Tren Leisure

Mengunjungi 5 Lokasi Syuting Can This Love Be Translated

  • Drama ini membawa penonton pada perjalanan visual yang kaya melintasi budaya dan benua.
Lokasi syuting drama Korea Can This Love Be Translated?
Lokasi syuting drama Korea Can This Love Be Translated? (soompi.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Di antara kesalahpahaman dan keheningan, Can This Love Be Translated? mengukir tempo emosionalnya sendiri. Drama Korea ini tidak terburu-buru dalam mengekspresikan emosi. Sebaliknya, drama ini bergerak perlahan, berlama-lama di momen-momen tertentu sehingga emosi muncul secara bertahap, mencerminkan kompleksitas hubungan yang tenang.

Meskipun serial Netflix Can This Love Be Translated? telah memikat penggemar dengan kisah cinta lintas budaya dan karakter-karakter yang menarik, serial ini juga memicu rasa iri terhadap perjalanan dengan lokasi syuting internasional yang menakjubkan.

Membawa penonton dari kuil-kuil yang tenang di Jepang ke ngarai-ngarai dramatis di Kanada dan reruntuhan yang bermandikan sinar matahari di Italia. Drama ini membawa penonton pada perjalanan visual yang kaya melintasi budaya dan benua.

Faktor petualangan yang diusung serial ini tidak luput dari perhatian. Menurut Netflix, serial 12 episode yang dibintangi Kim Seon Ho, Go Youn Jung, dan aktor Jepang Sota Fukushi ini menarik 9 juta penonton minggu lalu, menjadikannya serial non-Inggris terpopuler minggu itu.

Lokasi Syuting Can This Love Be Translated

Dilansir dari Korea Times, berikut destinasi dalam drama Can This Love Be Translated? yang bisa kamu kunjungi untuk napak tilas:

1. Kamakura, Jepang

Cuplikan adegan yang difilmkan di Kamakura, Jepang dari drama Korea Can This Love Be Translated? (soompi.com)

Kamakura adalah sebuah kota kecil di Jepang, menjadi latar tempat dua tokoh utama, Cha Muhee (Go Youn Jung) dan Joo Hojin (Kim Seon Ho), menghabiskan sebagian hari mereka bersama pada episode pertama.

Salah satu adegan yang paling berkesan adalah ketika keduanya terpisah oleh sebuah kereta, yang semakin menambah daya tarik Kamakura sekaligus menonjolkan keindahan jalan-jalannya yang khas.

Terletak di Prefektur Kanagawa, sekitar satu jam perjalanan dari Tokyo, Kamakura merupakan kota pesisir bersejarah yang terkenal dengan Patung Buddha Agung dari perunggu yang berasal dari abad ke-13 serta Kuil Shinto Tsurugaoka Hachimangu yang didirikan pada abad ke-11.

Selain itu, Kamakura juga dikenal dengan pantai-pantainya, kawasan perbelanjaan tradisional, serta jalur-jalur alam yang asri.

2. Horseshoe Canyon, Kanada

Horseshoe Canyon menjadi salah satu lokasi pertama di Kanada tempat Muhee dan aktor Jepang Hiro Kurosawa (Fukushi) melakukan pengambilan gambar untuk acara reality show kencan mereka. Kawasan ini merupakan bagian dari badlands Alberta yang dikenal dengan perbukitan tererosi, lereng curam, dan lanskap terjal yang terbentuk oleh angin dan air selama jutaan tahun.

Dinding-dinding batu berlapis dengan gradasi warna bumi yang mencolok menciptakan suasana unik seolah berasal dari dunia lain.

Ngarai ini dinamai Horseshoe Canyon karena bentuknya yang menyerupai tapal kuda. Pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri tepi ngarai atau turun langsung ke dalamnya. Selain itu, kawasan sekitar juga menawarkan berbagai aktivitas luar ruang, seperti berkemah, kayak, dan bersepeda di lokasi-lokasi terdekat.

3. Lake Louise, Kanada

Adegan ketika dua tokoh utama menyaksikan cahaya aurora di atas hamparan danau yang luas menjadi salah satu momen paling dinantikan dalam drama ini. Adegan tersebut diambil di Lake Louise, Alberta, Kanada.

Terletak di kawasan Taman Nasional Banff, Lake Louise memang bukan lokasi paling konsisten di Kanada untuk melihat aurora. Namun, langitnya yang gelap menjadikan wilayah ini sangat ideal untuk aktivitas pengamatan bintang sepanjang tahun.

Lake Louise Ski Resort dikenal sebagai salah satu destinasi utama ski dan snowboard di Amerika Utara, sementara Lake Louise Sightseeing Gondola juga populer karena menyuguhkan panorama pegunungan yang menakjubkan.

Menambah kesan magis di dunia nyata, para aktor dan kru ternyata berkesempatan menyaksikan kemunculan cahaya utara secara tak terduga pada malam pengambilan gambar, sebagaimana diungkapkan oleh Go Youn Jung.

4. Baths of Caracalla, Italia

Baths of Caracalla merupakan reruntuhan salah satu kompleks pemandian umum paling megah pada masa Kekaisaran Romawi kuno. Lokasi ini menjadi salah satu destinasi pertama di Italia yang dikunjungi Muhee dan Hiro dalam acara reality show mereka.

Kompleks pemandian ini dibuka pada tahun 216 Masehi dan dahulu berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat, mulai dari mandi, berolahraga, hingga bersosialisasi, sehingga memberikan gambaran tentang kehidupan dan waktu luang masyarakat Romawi.

Tayangan sudut pandang udara dalam drama memperlihatkan betapa luas dan megahnya bangunan tersebut. Baths of Caracalla tetap digunakan hingga abad ke-6, sebelum akhirnya ditinggalkan akibat terganggunya pasokan air Roma selama Perang Goth pada tahun 535-554.

5. Civita di Bagnoregio, Italia

Masih ingat latar bernuansa abad pertengahan tempat Hiro mengungkapkan perasaannya kepada Muhee menjelang akhir serial? Lokasi tersebut adalah Civita di Bagnoregio, sebuah desa di puncak bukit yang berada di wilayah Lazio, Italia bagian tengah.

Desa ini kerap dijuluki “Kota yang Sekarat” karena berdiri di atas tebing yang perlahan tergerus oleh hujan dan angin. Civita di Bagnoregio hanya dapat diakses dengan berjalan kaki melalui sebuah jembatan khusus, yang semakin menambah kesan dramatisnya.

Pengunjung dapat menyusuri jalan-jalan batu bergaya abad pertengahan yang menawarkan latar sempurna untuk berfoto.