Menikah Karena Uang Tak Selamanya Buruk, Berikut Penjelasannya
- Meski dianggap negatif, rupanya menikah karena alasan finansial tak selamanya buruk

Rizky C. Septania
Author


JAKARTA- Menikah menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh para muda mudi. Menjalankan komitmen bersama, menikah berarti menghabiskan sisa hidup untuk bersama satu sama lain baik dalam suasana suka maupun duka.
Menikah biasanya dilandaskan atas rasa cinta dan rasa nyaman serta melindungi antara satu sama lain. Meski begitu, tak sedikit orang yang melakukan pernikahan semata untuk menyelesaikan masalah finansial.
Orang yang menikah lantaran uang biasanya dicap sebagai sosok yang materialistis. Bahkan tak jarang mereka dicap buruk lantaran dianggap menuhankan materi diatas segalanya, termasuk kebahagiaan akan cinta yang seharusnya mereka rasakan.
- Dongkrak Penjualan Produk Nasional, Pemerintah Bangun Indonesia Trading House di Swiss
- Canggih! Begini Cara Agar Orang Lain Tidak Screenshot Chat WhatsApp Anda
- Menko Airlangga: Pemerintah Akan Wajibkan Eksportir Simpan Devisa Hasil Ekspor 3 Bulan
- Terapkan Inklusi Keuangan dan Praktik ESG di Indonesia, Ini Strategi Jitu BRI di Tahun 2023
Namun kembali lagi, bagi mereka yang menikah karena uang akan beranggapan bahwa cinta tak dapat digunakan untuk membeli makanan atau membayar tagihan bulanan.
Meski dianggap negatif, rupanya menikah karena alasan finansial tak selamanya buruk. Ekonom sekaligus penulis buku “Money Magic: An Economist’s Secrets to More Money, Less Risk, and a Better Life", Laurence J.Kotlikoff mengatakan bahwa pernikahan hampir mirip dengan sebuah kemitraan dengan jangka panjang.
Ia mengatakan, dalam sebuah kemitraan, tak ada salahnya memastikan bahwa para pasangan melakukan barter untuk memenuhi kebutuhan. Barter ya g dimaksud termasuk untuk sumber daya ekonomi dan kewajiban keuangan.
"Saya tidak mengklaim bahwa uang adalah satu-satunya faktor penentu dalam berpasangan. Bagi kebanyakan dari kita, cinta melampaui uang," ujar Kotlikoff sebagaimana dikutip TrenAsia.com dari CNBC Internasional Kamis, 26 Januari 2023.
Kotlikoff yang mengaku bukan ahli dalam hal cinta menambahkan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk jatuh cinta dengan banyak orang. Karena itu, tidak ada salahnya bergangung pada seseorang yang dapat memberi Anda standar hidup yang lebih tinggi.
"Jika Anda dihadapkan dengan dua pilihan, dan salah satu memiliki penghasilan dua kali lipat dari yang lain, pilihlah mereka yang berpenghasilan lebih banyak. Menikahlah dengan orang yang punya banyak uang," tambahnya.
Selain dapat menggantungkan hidup dan bertransaksi secara ekonomi satu sama lain, menikah juga menguntungkan kedua belah pihak, termasuk dalam hal pembayaran pajak. Sebagaimana diketahui, orang yang menikah mendapat keringanan untuk membayar sejumlah jenis pajak.
Di luar negeri, terutama negara yang memiliki populasi sedikit, mereka yang menikah akan mendapatkan tunjangan khusus. Ditambah lagi, setelah pasangan memiliki anak, pemerintah akan menambah tunjangan pada keluarga tersebut untuk digunakan pada sang anak.

Ananda Astri Dianka
Editor
