Tren Leisure

Sistem Multi Produksi, Alasan Idol K-Pop Comeback Bersamaan

  • Sistem multi-produksi pada dasarnya adalah pengelolaan fungsi-fungsi utama dalam perusahaan secara independen dengan memberikan kekuasaan keputusan kepada pemimpin setiap organisasi. Langkah ini telah diambil agensi-agensi di Korea Selatan terutama yang termasuk ke dalam “Big 4”.
Inilah Alasan Kenapa Banyak Idol K-Pop yang Comeback Bersamaan
Inilah Alasan Kenapa Banyak Idol K-Pop yang Comeback Bersamaan (Istimewa)

JAKARTA - Industri K-Pop nampaknya mulai berani keluar dari zona nyaman. Salah satunya dengan melakukan sistem multi-produksi untuk perluasan pasar. 

Sistem multi-produksi pada dasarnya adalah pengelolaan fungsi-fungsi utama dalam perusahaan secara independen dengan memberikan kekuasaan keputusan kepada pemimpin setiap organisasi.  Langkah ini telah diambil agensi-agensi di Korea Selatan terutama yang termasuk ke dalam “Big 4”. 

Sistem baru ini bertujuan untuk "mengembangkan kemampuan produksi perusahaan dan mempercepat produksi hak kekayaan intelektual" dengan memberikan kekuasaan pengambilan keputusan kepada pemimpin setiap organisasi, kata co-CEO Lee Sung-soo SM dikutip dari The Korea Times.  

Dengan sistem ini, perusahaan bisa menyiapkan comeback untuk beberapa artis melalui pendekatan yang lebih bervariasi. Dan lagi, mereka tidak perlu lagi menunggu waktu yang lama antara satu comeback dan yang berikutnya.

Dengan sistem produksi yang berbeda, agensi juga merasa risiko comeback lebih kecil karena mereka telah membuat lagu, konsep, dan strategi promosi untuk setiap artis. 

Dikutip TrenAsia.com dari laman Koreaboo pada Senin, 22 Januari 2024, tujuan dilakukanya multi-produksi ini adalah agar perusahaan bisa mempromosikan lebih banyak artis dalam setahun sehingga bisa mengurangi risiko dan meningkatkan keuntungan. 

Dengan comeback yang hampir bersamaan, para artis kini berada dalam situasi kompetitif atau bisa juga saling support satu sama lain. Berbeda dengan sistem-sistem sebelumnya, di mana biasanya ada jeda waktu antar-comeback untuk menghindari persaingan. 

Sistem ini pertama kali diterapkan oleh JYP pada tahun 2017. Lalu HYBE menggunakan sistem serupa melalui label terafiliasinya, dan SM memperkenalkannya melalui SM 3.0. 

"Kami akan terus mengamankan daya saing bisnis dengan mendistribusikan kemampuan produksi SM ke beberapa pusat produksi dan label," tambah Lee Sung-soo. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, SM menyebarkan artis-artisnya ke lima pusat produksi berbeda yang akan mengelola fungsi-fungsi utama secara independen, seperti produksi musik dan manajemen idol.

Seorang pejabat SM mengatakan, "Setiap multi-produksi dijalankan dengan keputusan independen dan bisa memberikan berbagai konten sesuai rencana dan arah masing-masing artis."

Tags: