Taman Ekowisata akan Hiasi Bendungan Sukamahi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengembangkan konsep ecotourism park atau taman ekowisata dengan memanfaatkan kawasan konservasi pada Bendungan Sukamahi, Kabupaten Bogor.

Reza Pahlevi
Author


Bendungan Sukamahi/PUPR
(Istimewa)JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengembangkan konsep ecotourism park atau taman ekowisata dengan memanfaatkan kawasan konservasi pada Bendungan Sukamahi, Kabupaten Bogor.
“Tujuan utama konsep ini adalah mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan dengan mengembangkan potensi yang ada dengan cara yang berkelanjutan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan pers, Kamis, 15 April 2021.
Konsep Taman Ekowisata Bendungan Sukamahi akan memanfaatkan kawasan terpadu pada bendungan itu sendiri seperti konservasi alam pada area sabuk hijau atau greenbelt. Selanjutnya, taman dikembangkan menjadi hutan konservasi untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan tumbuhan khas setempat, seperti pohon suren dan damar.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Pada kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas garden in the forest, trail/track, rest area, dek wisata, toilet, signage dan pusat informasi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata. Pengembangan ekowisata Bendungan Sukamahi akan memanfaatkan badan air bendungan menjadi natural river valley basin.
Bendungan Sukamahi adalah bendungan kering yang berfungsi utama menampung air agar tidak banjir. Di awal musim hujan, elevasi muka air waduk diatur berada pada elevasi yang rendah atau kosong dan saat terjadi hujan debit air dapat diteruskan langsung ke hilir.
Ketika sedang kering, Bendungan Sukamahi dapat menjadi area lanskap yang dapat ditanami tanaman yang memiliki toleransi terhadap genangan dan mampu self generated atau trubus misalnya tanaman datura.
Bendungan Sukamahi memiliki volume tampung sebesar 1,68 juta meter kubik dan luas area genangan 5,23 hektare. Progres konstruksi hingga 9 April 2021 sudah mencapai 71,21% dengan pekerjaan berjalan seperti struktur beton pada bangunan pelimpah (clearing dan pengecoran), timbunan pada bendungan utama, pekerjaan hidromekanikal, dan kelengkapan fasilitas umum.
Bendungan kering Sukamahi merupakan yang pertama kalinya dibangun di Indonesia dengan kontrak senilai Rp447,39 miliar. Pembangunan ini dimulai di 2017 dengan pelaksana proyek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Basuki Rahmanta Putra (kerjasama operasi/KSO).
