Ini Prediksi Perubahan yang Akan Terjadi pada Twitter Usai Diakuisisi Elon Musk
- CEO Tesla, Elon Musk dikabarkan telah mengakuisisi Twitter secara penuh. Inilah prediksi atau spekulasi kemungkinan perubahan yang akan terjadi pada Twitter usai diakuisisi Elon Musk.

Justina Nur Landhiani
Author


JAKARTA - CEO Tesla, Elon Musk dikabarkan telah mengakuisisi Twitter secara penuh. Elon Musk juga ingin dunia tahu bahwa nantinya akan ada perubahan yang terjadi di platform microblogging tersebut.
Kesepakatan Twitter dengan Elon Musk telah memicu beberapa prediksi atau spekulasi mengenai apa artinya hal tersebut bagi masa depan Twitter nantinya. Seperti yang dilansir dari laman CNET, tampaknya Elon Musk ingin menegakkan kebebasan berpendapat di Twitter.
“Kebebasan berbicara adalah landasan dari fungsi demokrasi, dan Twitter adalah pusat kota digital di mana banyak hal penting bagi masa depan umat manusia diperdebatkan,” kata Elon Musk seperti yang dikutip dari laman CNET pada 28 April 2022.
- Anak Usaha Kompak Cuan, Laba Bersih Astra International (ASII) Lompat 84 Persen Jadi Rp6,8 Triliun
- Grup Triputra: Laba Bersih Dharma Satya Nusantara (DSNG) Terbang 110 Persen Jadi Rp209 Miliar
- Wow! Adaro Energy (ADRO) Bagikan Dividen Jumbo Senilai Rp9,3 Triliun
Elon Musk juga tampaknya ingin membuat media sosial Twitter jadi lebih baik dari sebelumnya dengan meningkatkan produk dengan memberikan fitur baru, membuat algoritma open source untuk meningkatkan kepercayaan, mengatasi bot spam, dan mengautentikasi semua pengguna. Menurut Elon Musk, Twitter memiliki potensi yang luar biasa, sehingga dirinya berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan dan komunitas pengguna.
Seperti pengguna Twitter lainnya, Musk tidak segan-segan berbagi pemikiran tentang apa yang perlu diperbaiki di situs tersebut. Ia juga kerap memposting tweet mengenai pernyataannya di Twitter.
Berikut beberapa perubahan yang tampaknya akan dilakukan Elon Musk di Twitter.
Moderasi Konten di Twitter
Pada akhir Maret, Elon Musk mengunggah cuitan berupa polling di Twitter tentang apakah pengguna percaya bahwa Twitter melindungi kebebasan berbicara. Menurut Elon Musk, Twitter tampaknya sering melakukan sensor dari pendapat para penggunanya. Namun, meski Elon Musk telah mengakuisisi Twitter, belum tentu dirinya dapat memengaruhi kebijakan tentang moderasi konten di Twitter.
Memerangi Penipuan Cryptocurrency di Twitter
Penipuan seputar Cryptocurrency memang bisa terjadi di Twitter dan hal itu merupakan masalah yang secara pribadi berdampak pada Elon Musk. Sebelumnya, ada scammers yang telah menyamar sebagai Elon Musk dengan menggunakan akun palsu di berbagai situs media sosial agar banyak orang yang memberikannya cryptocurrency. Pada tahun 2020, akun Elon Musk juga termasuk di antara akun Twitter orang terkenal yang diretas untuk melakukan penipuan bitcoin.
Tidak hanya itu, pada bulan Januari lalu Elon Musk sempat mengeluhkan kebijakan Twitter yang menghabiskan waktu untuk membuat foto profil yang menunjukkan NFT daripada memerangi bot spam kripto.
- Ingin Jadi Perusahaan Raksasa Dunia, Bos Pertamina: Push Our Limit!
- Pentagon Terkejut, SpaceX Berhasil Kalahkan Serangan Perang Elektronik Rusia
- Mahal! Mobil Listrik di Indonesia Tak Sampai 1.000 Unit
Meluncurkan Fitur Edit Tweet
Pengguna Twitter memang telah lama meminta Twitter agar pengguna dapat mengedit tweet yang terdapat kesalahan ketik atau typo dan masalah lainnya. Saat ini, diketahui Twitter masih tidak menyediakan fitur edit tweet, namun Twitter telah memberikan cara untuk membatalkan tweet yang hanya bisa diakses oleh pengguna yang berlangganan Twitter Blue.
Membuka Algoritma Twitter
Pengguna media sosial seringkali mengeluhkan algoritma media sosial mengendalikan hidup mereka, dan membuat pengguna menjadi lebih sering menghabiskan waktu di Twitter, Facebook, dan platform lainnya. Beberapa pengguna Twitter juga lebih suka melihat tweet dalam urutan kronologis. Oleh karena itu, Elon Musk menyarankan Twitter agar dapat membuat algoritma open source.

Rizky C. Septania
Editor
