Telkom Prof. Dr. Adiwijaya mengatakan bahwa Universitas Telkom telah mengembangkan kurikulum pendukung pengembangan metaverse.

Perancangan kurikulum itu dilakukan untuk menyiapkan talenta digital yang siap untuk terjun dan beradaptasi dalam perkembangan teknologi, khususnya di ranah metaverse

“Kita menyiapkan kurikulum ini dalam rangka menyiapkan digital talent yang mampu beradaptasi dalam metaverse. Karena perkembangan teknologi tidak dapat kita bendung, pilihannya hanya kita wait and see saja atau mau jadi player bahkan menjadi leader di dalamnya”, kata Adiwijaya dalam acara Pentahelix Show yang diselenggarakan Forum Alumni Universitas Telkom (FAST), Rabu, 2 Februari 2022.